2026年9月10日

Wang Yue (60) dikabarkan sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit; operasi darurat jadi perhatian publik

Wang Yue, aktris teater sekaligus direktur artistik berusia 60 tahun, baru saja beberapa waktu lalu ...

Wang Yue, aktris teater sekaligus direktur artistik berusia 60 tahun, baru saja beberapa waktu lalu dengan gembira mempromosikan karya klasik mendiang Lee Kuo-Hsiu berjudul Half-Li Great Wall. Namun pada malam (29), ia mengejutkan publik lewat unggahan di media sosial: ia mengungkap bahwa pada akhir November dirinya sempat pingsan di rumah, kepalanya terbentur keras saat jatuh, dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat.

Wang juga mengatakan ia sempat tidak sadar di ICU selama lima hari, sebelum akhirnya siuman dan dipindahkan ke bangsal biasa. Ia mengaku “sebagian tempurung kepala hilang,” serta merasa dirinya “sangat beruntung” bisa melewati masa kritis tersebut. Di akhir unggahan, ia pun menyampaikan pesan emosional untuk mendiang suaminya, Lee Kuo-Hsiu, yang hari peringatan kelahirannya jatuh pada tanggal 30.

Wang menjelaskan, pada 26 November ia tiba-tiba pingsan di rumah. Setelah kepalanya menghantam lantai, ia langsung kehilangan kesadaran dan sama sekali tidak mengingat kejadian itu. Beruntung, banyak pihak segera memberikan bantuan sehingga ia dapat segera dibawa ke rumah sakit dan langsung menjalani operasi pembukaan tengkorak untuk mengangkat bekuan darah.

Ia kemudian mengetahui bahwa kondisi saat itu sangat genting. Putranya menandatangani persetujuan tindakan penyelamatan darurat sebelum operasi, sementara putrinya yang saat itu berada di Busan segera mengubah tiket pesawat dan terbang kembali ke Taipei.

Wang mengatakan operasi berjalan lancar, tetapi ia masih tidak sadarkan diri di ICU selama lima hari. Sekitar delapan hari setelah dirawat, ia baru dipindahkan ke ruang rawat biasa. Di masa itu pula ia mengetahui bahwa sebagian tempurung kepalanya belum terpasang kembali, sehingga setiap hari terasa jauh lebih berat—bahkan untuk bernapas. Setelah bertanya kepada dokter, ia diberi penjelasan bahwa tanpa tempurung kepala, otak lebih langsung terpengaruh tekanan dari luar; kondisi ini umumnya akan membaik setelah prosedur pemulihan tengkorak dilakukan.

Menghadapi ujian hidup yang datang mendadak, Wang merasa dirinya sangat beruntung karena mampu bertahan. Ia juga menyebut dokter mengatakan bahwa ini termasuk jenis cedera tengkorak yang relatif “lebih ringan” dibanding kemungkinan terburuk. Dari situ ia memahami bahwa “keajaiban” tidak selalu berarti tanpa luka sama sekali, melainkan luka yang ternyata lebih ringan dari yang dibayangkan—dan kesempatan untuk hidup kembali membuatnya lebih bersyukur.

Wang mengungkapkan bahwa pekan ini ia akan menjalani operasi “pemulihan tengkorak” (rekonstruksi). Ia mengaku masih diliputi rasa cemas dan kerap meneteskan air mata, namun ia juga sangat berterima kasih. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang besar kepada teman-teman yang selama ini memberikan bantuan dan dukungan, meski kondisinya belum memungkinkan untuk membalas satu per satu.

Di akhir unggahan, Wang menulis dengan penuh haru: “Besok adalah hari peringatan ulang tahun (almarhum) Kuo-Hsiu. Yang paling ingin kukatakan padanya adalah, jika sesuatu terjadi padaku, tolong datang menjemputku. Itulah harapanku yang terbesar.” Unggahan tersebut pun dibanjiri komentar doa dari para penggemar yang mendoakan operasinya berjalan lancar dan ia segera pulih.

接著讀