China Rayakan Gelar Juara dengan Lagu Kebangsaan, Tomokazu Harimoto Tertangkap Tak Bertepuk Tangan, Sang Adik Memberi Aplaus Diam-Diam
Pada malam 7 Desember, Tim Nasional Tiongkok tampil sangat dominan di partai final Piala Dunia Bereg...
Pada malam 7 Desember, Tim Nasional Tiongkok tampil sangat dominan di partai final Piala Dunia Beregu Campuran ITTF dan berhasil menaklukkan Jepang dengan skor telak 8–1 untuk memastikan gelar juara. Namun, suasana pasca pertandingan sempat menuai perhatian publik ketika sejumlah pemain Jepang, termasuk Tomokazu Harimoto, dinilai kurang menunjukkan sikap hormat dalam seremoni penghargaan.
Sejak awal laga, Tiongkok benar-benar menguasai jalannya pertandingan. Di partai ganda campuran, pasangan Tiongkok menang bersih 3–0. Laga tunggal putri pun kembali berakhir dengan skor identik 3–0. Hanya dalam dua pertandingan, Tiongkok sudah unggul jauh 6–0. Pada pertandingan ketiga di nomor tunggal putra, Tomokazu Harimoto kehilangan ketajamannya dan harus mengakui keunggulan Lin Shidong dengan skor 1–2.
Kemenangan ini mengantarkan Tiongkok meraih gelar juara Piala Dunia Beregu Campuran untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sementara itu, Jepang kembali harus menerima kekalahan dari Tiongkok setelah sebelumnya tersingkir di semifinal beregu putra Kejuaraan Asia. Usai laga, raut kekecewaan tampak jelas di wajah para pemain Jepang. Selanjutnya, upacara penghargaan digelar dengan Tiongkok, Jepang, dan Jerman masing-masing menempati podium juara, runner-up, dan peringkat ketiga.
Setelah seluruh atlet dan pelatih menerima medali, lagu kebangsaan Tiongkok dikumandangkan. Seluruh hadirin berdiri, sementara bendera merah berlambang lima bintang perlahan dinaikkan diiringi alunan lagu yang megah. Di atas podium, para pemain dan staf pelatih Tiongkok menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh kebanggaan.
Usai lagu kebangsaan selesai, seluruh tim Tiongkok, seluruh tim Jerman, serta para penonton memberikan tepuk tangan meriah. Di barisan depan tim Jepang, empat pemain putri juga ikut bertepuk tangan. Hina Hayata menjadi yang pertama memulai, disusul oleh Miwa Harimoto yang berdiri di sampingnya.
Namun, suasana berbeda terlihat di barisan belakang podium. Empat pemain Jepang serta satu orang pelatih tidak memberikan tepuk tangan sama sekali. Sepanjang momen tersebut, Tomokazu Harimoto tampak berwajah tegang dan muram, seolah masih belum bisa melepaskan kekecewaan akibat kekalahan yang baru saja dialaminya.
Dalam wawancara setelah pertandingan, Harimoto mengungkapkan bahwa dirinya mengalami banyak hal selama berada di Chengdu, tetapi memilih untuk tidak menjelaskannya secara rinci. Ia juga menegaskan bahwa sebenarnya ia telah memperkirakan berbagai kesulitan tersebut bahkan sebelum menghadapi tim Tiongkok.
Alasan Thierry Henry Mengatakan Inter Milan Dirugikan kontra Barcelona
Thierry Henry berpendapat bahwa Inter dirugikan dengan hasil imbang 3-3 melawan Barcelona di partai leg pertama semifinal Liga Champions pada Rabu (30/4) atau Kamis dini hari WIB.
Raksasa Senjata AS Berebut Pasar Eropa Saat Anggaran Pertahanan Melejit Subjudul (opsional):
Ketegangan geopolitik dan perang di Ukraina telah mendorong negara-negara Eropa menaikkan anggaran p...
Mbappé Tertekan! Penyerang Muda Asal Akademi Real Madrid Gonzalo García Bersinar dengan Efisiensi Lebih Tinggi
Dalam pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub yang baru saja selesai, penyerang muda berus...
Stetoskop Berusia 200 Tahun Dilengkapi Otak AI: Mendeteksi Tiga Penyakit Jantung Hanya dalam 15 Detik
Sejak ditemukan pada tahun 1816, stetoskop telah menjadi alat penting bagi dokter untuk mendengarkan...
Wembanyama Cetak 22 Poin, 7 Rebound, dan 3 Asist di Paruh Pertama — Latihan di Shaolin Benar-Benar Membuatnya Berbeda!
Victor Wembanyama akhirnya menunjukkan kepada dunia betapa mengerikannya versi dirinya yang benar-be...
Apakah Saham Hong Kong Memasuki “Golden Bottom” Lagi?
Sejak awal Oktober, Hang Seng Tech Index turun sekitar 20%, namun dana selatan Tiongkok daratan dan ...
Langkah Besar! Liaoning Rekrut Bintang Brasil Lopez dengan Biaya Transfer Lebih dari ¥12 Juta, Li Jinyu Nikmati “Panen Besar”
Pada 28 Desember, media Brasil urbnews melaporkan bahwa klub promosi Liga Super China, Liaoning Iron...
Aset Paling “Panas” di Dunia — Skala Cadangannya Sudah Melampaui Obligasi AS!
(New York, 15 Februari) Harga emas melonjak tajam, sementara bank sentral di berbagai negara juga te...
Di Banyak Kota, Semakin Besar Tipe Hunian, Semakin Mudah Terjual
Saya baru saja membuka kembali beberapa tulisan lama yang pernah saya buat.Saat dibaca sekarang, ras...
Kemunculan Mendadak Lin Chi-ling di Hospital Cetus Kebimbangan Kesihatan, Pengurus Tampil Beri Penjelasan
(Taipei, 25) Supermodel dan aktris Taiwan berusia 51 tahun Lin Chi-ling, yang telah menikah selama 7...
Putri dari Dee Hsu mendapat komentar sinis dari netizen yang menuduhnya “tidak belajar dan ingin menikah dengan orang kaya.” Namun sang adik, yang dikenal sebagai “Lao San,” membalas dengan tegas, “Sudah,” dan aksinya membela sang kakak pun menuai pujian luas.
(Taipei, 31 Maret) Alice Hsu, putri bungsu selebriti Taiwan Dee Hsu (Little S), baru-baru ini mengha...