2026年9月12日

“Pegawai Diduga Mengambil Daging Milik Pelanggan”? Ziyan Foods Bernilai 80 Miliar Yuan Kembali Terseret Kontroversi Lagi

Ziyan Foods kembali menjadi sorotan publik setelah beredar tudingan bahwa seorang pegawai toko “meng...

Ziyan Foods kembali menjadi sorotan publik setelah beredar tudingan bahwa seorang pegawai toko “mengambil sebagian daging sapi milik pelanggan”. Isu ini dengan cepat memicu perbincangan luas, karena menyentuh dua hal sensitif: kepercayaan konsumen dan kualitas pengawasan di tingkat gerai, terutama dalam jaringan yang terus berkembang.

Pada 25 Desember, Ziyan Foods merilis pernyataan permintaan maaf terkait insiden tersebut. Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut telah memecat pegawai yang terlibat serta memerintahkan gerai terkait untuk menghentikan operasional sementara guna menjalani perbaikan dan pembenahan (rectification).

Ziyan juga mengumumkan skema kompensasi: pelanggan yang terekam dalam video akan menerima penggantian tunai sebesar 10 kali nilai belanja, ditambah kartu belanja tanpa minimum senilai 1.000 yuan. Selain itu, perusahaan menyatakan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang berbelanja di gerai tersebut sejak bulan Desember.

Meski respons perusahaan tergolong cepat dan menyeluruh, kasus ini tetap menyoroti persoalan yang lebih besar—yakni potensi celah pengawasan pada ujung jaringan distribusi dan kemitraan. Banyak pihak menilai ekspansi yang agresif dapat membuka titik lemah dalam pengendalian operasional harian, khususnya di “last mile” yang paling menentukan pengalaman pelanggan.

Di sisi lain, laporan publik juga mencatat bahwa Ziyan Foods pernah beberapa kali tersangkut isu keamanan pangan. Beberapa pemberitaan menyebut adanya klaim konsumen yang melihat tikus di dalam toko, serta catatan uji produk pada periode tertentu yang dikaitkan dengan indikator E. coli melebihi ambang. Rangkaian isu seperti ini ikut memberi tekanan terhadap reputasi merek.

Dari perspektif kinerja, Ziyan Foods juga tengah menghadapi tantangan. Pada tiga kuartal pertama tahun ini, perusahaan membukukan pendapatan 2,514 miliar yuan, turun 6,43% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham turun 44,37% menjadi 194 juta yuan, menunjukkan tekanan pada pendapatan sekaligus profitabilitas.

Menurut data Tianyancha, Ziyan Foods melantai di bursa saham A China (A-share) pada 2022. Hingga penutupan 26 Desember, harga saham Ziyan berada di 19,53 yuan per saham, dengan kapitalisasi pasar sekitar 8,076 miliar yuan.

Menariknya, dalam daftar Hurun Rich List 2025 yang dirilis pada akhir Oktober, pendiri Ziyan Foods, Zhong Huaijun, bersama keluarganya tercatat memiliki kekayaan 8,5 miliar yuan dan menempati peringkat ke-847. Nilai kekayaannya disebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Dugaan “Pengurangan Daging” Picu Kehebohan

Menurut laporan Guangming Net, pada 24 Desember sebuah video viral memicu kegaduhan di internet. Pengunggah video mengklaim bahwa saat membeli daging sapi di sebuah gerai Ziyan Baiweiji di Pasar Kexuan Road, Qidong, Nantong, ia melihat pegawai toko diduga “mengambil daging”.

Dalam video tersebut, setelah daging selesai ditimbang dan hendak dikemas, pegawai terlihat sedikit memiringkan badan dan mengambil sebagian produk secara diam-diam. Sambil melakukan tindakan itu, pegawai tetap mengobrol dengan pelanggan, sehingga penonton menilai gerakannya tampak terlatih dan disengaja.

Pengunggah menyebut ini bukan pertama kalinya ia melihat kejadian serupa. Kali ini, ia mengaku berhasil merekam bukti dan kemudian melaporkannya ke otoritas pengawas pasar. Pihak berwenang setempat disebut sudah turun tangan melakukan penyelidikan.

Video itu pun memantik reaksi besar. Sejumlah warganet mengaku pernah mengalami kejadian “berat kurang” atau “tidak sesuai timbangan” saat berbelanja.

Dalam pernyataan 25 Desember, Ziyan menyatakan sangat serius menanggapi kasus tersebut. Perusahaan membentuk tim khusus sesegera mungkin dan melakukan pemeriksaan semalam untuk memastikan fakta kejadian. Hasilnya, Ziyan menyebut perilaku pegawai terbukti tidak pantas, melanggar aturan perusahaan, dan merugikan hak konsumen.

Untuk menutup kerugian dan menyampaikan permintaan maaf, Ziyan menegaskan kompensasi 10 kali nilai belanja bagi pelanggan terdampak dan memberikan kartu belanja tanpa minimum senilai 1.000 yuan. Perusahaan juga mengumumkan program kompensasi selama 10 hari bagi pelanggan yang berbelanja di gerai tersebut setelah Desember.

Bersamaan dengan permintaan maaf, Ziyan memaparkan langkah penanganan. Gerai waralaba di lokasi kejadian telah diperintahkan tutup sementara untuk perbaikan, dan tindak lanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi perbaikan. Sementara itu, pegawai terkait resmi diputus hubungan kerja pada 25 Desember.

Ziyan juga menyatakan telah mengirimkan pemberitahuan internal ke seluruh gerai untuk menegaskan ulang standar layanan dan prosedur operasional, dengan tujuan mencegah kejadian serupa terulang. Perusahaan menambahkan akan memperkuat pelatihan “transparansi di proses penjualan” di seluruh gerai dan membuka ruang pengawasan publik secara berkelanjutan.

Kontroversi Berulang dan Kenaikan Harga Ikut Jadi Perhatian

Kasus ini bukan satu-satunya polemik yang pernah menimpa Ziyan Baiweiji. Menurut laporan 21st Century Business Herald, pada Desember tahun lalu seorang kreator ulasan memublikasikan laporan pengujian produk sejumlah merek makanan marinasi, dan lima produk Ziyan Baiweiji disebut tidak memenuhi standar uji mikrobiologi.

Dalam laporan itu, dua kategori—fuqi feipian dan bebek leher pedas—disebut memiliki jumlah koloni melebihi batas. Tiga produk lain—fuqi feipian, bebek leher pedas, dan tahu kering berbumbu—disebut mengandung indikator koliform berlebih. Bahkan, beberapa sampel koliform dari produk tertentu disebut melampaui ambang batas keamanan, dengan nilai tertinggi diklaim mencapai 290 kali.

Ziyan saat itu merespons dengan cepat: menurunkan produk terkait dari toko online, memulai investigasi menyeluruh, meninjau rekaman pengawasan di proses produksi, mengecek lingkungan dan alur operasional, serta menelusuri rantai transportasi untuk mencari penyebab. Perusahaan juga menyatakan hasil uji internal sebelum produk keluar pabrik memenuhi standar regulasi, dan mereka akan memperketat pengendalian keamanan pangan dari hulu ke hilir, termasuk koordinasi investigasi dengan mitra logistik.

Namun, pemberitaan sebelumnya juga menyinggung bahwa isu indikator koliform bukan kali pertama muncul. Disebutkan bahwa pada 2016, beberapa produk Ziyan sempat dinyatakan tidak lolos sampling karena koliform melebihi batas. Pada 2017, produk yang dijual melalui toko resmi di salah satu platform e-commerce juga pernah dikaitkan dengan temuan serupa.

Pada September 2021, Ziyan juga sempat menghadapi isu “toko kedapatan tikus”, ketika seorang pelanggan mengaku merekam tikus yang berlarian di area etalase sebuah gerai di Shanghai. Kejadian itu sempat menjadi topik tren dan memicu kekhawatiran konsumen. Ziyan kemudian menyampaikan permintaan maaf dan meminta gerai terkait berhenti beroperasi serta bekerja sama penuh dengan penyelidikan otoritas.

Dalam laporan semesteran, Ziyan menekankan bahwa keamanan pangan adalah prioritas utama operasional harian, terutama untuk produk segar dengan masa simpan pendek. Perusahaan menyebut telah memperkuat kontrol dari pasokan bahan baku, proses produksi, pengiriman dan penyimpanan, hingga penjualan di gerai. Meski demikian, Ziyan juga mengakui bahwa kelalaian di salah satu mata rantai dapat berdampak negatif terhadap citra merek dan kinerja bisnis.

Selain isu keamanan pangan, strategi kenaikan harga Ziyan dalam beberapa tahun terakhir juga memicu perdebatan. Sejumlah konsumen membagikan catatan bahwa harga paket menu yang sama meningkat bertahap dalam periode tertentu. Ada pula perbandingan harga produk populer seperti fuqi feipian yang disebut terus naik dari tahun ke tahun. Pada 26 Desember, pengecekan di salah satu platform pesan-antar menunjukkan harga fuqi feipian 160 gram di sebuah toko online Ziyan tercantum 52,8 yuan; jika dikonversi, harga per jin kembali meningkat hingga sekitar 165 yuan.

Model Distribusi Jadi Sorotan, Jumlah Gerai Menurun

Sejumlah pengamat menilai pola masalah di tingkat toko mungkin berkaitan dengan struktur bisnis Ziyan yang berbasis distributor. Berdasarkan laporan semesteran perusahaan, Ziyan terutama menjalankan model rantai berbasis distribusi, sembari membangun jaringan penjualan lain seperti e-commerce, kanal ritel modern, dan pembelian grup.

Di bawah model distribusi, Ziyan membentuk jaringan penjualan dua tingkat: “Perusahaan → Distributor → Gerai Mitra/Waralaba → Konsumen”. Distributor membeli produk dari perusahaan, lalu mendirikan atau memperluas jaringan gerai waralaba di hilir. Tanggung jawab pengawasan dan manajemen gerai—termasuk standar dekorasi, panduan harga, dan pelatihan staf—umumnya berada di tangan distributor.

Ziyan menjelaskan bahwa perusahaan tidak memiliki kontrol langsung atas distributor maupun gerai mereka. Masing-masing distributor dan gerai menjalankan pencatatan keuangan secara mandiri serta menanggung untung-rugi sendiri, meski tetap menerima arahan bisnis dan pengawasan dari perusahaan.

Perusahaan menilai model ini dapat menekan ketidakpastian waktu dan biaya jika membuka gerai sendiri, mengurangi kompleksitas manajemen kanal akhir, serta membantu menekan biaya operasional. Dengan demikian, Ziyan bisa lebih fokus pada pengembangan produk, pengendalian kualitas, dan penguatan rantai pasok—sekaligus mempercepat ekspansi.

Model tersebut memang sempat mendorong pertumbuhan cepat. Data pemantauan merek menunjukkan bahwa pada 2018 jumlah gerai Ziyan belum mencapai 2.000. Berdasarkan data yang dipublikasikan di situs perusahaan, pada akhir 2023 jumlah gerai meningkat menjadi 6.205.

Namun belakangan, strategi “buka toko cepat untuk merebut pasar” tampak melemah. Data dari platform pemantau jaringan restoran menunjukkan bahwa per 15 Desember tahun ini, jumlah gerai Ziyan menyusut menjadi 5.144, menandakan adanya kontraksi dari puncak sebelumnya.

Dari sisi kinerja, laporan keuangan menunjukkan pada kuartal ketiga pendapatan Ziyan kembali tumbuh tipis 1,75% menjadi 1,041 miliar yuan. Namun pada periode yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham anjlok 40,66% dan hanya tercatat 90 juta yuan. Secara akumulatif tiga kuartal, pendapatan turun 6,43% menjadi 2,514 miliar yuan, sementara laba bersih turun 44,37% menjadi 194 juta yuan.

Dalam laporan keuangan, Ziyan mengaitkan penurunan laba dengan turunnya pendapatan serta melemahnya margin kotor. Dari sisi arus kas, tantangan juga terlihat: arus kas bersih dari aktivitas operasional pada tiga kuartal pertama tercatat 252 juta yuan, turun 39,23% secara tahunan, yang mengindikasikan penurunan kemampuan menghasilkan kas. Perusahaan menyebut penyebab utamanya adalah penurunan pendapatan yang membuat penerimaan kas dari penjualan ikut berkurang.

Bagi banyak pengamat, insiden “daging sapi” ini menjadi pengingat bahwa di tengah jaringan waralaba yang luas, konsistensi integritas layanan dan disiplin operasional di tingkat toko adalah pekerjaan berat yang tidak boleh longgar. Memperkuat pengawasan harian, menjaga kepercayaan konsumen, serta menyeimbangkan nilai produk dan kualitas pengalaman pelanggan akan menjadi agenda penting yang perlu terus dipercepat oleh Ziyan Foods.

接著讀