2026年9月10日

Dong Lu: Vietnam Tidak Seperkasa Itu, Kekalahan China Hanya Akan Ditentukan Dua Faktor

Besok malam pukul 23.30, tim nasional U23 China akan menghadapi U23 Vietnam dalam laga semifinal pen...

Besok malam pukul 23.30, tim nasional U23 China akan menghadapi U23 Vietnam dalam laga semifinal penentuan tiket final. Menjelang pertandingan, banyak media menilai China berada di bawah Vietnam dari sisi kekuatan. Namun, pengamat sepak bola ternama Dong Lu justru menyampaikan pandangan yang lebih tenang dan objektif.

Vietnam tampil impresif sepanjang turnamen. Mereka menyapu bersih fase grup dengan tiga kemenangan, mencetak lima gol dan hanya kebobolan satu kali, lalu menyingkirkan Uni Emirat Arab 3-2 di perempat final. Sebaliknya, perjalanan China jauh lebih berliku: satu kemenangan dan dua hasil imbang di fase grup, lalu lolos melalui adu penalti setelah terus ditekan di perempat final.

Dong Lu terlebih dahulu mengakui keunggulan Vietnam. “Pemain Vietnam itu lincah dan cepat. Keunggulan mereka terlihat dari kemampuan berhenti mendadak, berbelok cepat, dan berani menembak dari jarak jauh. Nomor 7 adalah bintang, dan nomor 11 juga punya kualitas.”

Meski demikian, Dong Lu menilai Vietnam tidaklah sekuat yang dibayangkan. “Saat melawan Arab Saudi, Vietnam ditekan habis-habisan. Itu menunjukkan mereka belum sampai di level yang sangat tinggi. Mereka ditembak 18 kali, tujuh tepat sasaran, dan hanya menguasai sekitar 40 persen bola. Pola permainannya sebenarnya cukup mirip dengan China, sama-sama bertahan rendah.”

Menurut Dong Lu, perbedaan utama ada pada transisi menyerang. “Vietnam lebih baik dalam mengubah bertahan menjadi serangan berbahaya. Serangan balik mereka bisa masuk lebih dalam, sementara China sering terhenti di area sekitar 30 meter.”

Secara keseluruhan, Dong Lu memprediksi laga akan berjalan ketat antara dua tim yang sama-sama kuat dalam bertahan. “Jika China sampai kalah, kemungkinan besar hanya karena dua hal: pertama, situasi bola mati, terutama perebutan bola kedua; kedua, kalah di duel area sempit akibat tipuan dan kemampuan individu lawan.”

Bagi Dong Lu, selama China mampu mengantisipasi dua faktor tersebut, peluang untuk melangkah ke final tetap terbuka lebar.

接著讀