2026年9月10日

Prancis Akan Menghentikan Penggunaan Microsoft Teams, Beralih Sepenuhnya ke Platform Video Dalam Negeri Visio

Dilaporkan pada 27 Januari, selama pandemi COVID-19, alat konferensi video menjadi penopang utama ba...

Dilaporkan pada 27 Januari, selama pandemi COVID-19, alat konferensi video menjadi penopang utama bagi perusahaan dan institusi. Microsoft Teams, Zoom, dan platform serupa banyak digunakan untuk mendukung kerja jarak jauh dan kerja hibrida. Bahkan di era pasca-pandemi, popularitas alat-alat ini tetap tinggi.

Baru-baru ini, pemerintah Prancis mengumumkan rencana untuk secara bertahap menghentikan penggunaan Microsoft Teams dan alat konferensi video Amerika lainnya, beralih sepenuhnya ke platform dalam negeri Visio, dengan target mencakup semua instansi dan departemen pemerintah pada tahun 2027.

Visio merupakan bagian inti dari inisiatif “Digital Suite” (suite Numérique) Prancis, yang mengembangkan berbagai alat produktivitas untuk menggantikan layanan Amerika seperti Teams dan Slack. Saat ini, alat ini hanya digunakan oleh pegawai negeri, dan belum ada tanggal pasti untuk dibuka bagi publik.

Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan Prancis pada penyedia teknologi asing dan memperkuat kedaulatan digitalnya. David Amiel, Menteri Reformasi Aparatur Sipil Prancis, menekankan bahwa dengan menggunakan alat yang kuat dan mandiri, ketergantungan pada solusi non-Eropa dapat diakhiri, sekaligus menjamin keamanan dan kerahasiaan komunikasi elektronik publik.

Platform Visio telah diuji coba lebih dari satu tahun dan saat ini memiliki lebih dari 40.000 pengguna. Dalam beberapa bulan terakhir, Eropa menyuarakan keprihatinan serius terhadap seringnya gangguan layanan cloud dari IT Amerika. Menurut pemerintah Prancis, mengganti Teams dengan Visio dapat menghemat sekitar €1 juta per 100.000 pengguna per tahun (sekitar RMB 8,26 juta).

Amiel menambahkan, “Dalam konteks meningkatnya ketegangan geopolitik serta risiko pengawasan asing dan gangguan layanan yang semakin nyata, strategi ini menunjukkan komitmen kuat Prancis dalam mempertahankan kedaulatan digitalnya.”

接著讀