Kabar Terbaru: Duo “Dua As Sayap” Guangdong Resmi Lengkap, Du Feng Kini Memegang Senjata Kunci Menuju Gelar Juara!
Pertarungan sengit di musim reguler CBA terus menghadirkan sorotan, dan kini perhatian besar tertuju...
Pertarungan sengit di musim reguler CBA terus menghadirkan sorotan, dan kini perhatian besar tertuju pada kabar kembalinya dua pilar penting Guangdong: Cui Yongxi dan McCall. Setelah cuplikan latihan keduanya beredar, dua rekrutan mahal yang didatangkan pada jeda musim panas ini akhirnya terlihat semakin dekat dengan momen debut yang sudah lama dinantikan.
Meski sempat diterpa penyesuaian susunan pemain serta gangguan cedera di awal musim, Guangdong tetap mampu bertahan di posisi dua besar klasemen. Namun, empat kekalahan yang mereka alami meninggalkan catatan pahit: mereka sempat dihajar telak oleh Beijing Shougang dan Shanghai, lalu menelan kekalahan dramatis lewat tembakan penentu dari Beijing Enterprises dan Zhejiang. Dalam konteks ini, rencana comeback Cui dan McCall juga menjadi salah satu alasan utama mengapa manajemen—dipimpin Zhu Fangyu—tidak buru-buru melepas Quinn maupun Sullinger, karena kekuatan “versi lengkap” Guangdong memang belum benar-benar tampil.
Dari video latihan terbaru yang dibagikan klub, Cui Yongxi dan McCall terlihat pulih dengan sangat baik. Keduanya sudah tidak memakai alat pelindung, dan sesi duel 1 lawan 1 menunjukkan gerak yang mulus, agresif, serta penuh ledakan tenaga. Cui memperlihatkan kembali ritme sebelum cedera lewat penetrasi tajam, perubahan arah cepat, pull-up jump shot yang tegas, hingga dunk bertenaga. Sementara itu, kecepatan gerak dan daya dobrak McCall juga tampak tetap utuh, nyaris tanpa tanda penurunan performa.
Bagi pelatih kepala Du Feng, ini bisa menjadi titik balik penting dalam perburuan gelar musim ini. Walau Guangdong masih bertengger di peringkat kedua, hasil buruk saat menghadapi Beijing Shougang dan Shanghai memicu tekanan dari luar agar mereka meninjau ulang komposisi pemain asing. Di satu sisi, Quinn dinilai belum selalu konsisten memberi kontribusi dua arah dalam laga-laga krusial. Di sisi lain, ukuran Sullinger di area paint dianggap belum cukup ideal untuk menjaga perlindungan ring dan stabilitas pertahanan di posisi center.
Karena itu, banyak pendukung mendorong Guangdong untuk mempertimbangkan mendatangkan center asing yang lebih tinggi dengan rentang tangan lebih panjang. Namun, selama Cui dan McCall belum kembali bermain, Zhu Fangyu dan Du Feng jelas tidak memiliki urgensi untuk membongkar struktur yang ada. Filosofi taktik Guangdong musim ini memang berfokus pada kecepatan ekstrem dan spacing—mengandalkan tempo serta fleksibilitas perimeter untuk menutup kekurangan di posisi lima.
Pendekatan seperti ini juga terbukti dapat bekerja di CBA. Shenzhen, misalnya, mampu meraih kemenangan atas beberapa lawan kuat dengan mengandalkan kedalaman wing seperti He Xining, Wang Haoran, dan Zhou Peng. Artinya, ide dasar Du Feng tidak bermasalah. Tantangan sesungguhnya justru muncul ketika rotasi pemain sayap Guangdong sempat menipis, sehingga keunggulan ofensif dan ruang bermain mereka tidak bisa dimaksimalkan secara konsisten.
Itulah mengapa kembalinya Cui Yongxi dan McCall tepat waktu berpotensi memberi dampak besar. Kehadiran mereka akan sangat meringankan beban Du Feng dalam menyusun rotasi dan matchup. Jika mengikuti perkembangan saat ini, keduanya berpeluang kembali pada fase kedua musim reguler. Setelah fase pertama berakhir, mereka juga diperkirakan akan mulai berlatih penuh bersama inti tim seperti Hu Mingxuan, Xu Jie, dan Du Runwang, untuk mempercepat adaptasi serta penguatan chemistry.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Guangdong tidak hanya akan memperbaiki keseimbangan menyerang-bertahan di posisi small forward, tetapi juga bisa menambah kedalaman rotasi guard di belakang Xu Jie. Pola rotasi khas Du Feng pun akan mendapat lebih banyak opsi, membuat tim tampil lebih komplet dan lebih sulit diprediksi.
Kesimpulannya, “versi lengkap” Guangdong musim ini tampaknya semakin dekat untuk tampil. Comeback Cui Yongxi dan McCall berpotensi menjadi kunci utama dalam misi Du Feng mengejar gelar juara CBA. Dan bagi banyak penggemar, keduanya baru benar-benar dianggap “resmi bergabung” dengan Guangdong ketika sudah kembali bermain dan memberikan kontribusi nyata di lapangan.
Persija Jakarta Ganti Pelatih, Carlos Pena Diberhentikan
Pelatih Persija Jakarta Carlos Pena memimpin anak-anak asuhnya dari pinggir lapangan dalam pertandingan pekan keenam Liga 1 2024-2025 antara Persib vs Persija, Senin (23/9/2024) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Messi Cetak Sejarah Baru: Pemain Pertama yang Terlibat dalam 1.250 Gol
Messi Ukir Rekor dengan 1.250 Keterlibatan Gol Sepanjang KarierPada 20 Juni, Lionel Messi mencetak g...
Strategi Bajak Talenta Mulai Mandek? Meta Siap Gaet Model AI Eksternal
30 Agustus – Laporan oleh Zhu Ling, Sci-Tech Innovation Board Daily Mark Zuckerberg kini menyadari s...
Sabalenka Taklukkan Pegula Lewat Pertarungan Tiga Set! Dua Kemenangan Tapi Tiket Semifinal Masih Belum Aman — Gauff Menang Mudah Atas Paolini
Pada 5 November, ajang WTA Finals di Grup Graf kembali menghadirkan drama luar biasa. Unggulan perta...
Ma Ning Kembali Picu Kontroversi, Dikecam Bintang Korea — Media Asing Menyebutnya “Wasit Terburuk China”!
Korea Selatan baru saja menjalani laga uji coba internasional melawan Bolivia dan meraih kemenangan ...
Kisah Aneh Terbaru Sepak Bola Tiongkok: Pemain Bergaji Nol, Setahun Cuma Raup Seribu Rupiah—Namun Klub Tetap Lolos Lisensi
Baru-baru ini, Asosiasi Liga Sepak Bola China (CFL) mengumumkan daftar gelombang pertama klub yang d...
Tiga Raksasa Berebut! Chelsea Ikut Berlomba dengan PSG dan Barcelona untuk Alvarez
Striker Argentina milik Atlético Madrid, Alvarez, menjadi salah satu nama paling panas di pasar tran...
Real Madrid Gagal Masuk Delapan Besar, Malam Kelam di Estádio da Luz Bongkar Krisis Pertahanan
Dari puncak ke titik terendah, Real Madrid hanya membutuhkan waktu empat hari.Penurunan drastis sepe...
Host Grammy AS menuai kemarahan presiden usai bercanda soal Trump dan media dewasa
(Washington, 2 Februari) — Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Senin mengancam ak...
Swiss Open Bulu Tangkis — Lee Zii Jia Tersingkir di Putaran Pertama, He Jiwei Bangkit dalam Tiga Gim untuk Lolos
Di Swiss Open, pemain Malaysia Lee Zii Jia tersingkir di babak pertama, sementara Heo Soh Wei berhas...
Dikenal lewat peran “Chan Yiu” di “Young and Dangerous” — Li Daoyu meninggal dunia pada usia 58 tahun akibat pendarahan otak
(Hong Kong, 5 April) Aktor Lee To-yu, yang dikenal lewat perannya sebagai “Chan Yiu” dalam seri film...
Melanjutkan legenda yang belum usai — Ice Lake Rebirth tayang di iQIYI International
(Kuala Lumpur, 10 April) Drama kostum Ice Lake Rebirth kini resmi tayang di iQIYI International. Seb...