2026年9月10日

China Rayakan Gelar Juara dengan Lagu Kebangsaan, Tomokazu Harimoto Tertangkap Tak Bertepuk Tangan, Sang Adik Memberi Aplaus Diam-Diam

Pada malam 7 Desember, Tim Nasional Tiongkok tampil sangat dominan di partai final Piala Dunia Bereg...

Pada malam 7 Desember, Tim Nasional Tiongkok tampil sangat dominan di partai final Piala Dunia Beregu Campuran ITTF dan berhasil menaklukkan Jepang dengan skor telak 8–1 untuk memastikan gelar juara. Namun, suasana pasca pertandingan sempat menuai perhatian publik ketika sejumlah pemain Jepang, termasuk Tomokazu Harimoto, dinilai kurang menunjukkan sikap hormat dalam seremoni penghargaan.

Sejak awal laga, Tiongkok benar-benar menguasai jalannya pertandingan. Di partai ganda campuran, pasangan Tiongkok menang bersih 3–0. Laga tunggal putri pun kembali berakhir dengan skor identik 3–0. Hanya dalam dua pertandingan, Tiongkok sudah unggul jauh 6–0. Pada pertandingan ketiga di nomor tunggal putra, Tomokazu Harimoto kehilangan ketajamannya dan harus mengakui keunggulan Lin Shidong dengan skor 1–2.

Kemenangan ini mengantarkan Tiongkok meraih gelar juara Piala Dunia Beregu Campuran untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sementara itu, Jepang kembali harus menerima kekalahan dari Tiongkok setelah sebelumnya tersingkir di semifinal beregu putra Kejuaraan Asia. Usai laga, raut kekecewaan tampak jelas di wajah para pemain Jepang. Selanjutnya, upacara penghargaan digelar dengan Tiongkok, Jepang, dan Jerman masing-masing menempati podium juara, runner-up, dan peringkat ketiga.

Setelah seluruh atlet dan pelatih menerima medali, lagu kebangsaan Tiongkok dikumandangkan. Seluruh hadirin berdiri, sementara bendera merah berlambang lima bintang perlahan dinaikkan diiringi alunan lagu yang megah. Di atas podium, para pemain dan staf pelatih Tiongkok menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh kebanggaan.

Usai lagu kebangsaan selesai, seluruh tim Tiongkok, seluruh tim Jerman, serta para penonton memberikan tepuk tangan meriah. Di barisan depan tim Jepang, empat pemain putri juga ikut bertepuk tangan. Hina Hayata menjadi yang pertama memulai, disusul oleh Miwa Harimoto yang berdiri di sampingnya.

Namun, suasana berbeda terlihat di barisan belakang podium. Empat pemain Jepang serta satu orang pelatih tidak memberikan tepuk tangan sama sekali. Sepanjang momen tersebut, Tomokazu Harimoto tampak berwajah tegang dan muram, seolah masih belum bisa melepaskan kekecewaan akibat kekalahan yang baru saja dialaminya.

Dalam wawancara setelah pertandingan, Harimoto mengungkapkan bahwa dirinya mengalami banyak hal selama berada di Chengdu, tetapi memilih untuk tidak menjelaskannya secara rinci. Ia juga menegaskan bahwa sebenarnya ia telah memperkirakan berbagai kesulitan tersebut bahkan sebelum menghadapi tim Tiongkok.

接著讀