2026年9月10日

Da Ying menggelar konser perdananya dengan kursi khusus untuk mendiang ibunya, sambil menahan air mata berterima kasih kepada penggemar

(Kuala Lumpur, 14) Penyanyi-penulis lagu lokal Da Ying (DIOR), yang sudah 5 tahun berkarya, menggela...

(Kuala Lumpur, 14) Penyanyi-penulis lagu lokal Da Ying (DIOR), yang sudah 5 tahun berkarya, menggelar konser solo pertamanya bertajuk KAMPUNG GIRL Ordinary People pada Sabtu malam di Arena of Stars, Resorts World Genting. Sebelumnya ia pernah mengatakan konser ini adalah hadiah untuk mendiang ibunya, dan pada malam itu ia pun menyisakan kursi khusus untuk sang ibu. Saat membawakan lagu-lagu emosional seperti “How Have You Been Lately?” dan “If That Call Had Gone Through,” ia berusaha menahan perasaan, lalu berkata sambil tersenyum, “Lumayan—aku sudah berusaha nyanyi sampai selesai!” Ia juga mengungkap alasan memilih Genting karena tempat ini terasa “paling dekat dengan surga,” serta menyebut hidupnya kini memasuki babak baru yang ia yakin akan membuat ibunya bangga.

Sebagai konser besar pertamanya, Da Ying tampil dengan gaya khas yang kocak dan penuh candaan, namun tetap punya momen-momen yang sangat menyentuh. Ia berterima kasih pada dirinya sendiri yang mampu melepas masa lalu dan memaafkan diri, juga pada para senior dan orang-orang yang pernah membantunya. Ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada setiap penggemar yang naik ke Genting khusus untuk mendukungnya. Dikenal sangat sayang fans, Da Ying menyiapkan goodie bag untuk penonton di berbagai area (snack, gantungan kunci, tisu), serta lightstick yang dibuat khusus dan bisa berubah warna. Ia pun bercanda agar fans menyimpannya sebagai kenang-kenangan dan tidak menjualnya kembali secara online.

Da Ying turut mengundang musisi Elliot Cox, yang ia kenal saat di London, sebagai bintang tamu. Setelah berduet membawakan “John’s Bar,” Da Ying dengan jujur bercanda, “Kami cuma ketemu dua kali, sebenarnya nggak akrab!” membuat penonton tertawa. Saat menyanyikan lagu baru “I’m Going Crazy” dan “A-Dai,” ia mengejutkan fans dengan turun dari panggung dan berdiri di tengah penonton untuk berinteraksi langsung, memicu euforia baru. Fans juga memberi kejutan balik dengan mengangkat banner dukungan dan menyanyikan “We’re Awake for Only Ten-Thousand-Plus Days” untuknya, membuat Da Ying terharu—ia mengatakan dirinya pernah tampil di Genting beberapa kali, tapi belum pernah melihat tempat itu terisi penuh seperti malam tersebut.

Konser itu disebut dihadiri lebih dari 5.200 penggemar dan sold out. Da Ying membawakan banyak lagu hitsnya yang membuat penonton ikut bernyanyi bersama. Dengan kepribadian yang lugas, ia beberapa kali menyebut dirinya “selebrity perempuan” di atas panggung dan membawa berbagai alat musik. Ia mengaku tidak benar-benar bisa main gitar namun tetap berpose untuk “foto keren,” lalu sempat menunjukkan permainan piano dan harmonika singkat, bahkan menyiapkan “caption” lucu untuk fans—yang langsung disambut tawa meriah.

Menjelang akhir konser berdurasi hampir tiga jam, Da Ying kembali menyampaikan rasa terima kasihnya dan mengatakan kini ia paham mengapa penyanyi sering berbicara banyak di panggung—karena hatinya terasa penuh. Saat menyebut sang ibu, suaranya sempat bergetar namun ia menahan air mata, berkata bahwa ia yakin ibunya akan sangat bangga. Ia juga berterima kasih kepada fans karena mereka adalah orang-orang pertama yang benar-benar percaya ia mampu menggelar konser besar, bahkan ketika ia sendiri ragu. Ia menutup konser dengan lagu “Someday We’ll Meet Again,” menjadikan akhir malam itu terasa hangat dan mengharukan.

接著讀