2026年9月10日

Wang Can, istri aktor Du Chun, mengungkap: “Setiap hari saya ditelepon untuk ditagih pembayaran.”

Pada 24 November, Wang Can — istri aktor Du Chun — mengunggah permintaan bantuan di media sosial. Ia...

Pada 24 November, Wang Can — istri aktor Du Chun — mengunggah permintaan bantuan di media sosial. Ia mengungkapkan bahwa informasi pribadinya diduga dicuri untuk membuka akun kredit Huabei. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pendaftaran tersebut, namun ia menerima telepon penagihan utang setiap hari. Meski nomor-nomor itu sudah diblokir, penelepon terus berganti nomor baru, sangat mengganggu kehidupan sehari-harinya. Ia bertanya: Bagaimana cara menghentikan gangguan seperti ini? Dan bagaimana informasi pribadinya bisa bocor?

Ini bukan pertama kalinya Wang Can terlibat dalam kasus keamanan data pribadi. Pada April lalu, dalam sengketa belanja online, seorang staf layanan pelanggan mengancamnya dengan berkata bahwa mereka “tahu alamat rumahnya,” mengungkap risiko besar kebocoran data konsumen ke pasar gelap.
Kemudian pada Juli, ia hampir menjadi korban penipuan telekomunikasi; pusat anti-penipuan memperingatkan bahwa ponselnya mungkin telah terinfeksi malware. Rangkaian insiden ini menggambarkan bagaimana datanya berulang kali diperdagangkan dan disalahgunakan dalam jaringan ilegal.

Sebagai anggota keluarga selebritas, Wang Can sering tampil di acara realitas seperti Mother-in-Law and Mom, membagikan kehidupan keluarganya — hal yang meningkatkan peluang kebocoran informasi. Ditambah lagi, ia sering menjadi sorotan terkait komentar parenting dan perubahan penampilan, membuat data pribadinya dianggap lebih “bernilai” di mata pelaku kejahatan siber.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana pencuri identitas dapat membuka akun di platform seperti Alipay yang mewajibkan verifikasi identitas dan pengenalan wajah.
Pakar menjelaskan bahwa masalahnya bukan pada sistem pembayaran itu sendiri, melainkan pada kelompok kejahatan siber yang memanfaatkan data bocor dari e-commerce, logistik, dan layanan lainnya (termasuk nomor KTP dan nomor telepon) untuk menyusun paket identitas lengkap, sehingga mungkin bisa melewati sistem verifikasi otomatis. Singkatnya, ini adalah pemanfaatan “jejak digital” yang kita tinggalkan tanpa sadar.

Setelah kejadian tersebut ramai diperbincangkan, opini publik terpecah. Sebagian warganet — mengingat riwayat Wang Can yang sering menanggapi kontroversi — menuduh hal ini sebagai bentuk “gimmick.” Namun para ahli hukum menegaskan bahwa apa pun motifnya, pencurian identitas untuk membuka layanan kredit dan melakukan gangguan penagihan adalah tindakan ilegal dan harus diproses hukum.

Kasus Wang Can menjadi peringatan bagi publik — baik selebritas maupun orang biasa. Di era digital, pasar gelap data tidak memilih target. Celah teknologi dan lemahnya perlindungan pribadi dapat membuat siapa pun menjadi korban berikutnya.

接著讀

Inggris, Italia, dan Jepang Bersatu Kembangkan Jet Tempur Generasi Keenam, Targetkan Pengiriman Tahun 2035, Kantor Pusat di Inggris

Inggris, Italia, dan Jepang resmi memulai kerja sama trilateral untuk mengembangkan jet tempur generasi keenam dengan target pengiriman pada akhir tahun 2035. Proyek ini termasuk dalam program Global Combat Air Programme (GCAP) dan akan dipimpin oleh perusahaan patungan baru yang berkantor pusat di Inggris dengan CEO asal Italia. Komisi Eropa telah menyetujui pendirian perusahaan ini, di mana masing-masing pihak memiliki 33,3% saham. Pesawat ini juga berpotensi diekspor ke negara-negara lain, menandai babak baru dalam kerja sama industri pertahanan global.

464 天前