2026年9月10日

Tanpa Gelandang Bertahan Sejati, Manchester City Main “Gaya Nekat”! Dua Kemenangan Beruntun, Cetak 8 Gol tapi Kebobolan 6

Sejak Rodri—peraih Ballon d’Or—mengalami cedera serius, kondisinya terus menurun dan sulit kembali k...

Sejak Rodri—peraih Ballon d’Or—mengalami cedera serius, kondisinya terus menurun dan sulit kembali ke performa puncak. Gelandang bertahan kelas elite seperti Caicedo juga sangat langka. Walaupun Manchester City telah mendatangkan González dan Reijnders, masalah klasik kurangnya pelindung lini tengah masih belum teratasi.

Pada pekan ke-14 Premier League, Manchester City menang 5–4 atas Fulham dalam laga yang penuh drama. Dari unggul 5–1 hingga nyaris disamakan menjadi 5–4, pertandingan ini membuat penonton netral terhibur, sedangkan fans City dibuat deg-degan.

Termasuk kemenangan 3–2 atas Leeds pekan lalu, City kini mencatat dua kemenangan beruntun, mencetak 8 gol dalam dua laga. Namun di saat yang sama, mereka juga kebobolan 6 gol—rata-rata 4 gol per pertandingan. Apakah ini sepenuhnya salah lini belakang?

Tidak juga.

Donnarumma termasuk salah satu kiper terbaik dunia, tetapi tanpa perlindungan lini tengah, pertahanan mana pun akan jebol. Dalam sepak bola, tugas gelandang bertahan untuk menopang dan melindungi bek tengah adalah sangat penting.

Masalahnya:

  • González tidak efektif dalam bertahan
  • Reijnders berlari banyak, tetapi minim kontribusi defensif
    (Heatmap luas bukan berarti bertahan dengan baik)

Tak heran fans bercanda:
“Pantas saja Donnarumma digaji mahal—kerjaannya memang melelahkan!”

City mungkin menang, tapi bermain tanpa “penjaga lini tengah” adalah risiko besar untuk pertandingan-pertandingan ke depan.

接著讀