2026年9月10日

Macan Jinmen Tiger Dihantam Cedera Legiun Asing Selama 3 Bulan, Huang Jiahui “Tak Tersentuh”; Zheng Long Resmi Beralih ke Dunia Kepelatihan, Qingdao Hainiu Rombak Total Lima Pemain Asing

Jika berbicara soal ketajaman memilih pemain asing di Liga Super Tiongkok (CSL), nama Yu Genwei laya...

Jika berbicara soal ketajaman memilih pemain asing di Liga Super Tiongkok (CSL), nama Yu Genwei layak berada di barisan terdepan. Musim lalu, lima pemain asing Tianjin Jinmen Tiger terbukti tepat guna dan benar-benar sesuai kebutuhan tim. Andai kedalaman skuad lebih kuat, Jinmen Tiger bahkan berpeluang menembus empat besar.

Di era pasca “sepak bola uang besar”, dengan anggaran terbatas, finis peringkat enam selama dua musim beruntun adalah bukti bagaimana Tianjin memaksimalkan value hingga titik paling efisien. Tidak sedikit klub yang menghabiskan dana dua kali lipat, tetapi tetap minim hasil. Sayangnya, Tianjin gagal mempertahankan Ademi, yang kini berpeluang melanjutkan karier—kemungkinan bergabung dengan Chen Tao dan merapat ke Shenzhen Peng City.

Memasuki musim depan, tantangan Tianjin Jinmen Tiger diprediksi jauh lebih berat. Sejumlah klub meningkatkan investasi, sehingga strategi “biaya kecil, hasil besar” akan makin sulit dijalankan—bahkan untuk pelatih seakali Yu Genwei. Menurut laporan jurnalis Gu Ying, gelandang bertahan berkarakter keras, Salvador, telah menjalani operasi perbaikan ligamen pergelangan kaki bagian dalam dan luar, dan diperkirakan absen sekitar tiga bulan.

Artinya, Salvador dipastikan melewatkan pemusatan latihan musim dingin. Ia juga sangat mungkin tidak tampil pada laga-laga bulan Maret, dan ketika kembali pun masih memerlukan waktu untuk mengembalikan kebugaran serta sentuhan pertandingan. Tianjin perlu bersiap menghadapi start yang menantang, sambil berupaya tetap “tidak tertinggal jauh” sampai komposisi tim kembali lengkap.

Musim lalu, Salvador tampil 25 kali dengan kontribusi 1 gol dan 5 assist. Namun perjalanannya tidak selalu mulus—ia sempat mengalami patah tulang hidung dan masalah pada pergelangan kaki. Meski begitu, ia dikenal sebagai pemain “petarung”: pemulihannya cepat dan kerap bermain meski menahan rasa sakit.

Dengan absennya Salvador, Tianjin harus lebih mengandalkan Huang Jiahui di lini tengah. Sempat muncul kabar ada klub CSL lain yang meminatinya, namun Huang disebut sebagai pemain “non-transferable”. Ia baru saja memperpanjang kontrak pada bursa transfer musim panas tahun ini, sehingga klub tidak berniat melepasnya.

Tanpa Salvador, tugas intersep, perlindungan lini belakang, dan kerja-kerja defensif di tengah lapangan akan lebih banyak ditopang pemain lokal. Situasi ini makin rumit karena satu gelandang muda lainnya, Chen Zhexuan, harus lebih dulu menjalani skorsing lima pertandingan, sehingga opsi rotasi Tianjin pada periode krusial menjadi semakin terbatas.

Sementara itu, klub tradisional Qingdao Hainiu juga memasuki fase pembangunan ulang. Kiper utama Han Rongze telah bergabung dengan Liaoning Tieren. Wellington disebut berpeluang memperkuat Chengdu Rongcheng musim depan. Beberapa pemain pinjaman dari Shandong Taishan pun belum ada kepastian akan tetap bertahan.

Setelah Li Xiaopeng meninggalkan kursi pelatih, Milan Ristic kini mengambil alih proyek Qingdao Hainiu. Di saat yang sama, pemain senior Zheng Long bersiap memasuki babak baru dalam kariernya. Menurut laporan reporter Qingdao Daily, Sun Fei, Zheng Long yang kini berusia 37 tahun telah ditunjuk sebagai asisten pelatih Qingdao Hainiu—sebuah sinyal kuat bahwa ia akan mengakhiri karier sebagai pemain.

Zheng Long memiliki rekam jejak yang kaya. Ia memulai karier dari Qingdao, lalu pindah ke Guangzhou dan meraih empat gelar liga serta dua trofi Liga Champions AFC. Bahkan, ia pernah mencetak gol di ajang Piala Dunia Antarklub. Pada 2019 ia bergabung dengan Dalian Professional, lalu kembali ke Qingdao pada 2022—membantu tim promosi dan bertahan di liga dalam dua musim beruntun.

Kini, sebagai asisten Milan Ristic, peran Zheng Long diperkirakan akan sangat penting di ruang ganti. Kehadiran sosok legenda klub di staf pelatih bisa memperkuat kekompakan, meredam potensi friksi internal, dan menjaga tim tetap satu arah saat menghadapi masa-masa sulit.

Pada akhirnya, nasib Qingdao Hainiu untuk bertahan di CSL sangat ditentukan oleh kualitas rekrutan pemain asing. Mereka sempat terjebak di zona degradasi pada paruh pertama musim lalu, sebelum kedatangan Lankelze di bursa musim panas membantu memperbaiki masalah ketajaman.

Namun kali ini, Qingdao akan melakukan reset total: kelima pemain asing dipastikan tidak akan dipertahankan dan seluruhnya akan diganti. Ristic sendiri dikenal punya mata yang cukup tajam soal legiun asing. Saat menangani Meizhou Hakka, ia memanfaatkan jejaring dan pengalamannya untuk mendatangkan pemain asing dengan nilai yang sangat sepadan.

Dengan persaingan bertahan yang diprediksi makin brutal musim depan, Qingdao bukan hanya membutuhkan pemain asing yang berkualitas, tetapi juga yang siap tampil konsisten. Tingkat kehadiran dan reliabilitas harus menjadi prioritas, agar mereka tidak kembali mengulang kesulitan musim lalu.

接著讀