2026年9月10日

Habis Minum Kopi, Cangkirnya Bisa Dimakan! Cangkir Kopi yang Dapat Dimakan Ini Sedang Viral di Seluruh Tiongkok

Minum Kopi Lalu Memakan Cangkirnya? Cangkir Kopi yang Bisa Dimakan Ini Sedang Viral di Seluruh Tiong...

Minum Kopi Lalu Memakan Cangkirnya? Cangkir Kopi yang Bisa Dimakan Ini Sedang Viral di Seluruh Tiongkok

“Ujung dari minum kopi… adalah memakan cangkirnya!”

Musim dingin ini, tren paling heboh di dunia kopi Tiongkok bukanlah biji kopi baru atau teknik seduh baru—
melainkan cangkir yang bisa dimakan.

Setelah minum, pelanggan langsung menggigit cangkir biskuit renyahnya.
“Minum dulu, makan kemudian” ini membuat warganet heboh:

“Apa ini? Barista malas cuci cangkir ya?”

Dari Chongqing, Nanjing, hingga Dalian dan Shenyang,
cangkir kopi yang dapat dimakan ini menjadi viral di seluruh negeri.

Apa yang membuatnya begitu fenomenal?


Kedai Kopi di Berbagai Kota Ikut Menjual Cangkir yang Bisa Dimakan

Slogan yang ramai di internet:

“Ujung dari minum kopi adalah memakan cangkirnya!”

Musim dingin ini, menu Black Sesame Viennese Coffee dengan cangkir biskuit oat langsung menjadi magnet pelanggan.

Banyak kedai seperti ACOC (Chongqing), Rayca (Nanjing), Seasons (Nanning), dan MOODZ COFFEE (Wuhan) meluncurkan menu serupa:

  • Cangkir dibuat dari biskuit oat
  • Bagian dalam dilapisi cokelat anti-bocor
  • Diisi espresso dan krim wijen hitam
  • Setelah minum, cangkirnya bisa dimakan

Di media sosial, topik ini terus naik:

  • “Langsung beli! Ini kebahagiaan musim dingin!”
  • “Aku menyetir 15 km buat kopi ini!”

Di ACOC, minuman ini berharga 38 RMB dan antreannya sampai 40 menit.

Komentar pelanggan:

  • “Rasanya berlapis, tidak terlalu manis—lebih enak dari dugaan!”

Rayca juga ikut viral.
Beberapa komentar:

  • “Aromanya kaya, cocok untuk suasana musim dingin.”
  • “Pemiliknya pasti malas mencuci cangkir!”

Kedai lain di Nanning, Wuhan, dan Wuxi ikut meramaikan, menjadikannya “magnet pelanggan” musim ini.

Beberapa brand mulai membuat variasi lokal:

  • “Xingye Specialty Coffee” (Yunnan) meluncurkan
    Rushan Latte dengan kelopak mawar yang bisa dimakan—unik dan romantis.

Kenapa Bisa Viral? Jawabannya Logis

Popularitas ini bukan kebetulan.

  • Menu Black Sesame Viennese Coffee sudah populer di Korea.
  • Cangkir biskuit menawarkan pengalaman unik, fotogenik, dan seru.

Sangat sesuai dengan minat anak muda:

👉 baru, estetik, bisa diposting.


Pertanyaan Paling Umum: Tahan Berapa Lama? Bisa Dibawa Pulang?

Banyak yang penasaran:

  • Apakah cangkir ini bocor?
  • Bisa bertahan berapa lama?
  • Apakah bisa untuk takeaway?
  • Apakah semua kedai bisa menjualnya?

Berikut temuan setelah riset:


1. Biaya jauh lebih mahal daripada cangkir kertas—umumnya dipakai kedai specialty

Biaya produksi cangkir cukup tinggi:

  • Oat, tepung, cocoa butter
  • Kontrol tingkat pemanggangan
  • Lapisan cokelat anti-bocor

Karena itu, kebanyakan pengguna adalah kedai kopi specialty.
Brand besar sulit menggunakannya secara massal.


2. Ideal dikonsumsi dalam 30 menit—lebih cocok untuk dine-in

Lapisan cokelat menunda kebocoran,
tetapi hanya bertahan sementara.

Rekomendasi industri:

👉 Habiskan dalam 30 menit.

Akibatnya:

  • Lebih cocok untuk dine-in
  • Banyak kedai tidak menyediakan layanan delivery
    karena risiko melembek saat perjalanan

3. Rantai pasokan masih kecil—perlu waktu untuk berkembang

Pabrik yang bisa memproduksi secara stabil masih sedikit.
Namun, permintaan terus meningkat.

Produk ini cocok dengan 3 tren anak muda:

  • Suka hal baru
  • Ramah lingkungan
  • Suka berbagi di media sosial

Untuk menjadi mainstream, perlu perbaikan:

  • Menurunkan biaya
  • Memperpanjang ketahanan anti-bocor
  • Mengembangkan varian rasa
  • Fleksibilitas untuk lebih banyak jenis minuman

接著讀