2026年9月10日

Terbang 8 Peringkat! Kebangkitan Manchester United Jadi yang Terbesar di Premier League—Tiga Pemain Lolos tapi Belum Bisa Pulang, Amorim “Waspada” Bruno Fernandes Ambil Sorotan

Manchester United akan segera kembali bermain di Old Trafford untuk menjamu Wolves. Tiga pekan lalu,...

Manchester United akan segera kembali bermain di Old Trafford untuk menjamu Wolves. Tiga pekan lalu, meski sempat dibuat frustrasi saat Wolves menyamakan kedudukan, United tetap mampu menggulung lawannya dengan kemenangan meyakinkan di laga tandang. Kini, ketika giliran bermain di kandang sendiri, tidak ada alasan bagi United untuk “menghadiahkan” Wolves kemenangan pertama mereka di Premier League musim ini.

Namun jelang laga, sorotan utama justru tertuju pada siapa saja yang bisa dimainkan. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Amorim melempar “bom asap” dengan mengatakan bahwa ia tidak berharap ada pemain yang kembali dalam waktu dekat. Kondisi Mason Mount masih belum jelas, Kobbie Mainoo belum siap, kapten Bruno Fernandes juga berada dalam situasi serupa. Matthijs de Ligt dan Harry Maguire pun disebut belum berada pada titik comeback. Intinya tegas: jangan berharap ada gelombang pemain pulih yang datang tiba-tiba.

Situasi ini membuat United tetap berada dalam posisi serba terbatas. Pada laga sebelumnya, Amorim bahkan terpaksa menempatkan Dorgu sebagai winger kanan darurat, sekaligus mengubah pendekatan dengan bermain memakai empat bek. Itu menjadi bukti bahwa bahkan pelatih pun tidak bisa “menciptakan solusi” ketika pilihan pemain menipis. Kabar baiknya, Dorgu menjawab kepercayaan tersebut—pemain 21 tahun itu mencetak gol dan membantu United mengamankan tiga poin, membuat namanya semakin diperhitungkan di mata para suporter.

Ada satu catatan penting terkait Dorgu: ia sudah mengoleksi empat kartu kuning. Satu kartu kuning lagi biasanya berarti skors satu pertandingan. Namun United mendapat keuntungan dari aturan akumulasi, karena setelah melewati pekan ke-19, batas lima kartu kuning tidak lagi otomatis berujung larangan bermain. Artinya, jika Dorgu mampu menahan diri satu laga lagi tanpa kartu, ancaman skors berikutnya baru muncul saat mengoleksi sepuluh kartu kuning.

Dalam hal pendekatan taktik, Amorim menyampaikan pandangan yang patut diapresiasi. Ia menegaskan tim tidak akan selamanya terpaku pada skema tiga bek. Meski demikian, ia juga menilai perubahan sistem terlalu cepat bisa memunculkan kesan bahwa dirinya “menyerah” pada tekanan luar. Karena itu, menurutnya, momen untuk beralih ke empat bek harus dipilih dengan tepat—taktik yang tepat, pada waktu yang tepat—dan ia senang para pemain mampu menjalankannya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan satu prinsip: pelatih kepala tidak boleh membiarkan kebisingan media menentukan arah keputusan. Hanya pelatih yang benar-benar memahami kondisi tiap pemain, serta mengetahui sistem mana yang paling sesuai untuk timnya—bukan media, bukan suporter, bahkan bukan legenda yang kerap bersuara keras. Berpegang pada keyakinan sendiri, dalam banyak kasus, justru bisa menjadi pembeda antara sekadar bertahan dan benar-benar sukses.

Musim ini, peningkatan paling menonjol United terlihat dari ancaman mereka lewat bola mati. Set-piece kini menjadi senjata utama, bahkan membuat United termasuk yang paling menonjol di antara 20 tim Premier League. Dengan lebih banyak gol lahir dari skema bola mati, United sudah mencetak 32 gol dalam 18 pertandingan—lonjakan yang terasa jelas dibanding beberapa musim terakhir. Memang, jumlah kebobolan masih relatif tinggi, tetapi produktivitas yang stabil menjaga “batas bawah” performa: selisih gol tidak jatuh negatif, hasil lebih konsisten, dan posisi di klasemen terus merangkak naik.

Perbandingannya sangat kentara. Pada pekan ke-18 musim lalu, United masih terdampar di peringkat 14. Kini, pada fase yang sama, mereka sudah naik ke posisi enam. Itu berarti lonjakan delapan peringkat—yang disebut sebagai peningkatan terbesar di Premier League jika dibandingkan periode yang sama. Bahkan poin mereka juga sudah sejajar dengan Chelsea di urutan lima, sehingga United setidaknya masih bisa “mengintip” zona Liga Champions.

Karena itu, menghadapi Wolves yang berada di dasar klasemen, United tidak boleh terpeleset. Kesulitan skuad tidak bisa dijadikan pembenaran. Menghadapi tim yang hanya mengoleksi dua poin dari 18 laga, kekalahan—yang berarti memberi Wolves kemenangan pertama musim ini—akan menjadi tamparan memalukan, bahkan terasa lebih memalukan daripada kalah dari Grimsby.

Menariknya, Amorim tampak cukup bersemangat menjelang pertandingan ini. Ia mengungkap bahwa Bruno Fernandes selalu merasa bisa ikut latihan dan terus mendorong dirinya agar cepat kembali bermain. Bahkan setelah menjalani perawatan, Bruno masih memantau sesi latihan di lapangan. Amorim pun melontarkan candaan: jangan-jangan Bruno ingin “merebut pekerjaannya”. Sebuah momen ringan, tetapi sekaligus menegaskan mentalitas sang kapten—pemimpin yang benar-benar hadir, bekerja keras, dan tak pernah setengah-setengah.

Di sisi lain, kabar positif juga datang dari ajang Piala Afrika. Mazraoui mencatat assist untuk Diaz pada laga pertama, yang turut melahirkan gol pertama turnamen tersebut. Mbeumo mencetak gol di laga debutnya dan meraih penghargaan pemain terbaik. Diallo pun mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun, dan dua-duanya berujung gelar Man of the Match. Pada laga kedua, Mbeumo dan Diallo bahkan terlibat “derbi Manchester United” di Piala Afrika—mereka saling bertukar jersey setelah pertandingan, hingga media lokal sempat salah mengira Diallo sebagai Mbeumo, sebuah kejadian yang cukup menggelitik.

Tuan rumah Maroko sudah menuntaskan fase grup sebagai juara grup dan lolos. Sementara itu, karena peringkat ketiga di Grup A dan B sama-sama baru mengoleksi dua poin, serta Pantai Gading dan Kamerun di Grup F sama-sama memiliki empat poin, kedua tim tersebut setidaknya sudah mengunci posisi sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik sebelum laga terakhir dimainkan. Dengan demikian, tiga pemain yang berkaitan dengan United sudah memastikan tiket ke babak 16 besar—yang berarti mereka sulit kembali dalam waktu dekat, dan hampir pasti masih akan absen saat United menghadapi Leeds United pada laga berikutnya.

Bagi Manchester United, gambar besarnya jelas: performa dan posisi terus membaik, tetapi masalah krisis pemain belum akan hilang dalam waktu dekat.

接著讀