2026年9月10日

Dua pemain muda Rockets ketahuan kekurangannya: Amen lemah dalam handle dan tembakan, sedangkan Eason minim kemampuan membawa bola sehingga lebih cocok jadi pemain pekerja keras/role player.

Rockets menang tipis atas Suns 100–97, dan kemenangan ini benar-benar susah. Di babak pertama Housto...

Rockets menang tipis atas Suns 100–97, dan kemenangan ini benar-benar susah. Di babak pertama Houston sempat tertinggal (seperti “menggali lubang” sendiri), lalu bangkit dan berbalik unggul di babak kedua. Namun di menit-menit akhir Suns terus mendekat, dan laga hampir saja masuk overtime—kalau Kevin Durant berhasil menyamakan skor di tembakan terakhir, ceritanya bisa berbeda.

Dua pemain muda Rockets tampil “campur aduk”: ada momen bagus, tapi juga ada kelemahan yang terlihat jelas.

Amen: bisa mengangkat momentum, tapi finishing dan tripoin masih masalah

Amen sempat memimpin kebangkitan tim, bahkan mencetak and-one (2+1) penting di akhir untuk menyamakan skor. Itu bukti dia punya impact besar. Tapi di setengah akhir kuarter empat, kelemahannya muncul: sentuhan finishing di ring masih kasar.

Dia bisa menembus ke paint dan punya footwork, tapi terlalu sering gagal memasukkan bola. Kalau finishing-nya lebih rapi, Rockets mungkin bisa mengunci kemenangan lebih cepat tanpa drama. Ini aspek yang harus dia tingkatkan.

Masalah lainnya: tripoin masih mati. Beberapa waktu lalu dia sempat punya stretch masuk beberapa tripoin, tapi di laga ini defender Suns berani memberi jarak saat dia memegang bola di perimeter. Itu merusak spacing dan membuat drive maupun playmaking-nya lebih sulit. Potensinya besar, tapi kalau finishing + shooting tidak berkembang, “plafon” kemampuannya jadi rendah. Sebaliknya, kalau dua hal itu naik, ancaman drive dan spacing akan membuat playmaking-nya makin efektif.

Eason: belakangan decision-making buruk — sebaiknya kembali ke peran “blue-collar”

Masalah Eason dua laga terakhir lebih ke pilihan serangan. Persentase tripoinnya sebenarnya tidak buruk, tapi entah kenapa dia sering memaksakan drive ke dalam. Padahal handle-nya tidak cukup stabil, kemampuan mencetak poin sambil kontak juga belum konsisten, dan dia tidak banyak dapat foul. Akhirnya efisiensinya turun drastis, dan di kuarter empat dia banyak miss—itu fatal.

Solusi paling realistis sekarang: kembali ke peran yang paling kuat. Kalau ada tripoin kosong, tembak dengan tegas tanpa ragu. Lalu fokus di defense, hustle, rebound, dan tugas-tugas energi. Kalau begitu, pengaruhnya ke tim akan sangat terasa. Ini kemungkinan yang perlu terus diingatkan Udoka—kalau tidak, Rockets akan kehilangan banyak possession yang seharusnya bisa lebih “bernilai”.

接著讀