2026年9月10日

Anwar membuat pengumuman besar, saham-saham bertema e-invoicing langsung turun merespons.

(Kuala Lumpur, 5 Januari) Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan dalam pidato Tahun Ba...

(Kuala Lumpur, 5 Januari) Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan dalam pidato Tahun Baru di Jabatan Perdana Menteri bahwa pelaku usaha dengan pendapatan tahunan RM1 juta hingga RM5 juta diperbolehkan menunda penerapan e-invoicing selama satu tahun. Pengumuman ini langsung menekan saham-saham bertema e-invoicing karena pasar menurunkan ekspektasi terhadap percepatan implementasi dan potensi permintaan jangka pendek.

Sebelumnya, Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN) direncanakan menjalankan tahap berikutnya mulai 1 Januari sebagai bagian dari reformasi perpajakan dan agenda transformasi digital nasional. Namun setelah adanya kelonggaran masa transisi, sentimen terhadap saham-saham terkait e-invoicing melemah dan memicu aksi jual di sektor tersebut.

ADB (0276) menjadi salah satu yang paling tertekan, turun 4,5 sen atau 6,2% ke 68,5 sen. Saham terkait lainnya juga melemah: IFCAMSC (0023) turun 0,5 sen atau 2,1% ke 23,5 sen; PANDA (0290) turun 1 sen atau 4,4% ke 21,5 sen; sementara AGMO (0258) ditutup tidak berubah di 34,5 sen.

ADB sebelumnya juga beberapa kali mengalami volatilitas setiap kali ada penyesuaian kebijakan terkait jadwal atau cakupan e-invoicing, karena perubahan tersebut memengaruhi persepsi pasar terhadap prospek pendapatan dan permintaan layanan dalam waktu dekat.

接著讀