2026年9月10日

Powell Tolak Tekanan Trump, Suku Bunga Tetap & Perpecahan Internal Muncul di The Fed

Pada 30 Juli, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa terlalu dini untuk memastikan apa...

Pada 30 Juli, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa terlalu dini untuk memastikan apakah akan ada penurunan suku bunga pada bulan September. Ia menegaskan bahwa keputusan akan didasarkan pada data ekonomi yang masuk menjelang rapat berikutnya. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,50%, menjadikannya keputusan tidak berubah kelima sepanjang tahun ini.

Meski menghadapi tekanan berulang dari mantan Presiden Donald Trump yang mendesak pemangkasan suku bunga segera—bahkan sempat mengancam memecat Powell—kebijakan The Fed tetap berhati-hati. Namun, dua anggota dewan The Fed yang ditunjuk Trump memberikan suara menolak dan mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ini adalah pertama kalinya sejak 1993 ada dua suara penolakan sekaligus dalam satu rapat.

Powell juga enggan menjawab apakah ia akan melanjutkan jabatannya setelah masa baktinya berakhir pada Mei 2026, menambah spekulasi akan ketegangan antara The Fed dan Gedung Putih. Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Bessent menyarankan agar Powell mundur demi mencegah “kekacauan kebijakan.”

Pasar merespons dengan cepat. Menurut FedWatch Tool dari CME, kemungkinan pemangkasan suku bunga pada bulan September turun dari 68% menjadi 45%. Sementara itu, peluang untuk mempertahankan suku bunga naik menjadi 55%.

Analis menilai perbedaan pandangan di internal The Fed mencerminkan kekhawatiran atas pelemahan pasar tenaga kerja dan risiko resesi. Meski tekanan dari Trump belum mengubah arah kebijakan The Fed, hal ini menambah ketidakpastian terhadap arah kebijakan ke depan.

Kesimpulannya, keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga menunjukkan kehati-hatian sekaligus ketidaksepakatan internal, memperjelas tantangan yang dihadapi dalam menjaga independensi kebijakan di tengah tekanan politik.

接著讀