2026年9月10日

Harimoto Tomokazu Mengamuk! Menang Telak 3-0 di Laga Perdana Asia Championships, Balas Dendam pada Sang Rival dan Bawa Jepang Unggul Lebih Dulu

Pada malam 12 Oktober waktu Beijing, Kejuaraan Tenis Meja Asia menampilkan laga penuh tensi tinggi a...

Pada malam 12 Oktober waktu Beijing, Kejuaraan Tenis Meja Asia menampilkan laga penuh tensi tinggi antara dua rival utama Tiongkok — Jepang dan Korea Selatan — di babak perempat final tim putra. Dalam laga pembuka, bintang utama Jepang, Tomokazu Harimoto, menghadapi lawan yang sebelumnya sempat mengalahkannya, An Jaehyun dari Korea Selatan. Namun kali ini Harimoto tampil luar biasa, menghantam balik dengan kemenangan telak 3-0, sekaligus menyumbang poin pertama penting bagi tim Jepang.

Sorotan Pertandingan

Lahir pada tahun 2003 dan kini menduduki peringkat ke-4 dunia, Tomokazu Harimoto dikenal sebagai salah satu pesaing terkuat bagi tim nasional Tiongkok. Ia pernah menumbangkan sejumlah juara dunia besar seperti Zhang Jike, Ma Long, Fan Zhendong, Wang Chuqin, Lin Shidong, Liang Jingkun, dan Lin Gaoyuan, membuktikan kemampuannya di level tertinggi. Namun, Harimoto juga dikenal tidak stabil—kadang tampil luar biasa, kadang justru kalah dari lawan yang tak terduga.

Sementara itu, An Jaehyun, kelahiran 1999 dan kini menempati peringkat ke-13 dunia, adalah pemain berpengalaman yang sempat mencuri perhatian dunia setelah meraih medali perunggu tunggal putra di Kejuaraan Dunia 2019. Saat itu, ia berhasil menaklukkan Harimoto yang lebih diunggulkan, bahkan membuat sang bintang muda menitikkan air mata. Dalam catatan pertemuan mereka, An memimpin dengan skor 6-3, termasuk kemenangan tipis 3-2 pada ajang WTT Grand Smash Swedia bulan Agustus lalu. Karena itu, duel mereka di Kejuaraan Asia kali ini pun penuh dengan rasa penasaran.

Jalannya Pertandingan

Di gim pertama, Harimoto langsung menekan tapi sempat kehilangan dua poin awal akibat serangan balik lawan. Ia segera bangkit dan membalas dengan agresif, berbalik unggul 5-2. An mencoba mengejar, tetapi terlihat kurang lincah—kemungkinan masih belum pulih sepenuhnya dari cedera. Harimoto memanfaatkan momen itu dengan serangan bergantian ke sisi kiri dan kanan lawan, memperlebar jarak hingga 10-5.

Namun, saat kemenangan tampak di depan mata, Harimoto kehilangan fokus dan kehilangan empat poin berturut-turut hingga harus meminta waktu istirahat. Setelah jeda, ia mengejutkan lawan dengan servis reverse spin yang jarang digunakannya, dan berhasil mengamankan gim pertama 11-9 dengan penuh gaya.

Memasuki gim kedua, Harimoto kembali mencoba taktik servis putaran balik, tetapi kali ini An sudah siap dan berhasil mengantisipasi. Pemain Korea itu sempat unggul 8-5, namun gagal menjaga momentum dan kehilangan dua poin beruntun. Harimoto kembali menemukan ritmenya dan memanfaatkan dua poin keberuntungan untuk berbalik unggul 9-8.

Pertarungan semakin ketat. Keduanya saling merebut peluang hingga skor imbang 10-10, sebelum Harimoto menutup gim dengan kombinasi pukulan pendek dan serangan cepat, menang 13-11 dan memperbesar keunggulan menjadi 2-0.

Gim ketiga menjadi perjuangan terakhir bagi An Jaehyun. Ia membuka laga dengan baik, menjaga skor tetap seimbang di 4-4, namun kesalahan servis di skor 5-5 membuat situasi berbalik. Harimoto yang semakin percaya diri menekan dua sisi meja, unggul 7-5, dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 11-7.

Dengan hasil akhir 3-0, Harimoto bukan hanya membalas kekalahannya sebelumnya, tetapi juga memberi dorongan besar bagi tim Jepang di babak perempat final. Kemenangan ini memperlihatkan ketangguhan mental dan kedewasaan Harimoto yang semakin matang — sekaligus menjadi pesan tegas bagi para rival Asia: sang bintang Jepang telah kembali, siap merebut kejayaan di pentas Asia.

接著讀