2026年9月10日

Kapten Timnas Tiongkok U-23 Akan Dipinjamkan ke Klub League One Inggris—Jangan Diremehkan! Liga Peringkat 31 Dunia Ini Jelas Mengungguli CSL

Pada 31 Januari (waktu Beijing), sejumlah media domestik yang kredibel mengonfirmasi bahwa kapten Ti...

Pada 31 Januari (waktu Beijing), sejumlah media domestik yang kredibel mengonfirmasi bahwa kapten Timnas Tiongkok U-23, Xu Bin, yang baru saja diumumkan resmi bergabung dengan Wolverhampton Wanderers di Liga Primer Inggris, akan dipinjamkan sementara ke Barnsley—klub tradisional yang cukup disegani di EFL League One—untuk melanjutkan proses pengembangan dirinya. Namun, kabar ini memicu reaksi kurang puas dari sebagian fans Tiongkok, yang berkomentar, “Daripada main di liga level rendah di Inggris, mending tetap di CSL untuk berkembang!”

Memang benar, EFL League One adalah kompetisi kasta ketiga di Inggris, berada di bawah Premier League dan EFL Championship. Tetapi, apakah “kasta ketiga” otomatis berarti levelnya rendah? Dan jika dibandingkan dengan Chinese Super League (CSL), sebenarnya berada di level seperti apa?

Jika memakai dua acuan yang sering digunakan—nilai skuad versi Transfermarkt dan peringkat kekuatan liga dari Opta—gambarannya cukup jelas: dalam banyak aspek, CSL cenderung tertinggal dibanding League One.

Dari sisi nilai pasar, tim dengan nilai skuad tertinggi di League One musim ini adalah Luton Town dengan total €34,88 juta. Sementara itu, tim dengan nilai tertinggi di CSL adalah Shanghai Shenhua dengan €15,86 juta—bahkan tidak sampai setengah dari nilai Luton. Artinya, secara komposisi nilai skuad, Luton berada hampir dua kali lipat di atas Shenhua.

Jika Shanghai Shenhua “dipindahkan” ke League One dan dinilai murni berdasarkan total nilai skuad, mereka hanya akan menempati peringkat kelima—di bawah Luton, Cardiff City, Bolton Wanderers, dan Huddersfield Town.

Gambaran besarnya pun sejalan. Dari total 24 peserta League One, ada 10 klub yang nilai skuadnya menembus €10 juta. Di CSL, jumlahnya hanya empat: Shanghai Shenhua, Shanghai Port, Liaoning Tieren, dan Shandong Taishan.

Sementara itu, peringkat kekuatan liga versi Opta semakin menegaskan jarak keduanya. League One memang “hanya” berada di posisi ke-31 dunia—jauh di belakang Premier League (peringkat 1) dan Championship (peringkat 6). Namun, posisi itu tetap cukup untuk mengungguli CSL yang berada di peringkat ke-118. Bahkan, League Two (kasta keempat Inggris) disebut memiliki peringkat global yang lebih baik daripada CSL dalam kerangka yang sama.

Jika diperbesar hingga level klub, Shanghai Shenhua sebagai tim dengan kekuatan tertinggi dari CSL dalam ukuran ini, hanya menempati peringkat ke-19 jika disandingkan dengan klub-klub League One—tepat di bawah Barnsley, klub yang akan menjadi tujuan pinjaman Xu Bin. Dalam daftar peringkat global, Barnsley berada di posisi ke-632, yang berarti Shenhua hanya lebih kuat dari enam klub di antara 24 peserta League One.

Kesimpulannya, League One tidak seburuk yang dibayangkan sebagian fans. Jika Xu Bin mampu mendapatkan menit bermain yang stabil di Barnsley, intensitas pertandingan, tempo permainan, dan atmosfer persaingan di sana sangat mungkin mendorong perkembangan yang lebih cepat dibanding bertahan di CSL—terutama pada fase penting dalam kariernya saat ini.

接著讀

Penantian 21 Tahun: Ronaldo Juara Lagi di Usia 40, Akankah Piala Dunia 2026 Menjadi Momen Terakhir Mengejar Status GOAT?

Di usia 40 tahun, Cristiano Ronaldo akhirnya meraih trofi ketiga bersama timnas Portugal setelah menang adu penalti atas Spanyol di final UEFA Nations League. Dulu berjuang sendirian, kini Ronaldo memimpin generasi emas Portugal yang penuh bakat. Apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi kesempatan terakhirnya merebut gelar terbesar dan menyaingi Messi dalam perebutan status “GOAT”?

457 天前