2026年9月10日

Banjir di Thailand selatan terus berlanjut, dan Rumah Sakit Hat Yai harus memindahkan pasien secara darurat karena kekurangan oksigen.

(Bangkok, 25) Banjir besar terus melanda 10 provinsi di Thailand bagian selatan, dengan air yang bel...

(Bangkok, 25) Banjir besar terus melanda 10 provinsi di Thailand bagian selatan, dengan air yang belum surut. Dilaporkan bahwa beberapa rumah sakit hanya memiliki pasokan oksigen untuk satu hari lagi. Pemerintah telah mengerahkan pesawat militer untuk memindahkan pasien kritis. Selain itu, kerugian ekonomi pada sektor perdagangan dan pariwisata diperkirakan mencapai 1–1,5 miliar baht per hari (sekitar RM127 juta hingga RM190 juta), dengan jumlah korban terdampak mencapai 1,9 juta orang.

Menurut Kantor Berita Pusat Taiwan, hujan deras yang berkelanjutan membuat kondisi semakin parah, dan Hat Yai di provinsi Songkhla menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Pemerintah telah meminta penduduk untuk mengungsi sejak Senin.

Menurut The Nation Thailand, Kementerian Kesehatan mengadakan rapat darurat pada Selasa. Sekretaris Tetap Somsak mengatakan bahwa Rumah Sakit Hat Yai adalah yang paling terdampak, dengan pasokan oksigen diperkirakan habis pada Rabu. Sekitar 90 pasien kritis harus dipindahkan ke rumah sakit besar terdekat.

Pemerintah telah mengerahkan 20 dokter penyakit dalam, 20 dokter anak, serta 40–50 perawat, dan juga mengirim helikopter medis. Kementerian akan menyediakan pasokan oksigen tambahan untuk Rumah Sakit Hat Yai.

Bangkok Post melaporkan bahwa akibat banjir parah di Hat Yai, semua penerbangan dari Malaysia menuju Thailand selatan diperkirakan akan dibatalkan minggu ini.

Kepala Otoritas Pariwisata Thailand, Thapanee, mengatakan bahwa lebih dari 4.000 wisatawan Malaysia terjebak di hotel dan Bandara Hat Yai. Semua perjalanan wisata dari Malaysia ke kawasan itu akan dibatalkan.

Universitas Kamar Dagang Thailand memperkirakan kerugian ekonomi mencapai 1–1,5 miliar baht per hari.

Presiden Dewan Pariwisata Songkhla, Siwat, mengatakan bahwa meskipun air sempat surut, banjir baru kembali melanda distrik Sadao, memutus jalur utama dan memengaruhi hotel, pasar, dan pusat perbelanjaan.

Ia menyebutkan bahwa ribuan warga—termasuk anak-anak dan lansia—serta wisatawan Malaysia telah terjebak di rumah selama dua hari dan menghadapi kekurangan makanan.

接著讀