2026年9月10日

Video AI Merajalela: Pengguna Perlu Memperkuat Kemampuan Membedakan

Saat menonton video pendek, apakah kamu pernah meragukan bahwa orang yang terlihat di layar mungkin ...

Saat menonton video pendek, apakah kamu pernah meragukan bahwa orang yang terlihat di layar mungkin tidak nyata? Baru-baru ini, di platform seperti Douyin, Xiaolei melihat komentar di beberapa video lucu atau abstrak: “Apakah ini AI?”

Maraknya video dan gambar buatan AI membuat orang secara naluriah meragukan keaslian konten. Meski platform memperkuat pengawasan dan pengguna semakin waspada, “momennya AI yang menipu” baru saja dimulai.

Beberapa bulan lalu, siaran langsung tengah malam menampilkan “endorsement selebriti” seperti Zhang Wenhong, Tony Leung, dan Andy Lau. Sebenarnya, video ini bisa saja sepenuhnya dibuat oleh AI. Membuat manusia virtual kini sangat mudah: cukup unggah rekaman wajah seseorang dan gabungkan dengan sintesis suara AI untuk menciptakan manusia digital yang sangat realistis, tanpa partisipasi asli. Beberapa bisnis menargetkan lansia, menggunakan selebriti virtual untuk mempromosikan produk murah berkualitas rendah.

Secara global, regulasi video AI menghadapi tantangan. TikTok “Homeless Challenge” sempat memicu kepanikan orang tua hingga dilaporkan ke polisi, menunjukkan bahwa penyebaran cepat dan realisme video AI dapat menimbulkan tekanan opini publik dan menguras sumber daya.

Video AI juga merugikan pembuat konten asli. Video AI murah memenuhi platform, menyebabkan konten homogen dan menenggelamkan konten berkualitas tinggi. Walaupun platform seperti Douyin melakukan regulasi khusus, video AI lucu atau hiburan tetap mudah viral.

Cara utama mengenali video AI:

  • Latar dan pencahayaan tidak wajar;
  • Wajah terlalu halus atau simetris;
  • Gerakan berulang dan tidak alami;
  • Tidak merespons instruksi sederhana saat live streaming.

Perlindungan paling efektif adalah menjaga pikiran kritis dan intuisi: jika video terasa aneh, tanyakan “mengapa?” beberapa kali. Selain itu, perusahaan teknologi, platform, dan regulator sebaiknya bekerja sama, misalnya menanam watermark digital untuk menandai konten AI dan meningkatkan mekanisme deteksi, menggunakan AI untuk melawan AI.

Di era video AI semakin realistis, tetap waspada dan mengasah kemampuan membedakan tetap menjadi perlindungan terbaik.

接著讀