2026年9月10日

Masih Ada yang Pakai Kalkulator? Casio Ternyata Menjual 39 Juta Unit Setiap Tahun

Pasar kalkulator global ternyata masih menunjukkan vitalitas yang kuat hingga hari ini, terutama di ...

Pasar kalkulator global ternyata masih menunjukkan vitalitas yang kuat hingga hari ini, terutama di negara-negara yang pasokan listrik dan koneksi internetnya belum sepenuhnya stabil. Di tengah gempuran teknologi canggih, keberadaan kalkulator tetap relevan dan dibutuhkan.

Meski berbagai alternatif modern telah bermunculan, penjualan kalkulator di sejumlah wilayah dunia masih tergolong tinggi. Senior General Manager Divisi Edukasi Casio, Tomoaki Sato, menegaskan bahwa kalkulator tetap menjadi alat paling andal untuk perhitungan matematika. Berbeda dengan chatbot yang berpotensi menghasilkan “halusinasi”, kalkulator selalu memberikan jawaban yang akurat dan konsisten. Ia juga mengakui bahwa kalkulator pribadi untuk kebutuhan bisnis kini memang kian jarang digunakan karena telah tergantikan oleh ponsel pintar dan peramban web. Sementara itu, kemampuan model kecerdasan buatan bahkan telah berkembang hingga mampu menyaingi manusia dalam kompetisi matematika tingkat internasional.

Walaupun permintaan pasar secara umum menunjukkan tren penurunan, Casio tetap mempertahankan skala produksi dan penjualan yang besar. Pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, Casio berhasil menjual sekitar 39 juta unit kalkulator standar dan ilmiah ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Sebagai perbandingan, pada tahun fiskal 2019–2020 penjualan masih mencapai 45 juta unit, sebelum pandemi COVID-19 sempat menekan angka penjualan hingga turun ke level 31 juta unit.

Casio sendiri didirikan oleh Tadao Kashio pada tahun 1946, dan sepuluh tahun kemudian mencetak sejarah melalui peluncuran Model 14-A, kalkulator meja elektronik pertama di dunia yang menggunakan teknologi relai. Dalam beberapa tahun terakhir, Casio juga menghadirkan kembali salah satu produknya yang paling legendaris, yakni Casio Mini versi modern. Produk yang pertama kali dirilis pada 1972 ini dahulu langsung meraih popularitas berkat desainnya yang ringkas serta harga yang terjangkau.

Managing Director Casio Thailand, Ryohei Saito, menjelaskan bahwa kalkulator masih sangat diminati di wilayah-wilayah dengan koneksi internet yang tidak stabil. Hal ini karena kalkulator merupakan perangkat yang dirancang khusus untuk tujuan tertentu, dengan optimalisasi tinggi terhadap fungsi dan aturan matematika yang spesifik.

Keunggulan lain yang tak kalah penting adalah faktor harga. Kalkulator jauh lebih murah dibandingkan ponsel pintar, apalagi komputer desktop atau laptop. Banyak model juga dapat beroperasi dengan baterai biasa atau tenaga surya, sebuah keunggulan krusial bagi negara berkembang. Sato mengonfirmasi bahwa Casio kini secara aktif memfokuskan ekspansi bisnisnya ke pasar-pasar tersebut demi mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Bagi pelajar dan profesional yang masih mengandalkan kalkulator, kecepatan respons dan umpan balik sentuhan menjadi nilai tambah yang sulit tergantikan. Andal, fokus pada tugas, serta ekonomis, kalkulator tetap mempertahankan posisinya sebagai perangkat bernilai tinggi—bahkan bagi sebagian orang, lebih bermakna dibandingkan banyak teknologi lain yang pernah mereka gunakan sejak masa sekolah.

接著讀

Pemerintah Jepang Kembali Salurkan Cadangan Beras untuk Kendalikan Lonjakan Harga

Untuk meredam lonjakan harga beras akibat gagal panen yang dipicu suhu ekstrem, pemerintah Jepang pada 11 Juni meluncurkan penyaluran cadangan beras kelima tahun ini, dengan total 120.000 ton beras hasil panen 2021. Jika permintaan tinggi, 100.000 ton beras dari panen 2020 akan menyusul. Penyaluran sebelumnya memicu antrean panjang dan pembelian massal di berbagai daerah.

455 天前