2026年9月10日

Menjelang Ledakan AI Kesehatan, Skandal Telemedis Silicon Valley Mengguncang Industri

Saat kecerdasan buatan bersiap merevolusi layanan kesehatan global, sektor telemedis Silicon Valley ...

Saat kecerdasan buatan bersiap merevolusi layanan kesehatan global, sektor telemedis Silicon Valley yang digembar-gemborkan sebagai inovatif, terungkap dalam skandal mengejutkan. Ini bukan sekadar kasus penipuan bisnis, tetapi memperlihatkan dampak bencana ketika nafsu modal dan kultus teknologi menimpa etika medis.

Pada November 2025, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa juri federal di San Francisco menyatakan Done, perusahaan kesehatan digital California, bersalah atas distribusi ilegal Adderall dan stimulan lainnya. Pendiri Ruthia He dan Chief Clinical Officer David Brody juga mengajukan klaim palsu untuk mendapatkan penggantian, dengan total lebih dari $100 juta. He juga didakwa menghalangi proses hukum.

Ini merupakan pertama kalinya pemerintah federal menuntut perusahaan telemedis atas distribusi obat ilegal, mengirim pesan tegas: inovasi kesehatan tidak boleh mengorbankan keselamatan pasien atau supremasi hukum.

Kisah ini bermula pada puncak pandemi COVID-19 tahun 2020, ketika permintaan telemedis meningkat drastis. Ruthia He, dengan pengalaman di Tencent dan Meta, mendirikan Done Global, memanfaatkan regulasi yang dilonggarkan untuk menawarkan diagnosis ADHD dan resep Adderall secara online. Perusahaan berkembang pesat.

Adderall, zat terkontrol Kelas II, sangat adiktif dan memiliki efek samping serius. Layanan online Done Global seharga $79 per bulan memungkinkan pasien dengan mudah mendapatkan resep. Media melaporkan akses terlalu mudah. Tekanan KPI membuat konsultasi awal dibatasi 30 menit, perawat hanya “menandatangani” resep tanpa kontak klinis, bahkan beberapa resep diberikan kepada pasien yang sudah meninggal.

Untuk membayar asuransi, Done Global mengajukan klaim palsu senilai lebih dari $14 juta. Bahkan ketika pasien mengalami efek samping serius, perusahaan tetap melanjutkan resep.

He mencoba memindahkan bisnis ke China, menghapus bukti, dan melarikan diri saat dibebaskan, yang menyebabkan penangkapannya. He dan Brody menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara, dengan sidang putusan dijadwalkan Februari 2026.

Skandal ini merusak kepercayaan publik terhadap telemedis, terutama layanan psikiatri online dan praktik resep, serta mendorong pengawasan regulasi lebih ketat. Para ahli memprediksi persyaratan evaluasi awal yang lebih ketat, tindak lanjut wajib, serta sistem penyaringan obat dan catatan medis yang lebih baik.

Kasus ini menjadi peringatan keras: saat AI kesehatan berkembang, kerangka etika dan regulasi yang kuat harus memastikan teknologi benar-benar melayani kesehatan manusia.

接著讀

Naik 13 Kali Lipat dalam Setahun: Kotak Misteri Pop Mart Terjual Rp2,4 Miliar, Kenapa Bisa Sebegitu Populer?

IP mainan misteri Pop Mart, LABUBU, baru saja dilelang seharga 1,08 juta yuan, memecahkan rekor di dunia koleksi. Edisi terbatas “satu-satunya di dunia” ini, ditambah dengan budaya konsumsi emosional anak muda dan kekuatan komunitas penggemar, mendorong popularitas Pop Mart. Dalam satu tahun, harga sahamnya melonjak 13 kali lipat, dan pendirinya, Wang Ning, kini masuk daftar 10 orang terkaya di Tiongkok serta menjadi orang terkaya di Provinsi Henan.

451 天前