2026年9月10日

Singapura Tolak Masuk Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Nathan Law

-

Pemerintah Singapura menolak kedatangan aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang terkenal, Nathan Law, meski ia memiliki visa yang sah. Otoritas Singapura menyatakan kehadirannya “tidak sesuai dengan kepentingan nasional.”

Law, yang kini hidup di pengasingan di Inggris, mengatakan ia tiba di Singapura pada hari Sabtu untuk menghadiri sebuah konferensi tertutup khusus undangan. Namun, ia ditahan berjam-jam di perbatasan sebelum akhirnya dideportasi.

“Saya tidak ditanyai dan tidak diberikan alasan apa pun,” kata Law kepada BBC.

Buronan di Hong Kong

Pernah menjadi legislator termuda di Hong Kong, Law kini termasuk di antara delapan aktivis yang diburu berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh Beijing. Otoritas menuduhnya mengancam keamanan nasional, bahkan Hong Kong menawarkan hadiah hingga HK$1 juta (sekitar Rp2,6 miliar) bagi informasi yang dapat membantu menangkapnya.

Singapura memiliki perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong. Jurubicara Kementerian Dalam Negeri menegaskan:

“Masuk dan keberadaan Nathan Law di Singapura tidak sesuai dengan kepentingan nasional.”

Ia menambahkan bahwa pemegang visa tetap dapat dikenakan pemeriksaan keamanan tambahan sebelum diizinkan masuk.

Dugaan Tekanan Politik

Dalam pernyataannya, Law menyebut penolakan ini bermotif politik. “Saya tidak yakin apakah ada kekuatan eksternal, seperti RRT (Republik Rakyat Tiongkok), yang terlibat langsung atau tidak langsung,” ujarnya.

Law menjelaskan bahwa ia telah mendapat persetujuan visa sekali masuk untuk beberapa hari sejak tiga minggu sebelum keberangkatan, menggunakan Dokumen Perjalanan Pengungsi dari Inggris. Namun pada Minggu, ia dipulangkan dengan penerbangan pertama kembali ke San Francisco.

Pihak penyelenggara acara yang ia rencanakan hadiri menolak memberikan komentar.

Respons Beijing

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan dalam konferensi pers rutin bahwa “setiap negara berhak mengelola keluar-masuk wilayahnya sendiri.” Ia juga menyebut Law sebagai “perusuh anti-Tiongkok, anti-Hong Kong” yang telah sah masuk dalam daftar buronan polisi Hong Kong.

Pola Larangan yang Berulang

Ini bukan pertama kalinya Singapura mengambil langkah terkait aktivis Hong Kong. Pada 2019, seorang aktivis Singapura pernah didenda karena mengadakan forum online yang menghadirkan tokoh pro-demokrasi Joshua Wong melalui telekonferensi.

Pengasingan dan Suaka

Nathan Law, salah satu tokoh paling menonjol dalam gerakan pro-demokrasi Hong Kong, melarikan diri pada 2020 setelah diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Nasional. Hukum tersebut mencakup tuduhan pemisahan, subversi, hingga terorisme dengan ancaman hukuman seumur hidup. Pada 2021, ia diberikan suaka politik oleh Inggris.

Meski tinggal di luar negeri, Law tetap menjadi simbol perjuangan demokrasi Hong Kong—dan sasaran utama tekanan dari Beijing.

接著讀

Dari “Enam Kali Juara” ke “Ikon Global”: Mengapa “Evergreen Serba Bisa” LeBron James Telah Melampaui Jordan

Perdebatan tentang NBA Greatest of All Time (GOAT) antara Michael Jordan dan LeBron James sudah lama berlangsung. Baru-baru ini, daftar “100 Pemain Terbaik” kembali memanas setelah menempatkan Jordan hanya satu suara di atas James. Meski puncak dominasi Jordan sulit ditiru, perolehan statistik dan penghargaan LeBron yang tak henti-hentinya telah membentuk warisan yang lebih matang—dan bertahan lebih lama.

420 天前