2026年9月10日

Orient Cable Siap Investasi Rp73 Juta untuk Membeli 32 Unit Properti dari Perusahaan “Saudara” sebagai Asrama Karyawan, Dapat Sorotan Regulator

Pada 9 Januari, Orient Cable (SH603606; harga saham 60,9 yuan; kapitalisasi pasar 41,882 miliar yuan...

Pada 9 Januari, Orient Cable (SH603606; harga saham 60,9 yuan; kapitalisasi pasar 41,882 miliar yuan) menyampaikan tanggapan resmi atas “Surat Kerja Pengawasan” dari Bursa Efek Shanghai (SSE).

Sebelumnya, perusahaan mengumumkan rencana investasi sebesar 73,299 juta yuan untuk membeli 32 unit hunian di proyek “Yunxie Puting” dari Ningbo Oriental Nanyuan Real Estate (selanjutnya disebut “Orient Real Estate”), pihak berelasi di bawah pengendali perusahaan. Aset tersebut akan digunakan sebagai apartemen talenta (talent apartment) untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal karyawan.

Jurnalis Daily Economic News mencatat bahwa aksi akuisisi aset ini memicu pertanyaan regulator, terutama karena tiga hal: kondisi keuangan penjual yang kurang sehat, status tanah proyek yang masih diagunkan, serta rencana pembayaran “di muka” yang sempat diusulkan. Regulator menyoroti apakah terdapat indikasi pembayaran dipercepat untuk meredakan tekanan likuiditas pihak berelasi, atau kemungkinan adanya pengalihan manfaat kepada pihak terkait.

“Perusahaan saudara” dalam tekanan: ekuitas negatif sekitar 90 juta yuan

Berdasarkan data yang diungkap Orient Cable, Orient Real Estate sebagai penjual berada dalam kondisi keuangan yang cukup ketat.

Per 30 November 2025, total aset Orient Real Estate tercatat sebesar 730 juta yuan, namun ekuitas (aset bersih) berada di level -92,5131 juta yuan, yang berarti perusahaan berada dalam kondisi insolvensi secara teknis.

Dari sisi kinerja, sepanjang 11 bulan pertama 2025, Orient Real Estate membukukan laba bersih -10,3174 juta yuan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi juga tercatat -267 juta yuan, mencerminkan celah pendanaan yang besar.

Pada akhir November 2025, kas dan setara kas di pembukuan hanya 40,2036 juta yuan, sementara pinjaman jangka panjang mencapai 419 juta yuan dan utang lain-lain (other payables) sebesar 378 juta yuan.

Orient Cable juga menjelaskan bahwa tanah proyek “Yunxie Puting” saat ini masih dalam status agunan. Hingga 30 November 2025, Orient Real Estate mengagunkan sebidang lahan di Distrik Beilun (area Xiaogang) kepada Agricultural Bank of China Cabang Ningbo Beilun, dengan jumlah pinjaman aktual sekitar 420 juta yuan dan masa agunan hingga 25 September 2026.

Artinya, apabila seluruh pinjaman tidak dilunasi sebelum jatuh tempo akhir, agunan tidak dapat dilepaskan, sehingga berpotensi menjadi hambatan nyata bagi penjualan dan proses balik nama (pengalihan hak) properti.

Perusahaan menambahkan bahwa Orient Real Estate merupakan anak usaha yang 77% sahamnya dimiliki oleh pengendali perusahaan, Ningbo Orient Group Co., Ltd. (“Orient Group”), dan “Yunxie Puting” adalah satu-satunya proyek pengembangan yang saat ini dijalankan. Untuk meredakan kekhawatiran, Orient Group berkomitmen menanggung penuh kewajiban pelunasan dalam batas utang yang belum dilunasi kepada bank terkait.

Di sisi lain, pihak bank juga disebut telah mengeluarkan pernyataan persetujuan untuk memperpanjang tenor pinjaman hingga September 2028.

Mengenai progres pembangunan, Orient Cable menyatakan seluruh bangunan di proyek “Yunxie Puting” telah mencapai tahap topping off, pekerjaan interior kasar telah selesai, dan proyek memasuki fase finishing (renovasi akhir). Perusahaan memperkirakan finishing rampung sebelum 30 Oktober 2026, serta proses serah-terima dan pemeriksaan kelayakan/penyelesaian proyek ditargetkan selesai sebelum 28 Februari 2027.

Dengan mempertimbangkan rencana penggunaan dana, pengaturan pendanaan, dan jadwal konstruksi, Orient Cable menegaskan Orient Real Estate mampu menyerahkan properti tepat waktu, serta tidak ada risiko gagal serah atau proyek mangkrak.

Perusahaan: beli lebih hemat daripada sewa, tidak ada pengalihan manfaat

Selain risiko pihak penjual, regulator juga menaruh perhatian pada kewajaran harga dan mekanisme pembayaran dalam transaksi ini. Orient Cable berencana membeli 32 unit tersebut senilai 73,299 juta yuan, dengan harga rata-rata sekitar 17.500 yuan per meter persegi.

Menjawab pertanyaan soal kewajaran harga, Orient Cable mengutip harga pencatatan (filing price) proyek-proyek di sekitar lokasi. Proyek “Binjiang Tianjie · Jiangyucheng” yang berjarak sekitar 3 km memiliki harga tercatat 20.100 yuan/m² (kondisi belum finishing); setelah memperhitungkan biaya renovasi, diperkirakan sekitar 23.100 yuan/m². Sementara itu, proyek lain “AUX Yueyunting” mencatat harga rata-rata 21.500,15 yuan/m².

Menurut Orient Cable, dengan mempertimbangkan harga transaksi terbaru rumah baru sejenis di area yang sama, positioning proyek, perbedaan lantai, serta harga penjualan Orient Real Estate kepada pihak non-afiliasi, penetapan harga transaksi ini dinilai wajar.

Terkait kebutuhan pembelian, Orient Cable menyatakan bahwa hingga akhir November 2025, jumlah karyawan telah mencapai 1.788 orang. Perseroan saat ini hanya menyewa 50 unit asrama yang sudah tidak lagi mencukupi, sementara tren biaya sewa terus meningkat. Dalam 11 bulan pertama 2025 saja, biaya sewa telah mendekati 1 juta yuan.

Orient Cable juga memaparkan perhitungan biaya: bila pembelian properti dihitung dengan masa manfaat 50 tahun, biaya rata-rata per tahun sekitar 1,466 juta yuan. Sebaliknya, jika menyewa properti dengan luas setara, estimasi biaya sewa tahunan sekitar 1,723 juta yuan.

Namun, karena properti diperkirakan baru akan diserahkan paling lambat 30 Desember 2027, sementara rencana awal perusahaan adalah melunasi pembayaran penuh sekitar dua tahun lebih awal, SSE meminta penjelasan mengenai alasan dan kewajaran percepatan pembayaran, termasuk apakah hal tersebut berpotensi membantu likuiditas pihak berelasi atau menjadi saluran pengalihan manfaat.

Menanggapi hal itu, Orient Cable menyampaikan bahwa setelah negosiasi, mekanisme pembayaran telah disesuaikan menjadi skema bertahap: uang muka 50%, kemudian 35% dibayarkan setelah proyek lulus pencatatan penerimaan hasil penyelesaian (completion acceptance filing), dan 15% sisanya setelah sertifikat hak milik properti terbit.

Orient Cable menegaskan bahwa skema pembayaran yang baru tidak bertujuan meredakan tekanan pendanaan pihak berelasi, serta tidak merupakan bentuk pengalihan manfaat kepada pihak terkait.

接著讀

The Guardian: Sepak Bola Jepang Diakui Eropa — Mengapa Klub Premier League Kini Memburu Talenta Jepang

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah menjelma menjadi kekuatan baru dalam sepak bola dunia. Selain tim nasionalnya yang terus menunjukkan performa luar biasa, kini semakin banyak pemain Jepang tampil gemilang di liga Inggris, menarik perhatian luas dari dunia sepak bola Eropa. Media Inggris The Guardian pun membahas secara mendalam mengapa klub-klub Inggris mulai fokus merekrut pemain dari Asia, terutama Jepang.

406 天前