2026年9月10日

Pedagang sayur di China dituduh diam-diam memakai pestisida beracun, sehingga warga menolak makan sayuran lokal.

(Beijing, 19 Januari) Sebuah program investigasi di televisi nasional Tiongkok melaporkan adanya dug...

(Beijing, 19 Januari) Sebuah program investigasi di televisi nasional Tiongkok melaporkan adanya dugaan bahwa sebagian pedagang dan perusahaan terkait pertanian di beberapa wilayah masih menjual serta menggunakan pestisida sangat beracun yang sebenarnya sudah dilarang atau dibatasi ketat oleh negara. Investigasi itu menemukan bahwa di sejumlah daerah seperti Hubei, Henan, dan Yunnan, pestisida bermasalah diduga masih masuk ke rantai produksi komoditas seperti sayuran dan ubi jalar, sehingga menimbulkan kekhawatiran soal keamanan pangan. Bahkan, beberapa warga setempat mengaku tidak mau mengonsumsi sayuran dari wilayah mereka sendiri karena mengetahui proses penanamannya.

Program tersebut menyebut menerima banyak pengaduan mengenai penjualan ilegal pestisida yang mengandung carbofuran. Carbofuran tergolong sangat beracun dan digunakan untuk membunuh serangga, tungau, serta nematoda. Otoritas telah lama melarang penggunaannya pada sayuran, buah, teh, dan tanaman obat, serta menyatakan bahwa mulai Juni 2024, pendaftaran formulasi carbofuran dicabut dan produksinya dilarang.

Meski demikian, program itu melaporkan adanya laporan pada November 2025 bahwa produk berbahan carbofuran masih dipakai untuk budidaya sayuran di sekitar Yuekou, Tianmen, Hubei. Rekaman investigasi menunjukkan kemasan pestisida yang sudah dibuka berserakan di lahan, berlabel “carbofuran 1%”, disertai bau menyengat. Kemasan juga menyebut produk tersebut sebagai pestisida penggunaan terbatas, serta menonjolkan sifat racun kontak, sistemik, dan racun lambung, dengan efek residu yang relatif lama ketika diaplikasikan ke tanah.

Warga yang diwawancarai mengatakan mereka menolak memakan sayuran lokal karena memahami praktik penggunaan pestisida. Seorang penanggung jawab lahan juga dilaporkan mengakui pernah memakai produk yang mengandung carbofuran dan menyebut masih ada jalur tertentu untuk mendapatkan barang yang sudah dilarang.

Investigasi juga menyoroti dugaan di sebuah toko sarana pertanian di Wuhan, Hubei, yang masih memajang produk carbofuran 1% berlabel “untuk padi”. Pihak toko disebut mengetahui bahwa produk tersebut tidak boleh digunakan pada sayuran, namun berupaya menutupinya untuk menghindari pemeriksaan.

Kasus serupa dilaporkan muncul di Henan. Di Zhengzhou, sebuah penyedia layanan perlindungan tanaman untuk komoditas umbi-umbian diduga merekomendasikan campuran insektisida yang mengandung chlorpyrifos secara diam-diam, serta menyatakan bahwa “boleh tidaknya dipakai” bergantung pada ada tidaknya pengujian. Materi promosi mereka juga disebut menampilkan produk mengandung chlorpyrifos dengan keterangan tanaman sasaran berupa tebu.

Seiring pendalaman investigasi, program itu menyatakan jenis dan cakupan penggunaan pestisida bermasalah makin meluas. Di Kabupaten Jianshui, Prefektur Honghe, Yunnan, beberapa petani ubi jalar mengaku menggunakan pestisida sangat beracun yang sudah dilarang, yaitu phorate, untuk meningkatkan hasil panen. Mereka menyebut jalur pembelian kini lebih tersembunyi, termasuk dengan mengganti kemasan untuk menghindari pengawasan. Sebagian petani juga tetap nekat karena pertimbangan biaya, meski menyadari bahwa tindakan tersebut melanggar aturan.

接著讀