2026年9月10日

Rincian Pertemuan Gedung Putih Terungkap: Trump Tampilkan Peta, Bahas “Gencatan Senjata atau Perdamaian” dengan Zelenskyy

Pertemuan di Gedung Putih Ungkap Manuver Diplomatik BaruPada 18 Agustus (waktu AS), Presiden Ukraina...

Pertemuan di Gedung Putih Ungkap Manuver Diplomatik Baru

Pada 18 Agustus (waktu AS), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berkunjung ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Wakil Presiden J.D. Vance serta pejabat senior hadir, diikuti pertemuan lebih luas dengan beberapa pemimpin Eropa. Di tengah pembicaraan, Trump bahkan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, menandakan rencana pertemuan langsung antara Putin dan Zelenskyy.

Perubahan Gaya Zelenskyy

Tidak lagi mengenakan “gaya militer” khasnya, Zelenskyy tampil dengan kemeja dan jaket hitam—lebih formal meski tetap tanpa dasi. Menurut laporan, pejabat AS sebelumnya menyarankan agar ia meninggalkan gaya militer demi kesan diplomatik. Trump memuji perubahan ini. Menariknya, Zelenskyy mengucapkan “terima kasih” empat kali hanya dalam 10 detik, berbeda dengan pertemuan Februari lalu ketika ia dikritik kurang menunjukkan rasa terima kasih.

Jaminan Keamanan Jadi Fokus

Trump menegaskan AS siap memberi jaminan keamanan kepada Ukraina, namun menekankan Eropa harus memimpin. Utusan AS Whitkoff menyebut ada kesepahaman awal dengan Moskow mengenai jaminan gaya NATO, meski Rusia belum menanggapi. Zelenskyy menekankan Ukraina “membutuhkan segalanya”—dari senjata, personel, hingga kemitraan strategis.

Peta di Oval Office

Di ruang Oval Office, sebuah peta besar Ukraina dipajang, dengan wilayah yang dikuasai Rusia ditandai warna merah muda. BBC menilai ini bisa menjadi cara Trump menekan Zelenskyy untuk mempertimbangkan “pertukaran wilayah demi perdamaian”. Zelenskyy menegaskan isu-isu teritorial penting hanya bisa diselesaikan lewat pertemuan langsung antar-pemimpin.

Gencatan Senjata atau Langsung Damai?

Kanselir Jerman Merz menyerukan gencatan senjata terlebih dahulu, namun Trump menolak, mengatakan enam konflik yang pernah ia “selesaikan” tidak ada yang dimulai dengan gencatan senjata. Ia menyarankan Zelenskyy untuk “bernegosiasi sambil bertempur” guna mencapai kesepakatan damai yang menyeluruh.

Putin Ikut Masuk

Dalam langkah mengejutkan, Trump menelepon Putin selama pertemuan, membuat diskusi sempat terhenti. Usai pertemuan, Trump mengumumkan persiapan KTT tiga pihak—Trump, Zelenskyy, dan Putin—yang bisa digelar sebelum akhir Agustus. Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai Eropa juga harus dilibatkan, karena isu ini menyangkut keamanan seluruh benua.

Kesimpulan:
Pertemuan di Gedung Putih menunjukkan gaya diplomasi Trump yang tak biasa—langsung, penuh simbol, dan berbasis personal. Namun pertanyaan besar masih terbuka: apakah Ukraina harus lebih dulu mencapai gencatan senjata, atau langsung menandatangani kesepakatan damai? Dan apakah Eropa akan memainkan peran kunci dalam menjamin keamanan Ukraina?

接著讀

Dari “Enam Kali Juara” ke “Ikon Global”: Mengapa “Evergreen Serba Bisa” LeBron James Telah Melampaui Jordan

Perdebatan tentang NBA Greatest of All Time (GOAT) antara Michael Jordan dan LeBron James sudah lama berlangsung. Baru-baru ini, daftar “100 Pemain Terbaik” kembali memanas setelah menempatkan Jordan hanya satu suara di atas James. Meski puncak dominasi Jordan sulit ditiru, perolehan statistik dan penghargaan LeBron yang tak henti-hentinya telah membentuk warisan yang lebih matang—dan bertahan lebih lama.

420 天前