2026年9月10日

Guangdong Kalah 104–113 dari Shanghai: 1 Kabar Baik, 3 Kekhawatiran—Huang Mingyi Jadi Kejutan, tetapi Lini Dalam dan Zhang Haojia Tampil Mengecewakan

Pada babak gugur CBA Club Cup, Shanghai menang 113–104 atas Guangdong dan memastikan tempat di semif...

Pada babak gugur CBA Club Cup, Shanghai menang 113–104 atas Guangdong dan memastikan tempat di semifinal. Guangdong kembali tersandung pada masalah klasik di paruh kedua: tim terlihat terus berada di bawah tekanan, tempo permainan dikuasai lawan, dan pada akhirnya gagal membalikkan keadaan. Seusai laga, Guangdong mendapatkan satu hal yang patut diapresiasi, tetapi juga menghadapi tiga kekhawatiran besar.

Kabar baiknya datang dari Huang Mingyi, yang tampil sebagai kejutan paling menyenangkan. Di paruh pertama, ia bermain sangat efektif dengan kontribusi yang stabil—benar-benar memberi dampak instan, seolah “plug-and-play”. Namun, situasi menjadi membingungkan ketika memasuki paruh kedua, karena menit bermainnya tiba-tiba berkurang drastis. Padahal, dalam tren basket modern, forward yang mampu membawa bola dan menciptakan peluang adalah tipe pemain yang sangat langka dan dibutuhkan hampir semua tim. Secara logika, ia layak terus diberi peran lebih besar. Sayangnya, Du Feng tidak memberinya kesempatan yang cukup. Ke depan, Guangdong perlu lebih berani memaksimalkan dan mengembangkan Huang Mingyi, karena potensinya jelas terlihat.

Di sisi lain, masalah paling mencolok tetap berada di area paint. Dalam dua pertemuan terakhir melawan Shanghai, polanya semakin jelas: setiap kali Shanghai masuk ke area dalam, mereka bisa mencetak angka dengan relatif mudah—baik melalui big man yang menyelesaikan di dekat ring maupun pemain perimeter yang menembus hingga ke bawah. Absennya Salinger membuat Guangdong kehilangan satu sumber perlindungan ring yang penting, sementara pemain lain belum mampu menutupi kekosongan tersebut. Akibatnya, Guangdong tampak terlalu pasif dan terus bereaksi, bukan mengontrol. Bahkan ketika Quain sempat “meledak” dan mencetak poin beruntun, itu tetap tidak cukup untuk menambal rapuhnya pertahanan di lini dalam.

Kekhawatiran berikutnya adalah performa Zhang Haojia yang jauh dari ideal. Saat ia berada di lapangan, dampaknya justru terasa seperti “efek samping” bagi tim. Bermain di posisi four, ia menghadapi keterbatasan dari sisi tinggi badan dan kecepatan kaki, sehingga di pertahanan ia kerap terlambat membaca situasi dan hanya bisa melihat lawan mencetak angka. Memang, di momen akhir ia sempat memasukkan beberapa tembakan tiga angka, tetapi kebocoran di pertahanan berlangsung terlalu konsisten. Dalam laga knockout yang menuntut detail, kelemahan seperti ini sangat sulit ditoleransi.

Terakhir, Guangdong juga mendapat kabar mengkhawatirkan dari kondisi Samner. Setelah masuk pada paruh kedua, ia tampil tajam dan produktif, mengandalkan kemampuan individu untuk menjaga jarak skor tetap ketat. Namun, di kuarter keempat ia terlihat mengalami cedera. Sampai saat ini, detailnya masih belum jelas dan kondisinya masih menjadi tanda tanya—terlebih ia sempat meninggalkan area bangku cadangan saat pertandingan masih berjalan. Guangdong tentu berharap ini hanya cedera ringan, karena jika kondisinya serius, dampaknya terhadap kekuatan tim akan sangat besar.

接著讀