2026年9月10日

Tim Tenis Meja Korea Utara Gagal Bersinar di Kejuaraan Asia 2025 — Suasana Dingin Menyelimuti Pertandingan

Sebagai tuan rumah Kejuaraan Asia Junior 2026 dan Kejuaraan Asia 2028, tim tenis meja Korea Utara da...

Sebagai tuan rumah Kejuaraan Asia Junior 2026 dan Kejuaraan Asia 2028, tim tenis meja Korea Utara datang ke Kejuaraan Asia 2025 di Bhubaneswar, India, dengan ambisi tinggi. Namun, hasil yang diperoleh jauh dari harapan — dan suasana di antara tim bahkan digambarkan “sedingin es”.

Delegasi Korea Utara, yang terdiri dari tujuh pemain termasuk bintang utama Kim Kum Yong, gagal menembus semifinal baik di sektor putra maupun putri.

Tim putra yang harus melalui babak kualifikasi, kalah tipis 2–3 dari Tiongkok Taipei dan India, sebelum menang 3–1 atas Iran dan menempati posisi ke-7. Sementara tim putri kalah 2–3 dari Jepang di perempat final, lalu menang beruntun atas India (3–1) dan Thailand (3–0), mengakhiri turnamen di posisi ke-5.

Padahal, tahun lalu di Astana, Korea Utara mencatat sejarah: Kim Kum Yong meraih medali emas tunggal putri pertama dalam sejarah negaranya di ajang Asia, pasangan Ri Jong Sik/Kim Kum Yong merebut perak di ganda campuran, dan Sonu Song/Byon Song Gyong meraih perunggu. Dengan investasi besar yang kini difokuskan pada olahraga ini, hasil kali ini jelas mengecewakan.

Sementara itu, tim putri Korea Selatan berhasil menembus semifinal setelah mengalahkan Hong Kong 3–1 di babak perempat final, meski akhirnya kalah 0–3 dari tim kuat Tiongkok. Ini merupakan pencapaian terbaik mereka dalam dua tahun terakhir.

Yang menarik perhatian bukan hanya hasil pertandingan, tetapi hubungan dingin antara delegasi Korea Utara dan Korea Selatan. Menurut laporan media Korea Selatan, kedua tim bahkan tidak saling menyapa atau melakukan kontak mata, berbanding terbalik dengan masa-masa ketika mereka pernah bersatu dan meraih kemenangan bersama — seperti di Kejuaraan Dunia 1991 di Chiba dan Kejuaraan Dunia 2018 di Halmstad.

Seorang anggota delegasi Korea Selatan mengatakan, “Dulu saat hubungan baik, kami masih bisa minum bersama setelah pertandingan. Sekarang, mereka bahkan pura-pura tidak saling kenal.”
Yang lain menambahkan, “Suhunya benar-benar dingin — kami bahkan tidak bertukar satu kata pun.”

接著讀