2026年9月10日

Mengapa Shanghai Layak Tetap Dipandang Positif dalam Jangka Panjang

Berada di tahun 2025, siapa pun yang mencermati pasar properti dan perkembangan kota dapat merasakan...

Berada di tahun 2025, siapa pun yang mencermati pasar properti dan perkembangan kota dapat merasakan begitu banyak gagasan baru dan harapan. Namun di balik itu, tetap terasa tantangan besar yang sedang dihadapi kota-kota besar.

Ketika saya menuntaskan pembacaan laporan kinerja ekonomi Shanghai 2025 dan menelusuri satu per satu angka konkret di dalamnya, banyak kesan yang sebelumnya samar tiba-tiba menjadi jelas.

Pertumbuhan sebesar 5,4% tentu layak diperhatikan. Namun yang benar-benar membuat saya berhenti dan berpikir adalah perubahan-perubahan penting yang tersembunyi di balik angka tersebut—tidak selalu mencolok, tetapi sangat menentukan.

Mungkin Anda juga merasakannya: ketika kita membicarakan “nilai” sebuah kota, pembahasan hampir selalu berujung pada harga rumah dan tingkat pendapatan. Tetapi setelah mencermati rapor ekonomi Shanghai 2025 dengan saksama, saya semakin yakin bahwa harga properti hanyalah hasil akhir, bukan penyebab utama.

Nilai sejati sebuah kota tersembunyi dalam struktur ekonominya, dalam cara kota tersebut memperlakukan inovasi, dan—yang paling penting—dalam bagaimana ia mengatur kehidupan sehari-hari masyarakat biasa.

Dalam konteks ini, Shanghai sedang mengalami penilaian ulang atas nilainya. Dan kita semua perlu memandang Shanghai dari sudut pandang yang baru.

Ketahanan yang lahir dari perubahan struktural ekonomi

Jika harus memilih satu kata yang paling berkesan dari laporan ini, maka kata itu adalah “ketahanan”.

Istilah ini berulang kali muncul dalam pembahasan mengenai struktur investasi. Angkanya menyampaikan sinyal yang sangat jelas: modal mulai mengalir ke ekonomi riil dan ke sektor-sektor inovatif. Ini bukan semata hasil arahan kebijakan, tetapi juga pilihan rasional yang dibuat oleh pasar.

Pada 2025, total investasi aset tetap Shanghai tumbuh 4,6%.

Investasi pada infrastruktur industri melonjak hingga 20%, mencerminkan derasnya modal yang mengalir ke pabrik, bengkel produksi, serta pusat riset dan pengembangan. Modal tidak lagi bersifat spekulatif, melainkan semakin produktif.

Angka lain yang lebih terasa bagi masyarakat adalah pertumbuhan investasi infrastruktur perkotaan sebesar 11,2%. Proyek-proyek seperti Eastern Hub dan perluasan jaringan transportasi rel sedang membentuk ulang kerangka kota.

Jarak antara tempat tinggal dan tempat kerja mungkin tidak berubah, tetapi waktu tempuh yang semakin singkat secara nyata meningkatkan kualitas hidup.

Sementara itu, investasi pengembangan properti baru mengalami penurunan moderat. Luas penjualan properti komersial baru turun 4,6%. Namun properti yang dibangun kini didominasi oleh hunian berkualitas lebih tinggi, dengan lingkungan dan desain yang lebih baik.

Pasar properti Shanghai jelas sedang mempercepat pergeseran dari kuantitas ke kualitas.

Jika kita menelusuri lebih dalam data industri, arah perubahan struktural terlihat semakin jelas.

Pada 2025, nilai output industri di atas skala tertentu di Shanghai tumbuh 4,6%, dengan manufaktur tradisional tetap mencatat pertumbuhan yang stabil.

Yang lebih menonjol adalah pertumbuhan sektor-sektor unggulan dan industri baru. Tiga industri strategis—semikonduktor, biomedis, dan kecerdasan buatan—menunjukkan kinerja yang sangat kuat.

Nilai output manufaktur semikonduktor tumbuh 15,1%, sementara manufaktur kecerdasan buatan meningkat 13,6%.

Di sektor jasa, Shanghai menunjukkan keseimbangan yang jarang ditemui.

Dalam ekonomi digital, pendapatan sektor transmisi informasi, perangkat lunak, dan layanan teknologi informasi melonjak 21%. Ini menandakan bahwa banyak inovasi telah keluar dari laboratorium dan memasuki tahap komersialisasi.

Nilai tambah sektor keuangan tumbuh 9,7%, tetap berfungsi sebagai penopang stabilitas ekonomi.

Pada saat yang sama, konsumsi yang mencerminkan vitalitas kota—perpaduan budaya, pariwisata, perdagangan, dan olahraga—juga tumbuh pesat. Jumlah wisatawan mancanegara mencapai rekor baru, 9,36 juta orang, naik 40% dibanding tahun sebelumnya.

Kombinasi antara “dorongan kuat sektor baru” dan “fondasi kokoh sektor tradisional” inilah yang memberi Shanghai ketahanan ekonomi yang berharga.

Kartu apa saja yang dipegang Shanghai?

Saat memilih Shanghai, saya sering bertanya pada diri sendiri: di mana sebenarnya daya saing intinya?

Dalam menilai sebuah perusahaan, kita melihat seberapa banyak aset yang sulit ditiru oleh pihak lain. Prinsip yang sama berlaku bagi sebuah kota.

Dari data 2025, kekuatan transformasi yang sistematis terasa sangat nyata.

Pertama, posisi Shanghai sebagai pusat global jauh lebih kokoh dari yang dibayangkan.

Nilai dasarnya bertumpu pada sejumlah simpul kelas dunia. Pelabuhan Shanghai menangani 55,06 juta TEU, menempati peringkat pertama dunia selama 16 tahun berturut-turut. Total nilai impor dan ekspor mencapai RMB 4,51 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.

Jumlah penumpang bandara mencapai 135 juta orang, tumbuh 8,3%, sementara nilai transaksi pasar keuangan mencapai RMB 4.058,95 triliun, naik 11,2%.

Pada skala ini, infrastruktur tersebut bukan lagi fasilitas biasa, melainkan simpul penting dalam rantai perdagangan global.

Selama dunia masih membutuhkan perdagangan, aliran modal, dan pertukaran informasi, nilai simpul-simpul ini bersifat kaku dan sulit tergantikan.

Kartu kuat lainnya yang dimiliki Shanghai adalah “kekuatan lunak”.

Jumlah paten invensi bernilai tinggi per 10.000 penduduk mencapai 65, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 16. Kepadatan inovasi di Shanghai benar-benar tinggi.

Efisiensi konversi inovasi juga sangat menonjol, dengan nilai transaksi kontrak teknologi tumbuh 24,9%. Kontribusi inovasi terhadap ekonomi terus meningkat, dengan industri strategis baru menyumbang 45% dari total output pada 2025.

Artinya, hampir separuh produksi ekonomi Shanghai berasal dari sektor-sektor yang berorientasi masa depan.

Ketiga kelompok data ini membentuk siklus inovasi yang lengkap: investasi R&D berkelanjutan (kepadatan), mekanisme komersialisasi yang efisien (efisiensi), dan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi (output). Inilah gambaran utuh dari produktivitas berkualitas baru.

Meski terdengar makro, inilah fondasi paling mendasar dari daya tarik kota ini.

Perlu dicatat, semua ini tidak terjadi dalam semalam. Ini adalah hasil dari investasi berkelanjutan selama sepuluh hingga lima belas tahun. Saat banyak kota masih membahas transformasi, sebagian strategi Shanghai sudah memasuki fase panen.

Terkadang, pembangunan kota terasa seperti permainan catur. Gaya bermain Shanghai stabil, sabar, dan fleksibel—selalu berpikir beberapa langkah ke depan agar tetap bertahan di papan permainan.

Pembaruan kota pada akhirnya adalah tentang manusia

Sebagai pelaku di sektor properti, data makro memang penting. Namun yang paling saya perhatikan adalah bagaimana angka-angka ini diterjemahkan ke dalam kehidupan nyata.

Manfaat pembangunan pada akhirnya bermuara pada tiga indikator yang tampak sederhana namun krusial: pendapatan, lapangan kerja, dan harga.

Pada 2025, pendapatan disposabel per kapita penduduk Shanghai mencapai RMB 91.987, tumbuh 4,1%. Ini berarti setelah membayar cicilan rumah atau sewa serta kebutuhan dasar, keluarga biasa masih memiliki ruang pendapatan yang cukup fleksibel.

Kenaikan pendapatan yang stabil menjadi sumber utama daya beli dan vitalitas permintaan domestik.

Angka ini didukung oleh tingkat pengangguran survei perkotaan rata-rata sebesar 4,2%. Menjaga pengangguran tetap rendah di tengah penyesuaian struktural bukanlah hal mudah, dan ini ditopang oleh kebijakan yang tepat sasaran seperti subsidi pembukaan lapangan kerja.

Jika stabilitas ini dapat dipertahankan, ia akan meredakan kecemasan sosial terdalam dan memberi para pekerja jalur imbal hasil yang jelas.

Di sisi lain, daya beli juga sama pentingnya. Pada 2025, CPI Shanghai hanya naik 0,1%. Di tengah tekanan inflasi global, Shanghai hampir mencapai stabilitas harga “nol inflasi”.

Daya beli kekayaan yang dikumpulkan warga tidak tergerus secara diam-diam. Penurunan koefisien Engel memungkinkan rumah tangga, selain memenuhi kebutuhan dasar, juga berinvestasi pada pengalaman dan konsumsi yang meningkatkan kualitas kehidupan mental.

Dalam sektor perumahan, fokus bergeser dari pembangunan masif ke perbaikan detail atas struktur kota dan kualitas hidup yang sudah ada. Sebanyak 26 proyek renovasi kawasan urban village diluncurkan, memungkinkan ribuan keluarga pindah ke hunian modern dengan fasilitas dan layanan yang lebih baik.

Ini bukan sekadar peningkatan fisik, tetapi juga memberikan kepastian hak kepemilikan dan prospek aset yang lebih dapat diprediksi—sebuah wujud nyata pembangunan inklusif. Bahkan hunian lama sekalipun kini memiliki lingkungan yang lebih layak.

Sementara itu, program pembangunan “Seribu Taman” yang terus berlanjut merupakan investasi jangka panjang pada nilai ekologis kota. Ketika membuka jendela dan melihat hijau, serta berjalan kaki menuju taman menjadi rutinitas, kebahagiaan dan kesehatan kota memperoleh bentuk yang nyata.

Dividen ekologi ini memang sulit diukur langsung dengan GDP, tetapi sangat meningkatkan nilai hunian jangka panjang dan daya tarik talenta.

Di atas fondasi stabilitas inilah peningkatan konsumsi benar-benar terjadi.

Pada 2025, Shanghai menerbitkan kupon konsumsi layanan senilai RMB 1 miliar “Enjoy Shanghai” untuk mendukung konsumsi offline. Penjualan ritel perlengkapan budaya dan perkantoran di atas skala tertentu melonjak 21,5%, mencerminkan meningkatnya investasi keluarga pada “ruang spiritual”.

Penjualan peralatan rumah tangga dan perangkat audio-visual naik 16,8%, menandakan pertumbuhan pesat rumah pintar. Rumah tidak lagi sekadar tempat tinggal, melainkan pusat emosi, hiburan, kesehatan, dan pengalaman teknologi.

Revolusi konsumsi yang senyap ini menunjukkan makna yang lebih dalam: warga menggunakan daya beli mereka untuk memilih gaya hidup yang menekankan pengalaman, kesehatan, kecerdasan, dan pertumbuhan mental.

Pertumbuhan ekonomi Shanghai kini selaras dengan aspirasi warganya akan kehidupan yang lebih baik.

Harga rumah sebagai bayangan nilai kota

Pada akhirnya, pembahasan tentang harga rumah tidak bisa dihindari—ini memang topik yang paling diperhatikan banyak orang.

Namun setelah membaca laporan ini, keyakinan saya semakin kuat: harga rumah adalah “harga bayangan” dari sebuah kota. Ia tidak mencerminkan nilai beton dan baja, melainkan ekspektasi kolektif terhadap masa depan kota tersebut.

Kesan saya terhadap Shanghai 2025 adalah sebuah kota yang berupaya menjadi lebih sehat dan lebih dinamis. Kesehatan ini tercermin dalam struktur ekonomi yang beragam, kemampuan inovasi yang solid, dan kembalinya fokus pada kesejahteraan masyarakat.

Saya tetap optimistis terhadap Shanghai, bukan karena kebiasaan, melainkan berdasarkan pengamatan yang konkret: transformasi industrinya konsisten dan tidak goyah, perencanaan masa depannya terstruktur dan tidak membabi buta, serta kepeduliannya terhadap isu kesejahteraan nyata, bukan sekadar retorika.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak fasilitas publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya, dan kualitas lingkungan hidup terus membaik. Kota ini tidak mengejar sensasi jangka pendek, melainkan membangun ketahanan jangka panjang.

Dan sebagai orang-orang yang hidup di dalamnya, mungkin kita juga perlu memandang pertumbuhannya dengan perspektif yang lebih panjang—dan tumbuh bersama kota ini.

接著讀

Liu Jingyang

Pada final 100 meter gawang putri di Pekan Olahraga Nasional, favorit kuat Wu Yanni mencatat waktu t...

282 天前