Harimoto Tomokazu Mengamuk! Menang Telak 3-0 di Laga Perdana Asia Championships, Balas Dendam pada Sang Rival dan Bawa Jepang Unggul Lebih Dulu
Pada malam 12 Oktober waktu Beijing, Kejuaraan Tenis Meja Asia menampilkan laga penuh tensi tinggi a...
Pada malam 12 Oktober waktu Beijing, Kejuaraan Tenis Meja Asia menampilkan laga penuh tensi tinggi antara dua rival utama Tiongkok — Jepang dan Korea Selatan — di babak perempat final tim putra. Dalam laga pembuka, bintang utama Jepang, Tomokazu Harimoto, menghadapi lawan yang sebelumnya sempat mengalahkannya, An Jaehyun dari Korea Selatan. Namun kali ini Harimoto tampil luar biasa, menghantam balik dengan kemenangan telak 3-0, sekaligus menyumbang poin pertama penting bagi tim Jepang.
Sorotan Pertandingan
Lahir pada tahun 2003 dan kini menduduki peringkat ke-4 dunia, Tomokazu Harimoto dikenal sebagai salah satu pesaing terkuat bagi tim nasional Tiongkok. Ia pernah menumbangkan sejumlah juara dunia besar seperti Zhang Jike, Ma Long, Fan Zhendong, Wang Chuqin, Lin Shidong, Liang Jingkun, dan Lin Gaoyuan, membuktikan kemampuannya di level tertinggi. Namun, Harimoto juga dikenal tidak stabil—kadang tampil luar biasa, kadang justru kalah dari lawan yang tak terduga.
Sementara itu, An Jaehyun, kelahiran 1999 dan kini menempati peringkat ke-13 dunia, adalah pemain berpengalaman yang sempat mencuri perhatian dunia setelah meraih medali perunggu tunggal putra di Kejuaraan Dunia 2019. Saat itu, ia berhasil menaklukkan Harimoto yang lebih diunggulkan, bahkan membuat sang bintang muda menitikkan air mata. Dalam catatan pertemuan mereka, An memimpin dengan skor 6-3, termasuk kemenangan tipis 3-2 pada ajang WTT Grand Smash Swedia bulan Agustus lalu. Karena itu, duel mereka di Kejuaraan Asia kali ini pun penuh dengan rasa penasaran.
Jalannya Pertandingan
Di gim pertama, Harimoto langsung menekan tapi sempat kehilangan dua poin awal akibat serangan balik lawan. Ia segera bangkit dan membalas dengan agresif, berbalik unggul 5-2. An mencoba mengejar, tetapi terlihat kurang lincah—kemungkinan masih belum pulih sepenuhnya dari cedera. Harimoto memanfaatkan momen itu dengan serangan bergantian ke sisi kiri dan kanan lawan, memperlebar jarak hingga 10-5.
Namun, saat kemenangan tampak di depan mata, Harimoto kehilangan fokus dan kehilangan empat poin berturut-turut hingga harus meminta waktu istirahat. Setelah jeda, ia mengejutkan lawan dengan servis reverse spin yang jarang digunakannya, dan berhasil mengamankan gim pertama 11-9 dengan penuh gaya.
Memasuki gim kedua, Harimoto kembali mencoba taktik servis putaran balik, tetapi kali ini An sudah siap dan berhasil mengantisipasi. Pemain Korea itu sempat unggul 8-5, namun gagal menjaga momentum dan kehilangan dua poin beruntun. Harimoto kembali menemukan ritmenya dan memanfaatkan dua poin keberuntungan untuk berbalik unggul 9-8.
Pertarungan semakin ketat. Keduanya saling merebut peluang hingga skor imbang 10-10, sebelum Harimoto menutup gim dengan kombinasi pukulan pendek dan serangan cepat, menang 13-11 dan memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Gim ketiga menjadi perjuangan terakhir bagi An Jaehyun. Ia membuka laga dengan baik, menjaga skor tetap seimbang di 4-4, namun kesalahan servis di skor 5-5 membuat situasi berbalik. Harimoto yang semakin percaya diri menekan dua sisi meja, unggul 7-5, dan akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 11-7.
Dengan hasil akhir 3-0, Harimoto bukan hanya membalas kekalahannya sebelumnya, tetapi juga memberi dorongan besar bagi tim Jepang di babak perempat final. Kemenangan ini memperlihatkan ketangguhan mental dan kedewasaan Harimoto yang semakin matang — sekaligus menjadi pesan tegas bagi para rival Asia: sang bintang Jepang telah kembali, siap merebut kejayaan di pentas Asia.
von der Leyen: Eropa Akan Membantu Ukraina Menjadi “Landak Baja” untuk Pertahanan Diri
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volod...
Muncul Negara Pertama yang Menantang Sora: AI Takut Menyentuh Mickey Mouse, Tapi “Mengacak-acak” Luffy dan Naruto
Saat Sora Baru Diluncurkan, Ia Begitu Bersinar — Kini Ia Jadi Sumber Masalah Ketika pertama kali dir...
Mentor Pribadi, Pembangunan Akun di Media Sosial, dan Bantuan AI: Memasuki Era Cerdas dalam Konsumsi Fenomena Mistis
Masih ingat gelang abu dupa Yonghegong yang dulu sampai rebutan dan susah banget dibeli? Gelang yang...
Terima Kasih, Shao Jiayi! Empat Pemain Qingdao West Coast Tampil Melesat — dan Berpotensi Semua Hengkang; Bek 20 Tahun Hampir Pasti Gabung Beijing Guoan
Musim ini, pendatang baru CSL, Qingdao West Coast, menjadi kejutan besar bagi para penggemar. Di baw...
Rekan Kerja Meninggal Mendadak, Hanya Disambut 1 Menit Hening—Arsitek 40 Tahun Lebih Memilih Terkena PHK daripada Terus Hidup Seperti Mesin, Meski Bergaji Tinggi
Rapat lintas negara pukul 03.00 dini hari, dongeng sebelum tidur yang “dimakan” email, sampai kalima...
Selamat! Andalan Tenis Meja Putri China Usia 21 Tahun (Tinggi 1,80 m) Lolos — “Wang Manyu Versi Baru” Tampil Gemilang dengan Comeback Spektakuler
Ia adalah pemain dengan postur tertinggi di tim tenis meja putri China saat ini, dengan tinggi menca...
Aturan Baru Februari Mulai Berlaku Besok: Platform E-Commerce Dilarang Memaksa Kebijakan “Hanya Refund” dan Asuransi Ongkir bagi Penjual
Fast Technology melaporkan pada 31 Januari bahwa besok, 1 Februari 2026, satu paket aturan baru akan...
Menuju Penentuan 2026: Perusahaan Roket Swasta Tiongkok Saatnya Menyerahkan Hasil
Sejak November 2014, ketika Dewan Negara Tiongkok menerbitkan Pedoman tentang Inovasi Mekanisme Inve...
“Qingdao Mbappé” pergi, kini hadir “Qingdao Vinícius”!
Berdasarkan pembaruan terbaru dari Transfermarkt, Qingdao Hainiu resmi merekrut winger kiri asal Gha...
“Baat Leung Gam” Dirakam Berdoa di Kuil Erawan Bangkok, Wajah Terkini Anaknya Dikatakan Mirip Jacky Heung
(Bangkok, 21) Aktor Hong Kong berusia 72 tahun Bobby Yip, yang dikenal dengan gaya rambut “mangkuk” ...
Penampilan Taemin Berubah Setelah Tinggalkan SM? Foto Terbaru Picu Reaksi Tak Terduga
(Seoul, 29 Maret) Anggota grup K-pop SHINee, Taemin, kembali menjadi sorotan setelah langkah karier ...