Mengaku Paling Bersih, Tetap Terjerat: Raksasa Liga Super Tiongkok Dihukum, Label “Tim Palsu” Tak Terelakkan
Pada 29 Januari 2026, pengumuman sanksi dari Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) mengguncang dunia se...
Pada 29 Januari 2026, pengumuman sanksi dari Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) mengguncang dunia sepak bola nasional. Sebanyak 13 klub profesional dijatuhi pengurangan poin dan denda, dengan sembilan klub Liga Super Tiongkok (CSL) memulai musim baru dari posisi minus—tanpa satu pun yang langsung terdegradasi. Badai “anti-pengaturan skor” yang datang terlambat ini membuka kembali luka lama sepak bola profesional Tiongkok dan memunculkan satu pertanyaan tajam: jika para raksasa pun tumbang, siapa yang masih bisa menghindari cap “tim palsu”?
Shanghai Shenhua dan Tianjin Jinmen Tiger menjadi yang paling menonjol, masing-masing dipotong 10 poin dan didenda 1 juta yuan. CFA menyatakan kedua klub terlibat transaksi yang melanggar etika olahraga pada periode 2016–2018. Bagi Shenhua, klub legendaris dengan basis suporter besar, hukuman ini terasa sebagai kejatuhan simbolik. Bagi Tianjin—dengan sejarah panjang sejak era Tianjin Teda—sanksi ini menandai penyelesaian dosa masa lalu yang tertunda.
Kejutan berlanjut ketika klub-klub besar lainnya ikut terseret. Juara bertahan Shanghai Port kehilangan lima poin, sementara Beijing Guoan—yang lama mengklaim diri sebagai klub “paling bersih”—mendapat hukuman serupa. Klaim moral runtuh seketika, dan keheningan para pendukung di media sosial mencerminkan kekecewaan yang mendalam.
Shandong Taishan bahkan kehilangan enam poin akibat pelanggaran yang berlangsung antara 2013 hingga 2020. Sebagai klub peraih banyak gelar, lamanya periode pelanggaran menunjukkan betapa mengakarnya masalah lama dalam CSL. Hampir semua raksasa tradisional tersentuh hukuman, membuat kredibilitas liga berada di titik kritis.
Menariknya, tak ada klub yang terdegradasi—berbeda dengan kasus 2009 yang menjatuhkan Guangzhou Pharmaceutical dan Chengdu Blades. CFA menegaskan sanksi ditentukan berdasarkan skala, sifat pelanggaran, dan dampak sosial, namun banyak pihak mempertanyakan apakah pemotongan poin dan denda saja cukup memberi efek jera.
Dengan 13 klub dihukum dan 73 pelaku sepak bola dilarang seumur hidup, langkah ini jelas signifikan. Namun ketika klub yang mengaku “paling bersih” pun tercoreng, label “tim palsu” tak lagi bersifat individual—melainkan cap kolektif dari sebuah era. Musim baru CSL pun dimulai dengan beban sejarah yang berat.
Kini pertanyaannya bukan lagi siapa yang bersalah, melainkan apakah sepak bola Tiongkok mampu benar-benar berubah. Hanya dengan menegakkan keadilan dan menjadikan hasil pertandingan murni ditentukan oleh kemampuan, CSL dapat melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu dan merebut kembali kepercayaan publik.
Menhan AS: Penempatan Militer di Los Angeles Akan Habiskan $134 Juta dan Bertahan Setidaknya 60 Hari
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan kesaksian di Kongres terkait keputusan Presiden Trump untuk mengerahkan pasukan guna mengendalikan protes imigrasi di Los Angeles. Penempatan 2.700 personel ini diperkirakan menelan biaya $134 juta dan berlangsung minimal 60 hari—di tengah meningkatnya ketegangan dengan pejabat California dan tantangan logistik yang serius.
Kembalinya Kuat Setelah 14 Tahun! Final Destination 6: Kutukan Darah Hadir Kembali Sebagai Blockbuster dengan Sukses di Box Office dan Kritikus
Final Destination 6: Kutukan Darah — Kebangkitan Mengejutkan dan Sukses Setelah 14 Tahun Pada tahun ...
Mengapa Setién Belum Dipecat? Media: Kandidat Baru Tak Memuaskan, Musim Masih Punya Dua Target
Setelah menelan tiga kekalahan beruntun di Liga Super Tiongkok, Beijing Guoan praktis keluar dari pe...
Bahkan Wasit Terdiam! Musetti Dua Kali Dalam 12 Hari Keluhkan Penonton Tiongkok yang Tak Berhenti Batuk
Pada 8 Oktober, petenis Italia peringkat 9 dunia, Lorenzo Musetti, secara mengejutkan tersingkir di ...
Mengapa Begitu Banyak Usia 35 Tahun Beralih ke Ujian Pegawai Negeri? Apa yang Sebenarnya Mereka Cari?
Usia 35 Masih Ikut Tes CPNS? Sudah Gila atau Justru Paling Masuk Akal?Setiap akhir tahun, saat ujian...
Roket SQX-3 Reusable Xingji Glory Sukses Uji Kinerja Gear Pendaratan
Pada 30 Desember, Xingji Glory Aerospace Technology Group mengumumkan bahwa gear pendaratan roket SQ...
Kinerja campuran, saham Netflix anjlok tajam
(New York, 21 Januari) Raksasa platform streaming asal Amerika Serikat, Netflix, membukukan lonjakan...
Kasus Zhang Yuqi kembali memanas—yang selama ini diam, kini tak lagi peduli soal “menjaga citra.”
Dalam beberapa waktu terakhir, Zhang Yuqi dan Jin Chen sama-sama terseret ke dalam pusaran opini pub...
Pukul 01:30 WIB Duel Premier League: Man City Bidik Enam Kemenangan Beruntun Atas Leeds, Haaland Kembali ke Kampung Halaman untuk Kejar 30 Gol
Hari 1 Maret, di pekan ke-28 Premier League, Manchester City akan bertandang k...
Idy Chan bongkar kebenaran di balik “menyesal menikahi Lau Kar-leung”—rela korbankan karier demi cinta yang membara
(Hong Kong, 22) Tokoh publik Hong Kong, Melvin Wong, baru-baru ini tampil dalam program online Dange...
Kwok Ching-hung Ungkap Alasan Absen dari Film A Step Into the Past, Gambarkan Hubungan Masa Lalunya dengan Joyce Tang dalam Enam Kata
(Hong Kong, 3 April) Aktor Hong Kong Kwok Ching-hung kembali menjadi sorotan setelah tidak terlibat ...