2026年9月10日

Menang Mengejutkan 3–2 atas Peringkat Dunia No. 3! Atlet Tenis Meja Tiongkok Usia 26 Tahun Taklukkan Juara Dunia

Pada semifinal beregu putri Final Liga Super Tenis Meja Tiongkok (Ping Chao) 2025, Sun Yingsha dan C...

Pada semifinal beregu putri Final Liga Super Tenis Meja Tiongkok (Ping Chao) 2025, Sun Yingsha dan Chen Yi sama-sama absen. Shenzhen University dan Shanghai Longteng bertarung hingga lima partai, dan Shenzhen University menang tipis 3–2 untuk melaju ke final.

Dengan komposisi yang berubah, Kuai Man menjadi tunggal pertama Shenzhen, sedangkan Liu Weishan (26 tahun) dipercaya sebagai tunggal pertama Shanghai. Kejutan terbesar terjadi pada partai kedua: Liu Weishan secara mengejutkan menang 3–2 atas Kuai Man yang berstatus peringkat dunia No. 3.

Kuai Man merupakan pemain berlabel juara dunia, dengan gelar juara dunia ganda putri serta juara Mixed Team World Cup. Peringkat dunianya naik ke No. 3 setelah menjadi runner-up tunggal putri di WTT Finals. Ia membuka laga dengan sangat dominan dan menang mudah di gim pertama 11–2, sehingga banyak pihak mengira pertandingan akan berakhir cepat.

Namun Liu Weishan segera melakukan penyesuaian dan meningkatkan kualitas duel. Ia merebut gim kedua 11–9 untuk menyamakan kedudukan. Kuai Man kembali unggul lewat gim ketiga 11–9, tetapi Liu tampil lebih tenang di momen krusial: gim keempat ia menangi 12–10, lalu menutup gim penentuan dengan skor 11–8 untuk menyelesaikan upset besar.

Hasil ini kembali menegaskan betapa “ketatnya persaingan internal” di tenis meja Tiongkok: bahkan pemain juara dunia dengan peringkat top 3 pun tetap bisa kalah jika tidak tampil dalam kondisi terbaik saat menghadapi sesama pemain level nasional.

Liu Weishan masuk tim utama putri Tiongkok pada 2019 dan punya rekam jejak yang kuat. Ia pernah menjuarai tunggal putri WTT di Novo Mesto, Slovenia (2021), serta menjadi juara tunggal putri Kejuaraan Nasional Tiongkok 2024, selain meraih beberapa gelar di nomor ganda. Meski sering dianggap berada di luar kelompok “pemain inti,” kualitasnya jelas tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pada musim 2025, Liu memperkuat Shanghai Longteng bersama Chen Yi, He Zhuojia, dan Sun Mingyang hingga menembus semifinal. Walau Shanghai akhirnya kalah 2–3 dan gagal ke final, kemenangan Liu atas peringkat dunia No. 3 menjadi bukti nyata kemampuan dan nilai dirinya—sekaligus pengingat bahwa kejutan sangat mungkin terjadi di kompetisi dengan kedalaman pemain seperti Tiongkok.

接著讀