2026年9月10日

Tiga “Penopang” Redam Inflasi: Mampukah Masyarakat Hadapi Kenaikan Harga?

(Kuala Lumpur, 30 Des) Seiring Proton dan Perodua meluncurkan kendaraan listrik (EV) masing-masing, ...

(Kuala Lumpur, 30 Des) Seiring Proton dan Perodua meluncurkan kendaraan listrik (EV) masing-masing, dua produsen mobil nasional Malaysia diperkirakan akan memasuki persaingan penjualan yang semakin sengit pada tahun depan.

Analis CIMB Securities menyebutkan, Proton merilis EV terbarunya e.MAS 5 pada November, sementara Perodua memperkenalkan QV-E pada Desember. Dengan portofolio BEV yang kian lengkap, porsi penjualan kendaraan listrik murni (BEV) dari merek lokal diperkirakan akan terus meningkat pada 2026.

Pada sembilan bulan pertama 2025, BEV menyumbang 4,1% dari total penjualan mobil baru di Malaysia—naik dari 2,4% pada 2024.

Penjualan mobil 2026 diproyeksi menurun

Meski penetrasi EV membaik, analis memperkirakan total penjualan industri otomotif (TIV) Malaysia turun 2% secara tahunan pada 2026 menjadi 774.000 unit, lebih rendah dibanding 790.000 unit pada 2025, dipengaruhi melemahnya sentimen konsumen dan tekanan inflasi.

Mulai Januari 2026, insentif bebas pajak untuk EV impor utuh (CBU) akan berakhir, sehingga harga rata-rata EV impor berpotensi naik. Faktor lain yang dapat memengaruhi pasar antara lain meningkatnya persaingan dari produsen Tiongkok serta kemungkinan peninjauan kembali metode perhitungan open market value (OMV) oleh pemerintah.

“Walau tantangan bertambah, kami menilai permintaan untuk Proton dan Perodua tetap tangguh, didukung pembeli pertama dan kebutuhan pasar yang relatif stabil, serta kelanjutan subsidi bensin RON95 di bawah program BUDI95,” ujar analis.

Persaingan makin ketat; rating sektor tetap Netral

Analis menambahkan, merek Tiongkok diperkirakan terus memperbesar pangsa pasar melalui strategi harga agresif, sekaligus menekan ruang pertumbuhan merek Jepang.

Di sisi lain, penundaan enam bulan dalam penyesuaian OMV memberi ruang napas jangka pendek bagi pelaku industri, terutama perusahaan dengan porsi perakitan lokal (CKD) yang lebih tinggi, dan dinilai menguntungkan merek Jepang serta Eropa seperti Toyota, Honda, Mazda, BMW, dan Mercedes-Benz.

Dengan prospek pertumbuhan yang lebih lemah dan persaingan yang kian sengit, CIMB Securities mempertahankan peringkat “Netral” untuk sektor otomotif.

接著讀