2026年9月12日

Lupakan Emas — Sekarang Saatnya Aluminium Bersinar

Aluminium, logam yang dulu kalah pamor dari tembaga dan logam tanah jarang, kini menjadi sorotan pas...

Aluminium, logam yang dulu kalah pamor dari tembaga dan logam tanah jarang, kini menjadi sorotan pasar global.
Harganya melonjak ke 2.900 dolar AS per ton, tertinggi dalam tiga tahun, masuk 5% teratas dari kisaran harga 35 tahun terakhir.

🔹 Permintaan Melonjak – Mobil listrik, tenaga surya, dan pusat data mendorong konsumsi. Satu mobil listrik rata-rata menggunakan 150 pon aluminium lebih banyak dari mobil bensin.
🔹 Dominasi Tiongkok – Menyumbang hampir 60% produksi global, Tiongkok memproduksi lebih dari 43 juta ton tahun lalu, mendekati batas kapasitasnya.
🔹 Pasokan Mengetat – Pabrik peleburan di Eropa tutup akibat biaya energi; stok global menurun tajam. Citi memperkirakan defisit 1,4 juta ton pada 2027.
🔹 Indonesia Bangkit – Perusahaan Tiongkok membangun pabrik di Indonesia; pada 2030, negara ini bisa menjadi produsen terbesar ke-4 di dunia.

Menurut Bloomberg, harga aluminium kemungkinan akan naik moderat, sementara ketergantungan dunia pada rantai pasok Tiongkok makin dalam.
Di era transisi energi hijau, aluminium akhirnya memasuki panggung utamanya.

接著讀