2026年9月10日

Tim China Sapu Bersih Gelar Ganda! Wang Manyu dan Kuai Man Raih Gelar Juara dengan 14 Kemenangan Beruntun, Tunjukkan Semangat Tim yang Luar Biasa

Final ganda putri China Grand Slam berakhir dengan penuh drama dan semangat juang luar biasa. Pasang...

Final ganda putri China Grand Slam berakhir dengan penuh drama dan semangat juang luar biasa. Pasangan Wang Manyu dan Kuai Man berhasil melakukan comeback spektakuler, bangkit setelah kalah di gim pertama dan membalikkan keadaan dengan tiga kemenangan beruntun. Mereka menundukkan duet Jepang-Korea, Hina Hayata dan Zhu Qianxi, dengan skor 6-11, 11-8, 13-11, 12-10 untuk meraih gelar juara. Dengan kemenangan “Duo Man” ini dan partai final ganda putra yang merupakan all-Chinese final, Tim China pun resmi menyapu bersih tiga gelar ganda di ajang bergengsi ini.

Pertandingan dimulai dengan kondisi yang kurang menguntungkan bagi Wang Manyu dan Kuai Man. Mereka tertinggal jauh 1-9 di awal gim pertama dan akhirnya kalah 6-11. Namun, semangat pantang menyerah mulai terlihat di gim kedua ketika keduanya bangkit dari ketertinggalan 5-7, menyamakan kedudukan, lalu menutup gim dengan kemenangan 11-8. Gim ketiga menjadi titik balik pertandingan—meski sempat tertinggal 4-8 dan 7-10, pasangan China menunjukkan ketenangan luar biasa untuk membalikkan keadaan menjadi 13-11. Pada gim keempat, kedudukan sempat imbang 6-6 sebelum Wang dan Kuai melesat unggul 8-6. Lawan sempat mengejar hingga 10-10, tetapi pasangan China tetap tegar di bawah tekanan dan menutup laga dengan kemenangan 12-10.

Baik Wang/Kuai maupun Hayata/Zhu sama-sama tampil mengesankan. Meskipun pasangan Jepang-Korea itu baru pertama kali berduet, mereka menunjukkan koordinasi dan strategi yang matang, membuktikan bahwa perjalanan mereka ke final bukan sekadar keberuntungan. Hina Hayata memberikan tekanan lewat kontrol tempo yang rapi pada tiga pukulan pertama, membuat Wang dan Kuai sempat kewalahan. Namun seiring jalannya pertandingan, pasangan China memperlihatkan kemampuan adaptasi yang luar biasa—menyesuaikan tempo dan membaca strategi lawan dengan sangat cermat.

Meski Kuai Man tampil sedikit di bawah performa terbaiknya, Wang Manyu tampil sebagai sosok penyeimbang, menjaga ritme permainan tim dan memastikan kemenangan tidak lepas dari genggaman. Beberapa insiden sempat terjadi di tengah laga—seperti peringatan dari wasit terhadap servis Wang atau gangguan lampu kilat dari penonton—tetapi pasangan ini tetap fokus dan tidak goyah. Perjuangan mereka di gim kedua dan ketiga menjadi kunci utama yang mengantarkan pada kemenangan akhir.

Kemenangan ini memperpanjang rekor luar biasa Wang Manyu dan Kuai Man menjadi 14 kemenangan beruntun di sektor ganda putri, mencakup ajang Singapore Grand Slam, Kejuaraan Dunia Doha, hingga kini China Grand Slam. Ini juga menjadi gelar Grand Slam kedua mereka sebagai pasangan, mempertegas dominasi “Duo Man” di pentas internasional. Seusai pertandingan, Kuai Man yang terlihat emosional menyampaikan rasa terima kasihnya: “Lawan kami sangat kuat. Mereka baru saja berpasangan, tapi bisa menembus final, itu luar biasa. Saya hari ini bermain kurang baik, banyak melakukan kesalahan, tapi Manyu-jie terus memberi saya semangat. Di gim keempat, saya akhirnya bisa bermain lebih lepas.”

Sementara itu, Wang Manyu dengan rendah hati menambahkan: “Walaupun kami menang, masih banyak hal yang perlu dievaluasi. Hari ini Kuai mungkin tidak dalam kondisi terbaik, tapi dalam ganda, kemenangan adalah hasil kerja sama tim. Yang terpenting adalah ada yang berdiri kokoh di saat krusial—itulah makna sejati dari menjadi pasangan.”

Dengan kekompakan, mental baja, dan semangat pantang menyerah, Wang Manyu dan Kuai Man sekali lagi membuktikan mengapa mereka menjadi tulang punggung ganda putri China. Kemenangan ini bukan hanya tentang teknik dan strategi, tetapi juga tentang chemistry, ketenangan, dan semangat juang yang menjadi ciri khas para juara sejati.

接著讀