2026年9月10日

Katanya ‘Hanya Sebuah Doa’: Bos Cantik Tanggapi Janji Hadiah Mobil, Top Skorer Yongzhou Akui “Saya Sangat Terluka”

Sudah tiga hari berlalu sejak Yongzhou menjuarai kompetisi pada 27 Desember, namun bos perempuan tim...

Sudah tiga hari berlalu sejak Yongzhou menjuarai kompetisi pada 27 Desember, namun bos perempuan tim Yongzhou, Tang Lei, belum juga merealisasikan janji yang sempat menghebohkan: menghadiahkan mobil untuk setiap pemain. Kabar terbaru menyebutkan, pihak perusahaan kini mengatakan bahwa pernyataan Tang saat itu “hanya sebuah doa dan harapan baik.” Di sisi lain, para pemain Yongzhou juga mulai menyuarakan sikap mereka.

Kembali ke bulan Agustus, hampir tak ada yang benar-benar percaya Yongzhou punya peluang besar menjadi juara. Pada periode itulah Tang berdiri di hadapan seluruh skuad dan menyampaikan, “Kalau kalian menjuarai Xiang Super League, saya akan menghadiahi masing-masing dari kalian sebuah mobil.” Ucapan itu menyulut semangat tim—para pemain pun menyambutnya dengan antusias dan menyampaikan rasa terima kasih.

Memasuki fase musim reguler, Yongzhou hanya finis di peringkat kelima dan tetap dipandang sebagai tim kuda hitam. Di semifinal, mereka bertemu Changsha—tim yang disebut-sebut sebagai favorit utama juara. Opini publik nyaris bulat memperkirakan Changsha akan menang. Menjelang laga, Tang bahkan sempat mengunggah video untuk memberi dukungan dan kembali menegaskan bahwa ia akan menepati janji tersebut, dengan satu syarat: Yongzhou harus menjadi juara.

Namun Yongzhou justru membuat kejutan besar dan melaju ke final. Tang kembali menegaskan komitmennya soal hadiah mobil. Ia juga menanggapi spekulasi warganet di kolom komentar, “Saya lihat banyak yang bilang saya cuma akan memberi skuter listrik Yadea. Memangnya visi saya sekecil itu? Tapi syaratnya tetap sama: Yongzhou harus juara.”

Masalah muncul setelah Yongzhou benar-benar mengangkat trofi. Tang seolah menghilang dari sorotan: tidak lagi tampil di publik, media sosialnya pun mendadak sunyi—sangat berbeda dari gaya sebelumnya yang cukup vokal dan menonjol. Keheningan itu memicu dugaan bahwa ia akan menarik kembali ucapannya. Seorang wartawan kemudian mendatangi gerai perusahaan penjualan mobil tersebut, tetapi staf menolak memberikan wawancara.

Karena tidak mendapat jawaban di lokasi, wartawan akhirnya menghubungi perwakilan hukum perusahaan. Respons yang disampaikan atas nama Tang mengejutkan banyak pihak: “Itu hanya doa dan harapan baik dari kami.” Janji yang sebelumnya terdengar tegas dan berulang kali diucapkan, kini dibingkai ulang sebagai sekadar ungkapan goodwill. Bahkan, pihak terkait di Yongzhou juga disebut mengonfirmasi bahwa Tang memang belum memberikan mobil kepada para pemain.

Perubahan sikap ini jelas melukai tim. Dalam sebuah siaran langsung, top skor Yongzhou, Gao Xiang, mengungkapkan kekesalan dan kekecewaannya. Ia menilai, keputusan Tang yang tiba-tiba berubah seakan menunjukkan bahwa sejak awal ia tidak benar-benar percaya Yongzhou bisa melewati Changsha, sehingga janji itu diucapkan karena mengira timnya akan gagal.

Ia menambahkan, hal yang paling sulit diterima adalah betapa “pasti”-nya janji itu terdengar sebelum laga melawan Changsha—lalu menguap begitu tim membuktikan hasilnya. “Kalau memang tidak jadi memberi, bilang saja dari awal,” ujarnya, menekankan bahwa pembalikan sikap tersebut membuatnya benar-benar merasa terluka.

接著讀