2026年9月10日

Marcus Chang pimpin “geng” pria idaman masuk dunia humas, Men’s Club tayang April dan pamer tubuh atletis

(Kuala Lumpur, 21 Januari) Serial drama Taiwan The Men’s Club (《男公館》), yang untuk pertama kalinya di...

(Kuala Lumpur, 21 Januari) Serial drama Taiwan The Men’s Club (《男公館》), yang untuk pertama kalinya diproduseri oleh Chen Yi dan dibintangi deretan “male idols” seperti Marcus Chang, Ben Wu, Alex Chou, Wes Lo, Shih Chih-tian, Sun Qin-yue, serta Chen Yi, dijadwalkan tayang pada April. Drama ini mengisahkan cerita absurd namun glamor tentang sekelompok buronan yang, karena permainan nasib, bersembunyi di sebuah klub host pria—dan justru mengalami perubahan hidup yang tak terduga.

Ceritanya berpusat pada Pan Hao, seorang preman kecil yang tergoda oleh uang “jatuh dari langit”, hingga memicu pengejaran. Dalam pelariannya, ia sempat bersembunyi di rumah sakit jiwa dan bertemu sekelompok orang yang juga menyimpan rahasia serta sedang menghindari masa lalu. Demi lolos dari kejaran, mereka kemudian menyamar dan bersembunyi di sebuah klub host pria. Dalam putaran nasib yang absurd sekaligus mewah, mereka berubah menjadi lima host paling populer—membuka babak baru yang penuh kejutan.

Marcus Chang kali ini meninggalkan karakter “bos dominan” yang sering ia mainkan, dan tampil sebagai direktur klub dengan fisik yang menonjol serta kemampuan kerja yang sangat kuat. Ia mengatakan dunia host berada di “zona abu-abu” dalam masyarakat dan jarang diangkat sebagai tema drama. “Banyak drama membahas pesona dari sudut pandang perempuan, sedangkan The Men’s Club masuk dari sudut pandang laki-laki untuk menampilkan daya tarik yang berbeda,” ujarnya. Aktor Malaysia peraih penghargaan, Frederick Lee (李銘忠), juga turut bergabung, menambah daya tarik serial ini.

Saat ditanya bagian apa yang paling diharapkan disukai penonton, para aktor kompak bercanda: “bentuk badan” dan “tarian.” Wes Lo—yang berperan sebagai polisi undercover yang berpura-pura memiliki gangguan amukan—mengungkapkan mereka menjalani “boot camp 100 hari” yang super ketat demi adegan close-up. Ia pun berkelakar, setiap kali kamera menyorot garis otot, penonton “wajib menikmati” karena semuanya didapat dengan susah payah.

Shih Chih-tian menambahkan, setiap karakter memiliki adegan menari, bukan hanya pertunjukan grup berskala besar, tetapi juga improvisasi ketika melayani tamu. “Pekerjaan ini memang menuntut banyak ekspresi tubuh, jadi secara visual akan sangat menarik,” katanya.

Cerita di balik layar juga tak kalah lucu. Shih membagikan insiden “sayang tapi kocak” saat adegan pemandian air panas: demi tampil maksimal, para aktor bahkan sempat latihan beban berat selama 30 menit sebelum syuting. Namun, gelombang udara dingin membuat uap pemandian sangat tebal hingga tubuh mereka nyaris tak terlihat di kamera. “Otot kami jadi sia-sia,” ujarnya sambil tertawa. Wes menimpali, “Kami bahkan tidak sempat ‘pamer’, langsung tenggelam di air.”

The Men’s Club dijadwalkan tayang pada April melalui KCGM Distribution, dan tim produksi sebelumnya juga sempat melakukan promosi di Singapura untuk pemanasan jelang penayangan.

接著讀