2026年9月12日

Wali Kota Guangzhou Menyampaikan Laporan Kerja dan Mengusulkan Perlindungan Bahasa Kanton

(Hong Kong, 21 Januari) Sidang keenam Kongres Rakyat Kota Guangzhou ke-16 resmi dibuka pada hari Sel...

(Hong Kong, 21 Januari) Sidang keenam Kongres Rakyat Kota Guangzhou ke-16 resmi dibuka pada hari Selasa di Provinsi Guangdong, Tiongkok. Dalam laporan kerja pemerintahannya, Wali Kota Guangzhou Sun Zhiyang menegaskan pentingnya “melindungi bahasa Kanton (Cantonese)”, yang juga dikenal sebagai dialek Guangdong. Pernyataan ini menarik perhatian media Hong Kong dan dianggap sebagai pengakuan resmi pemerintah terhadap pentingnya bahasa Kanton.

Menurut Kantor Berita Pusat Taiwan (CNA) yang mengutip unggahan Guangzhou Daily di Weibo, Sun menyatakan bahwa selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), Guangzhou akan memperdalam pembangunan sebagai kota bersejarah dan budaya tingkat nasional. Pemerintah kota akan terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya seperti opera dan musik Kanton, serta menjaga bahasa Kanton sebagai media hidup budaya Guangfu. Budaya Lingnan diharapkan menjadi penghubung penting bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia dalam memperkuat identitas budaya Tiongkok.

Pernyataan tersebut memicu perhatian luas di Hong Kong. Sing Tao Daily melaporkan bahwa ini merupakan pertama kalinya istilah “melindungi bahasa Kanton” dimasukkan dalam laporan kerja pemerintah Guangzhou, di tengah kekhawatiran lama tentang melemahnya penggunaan bahasa Kanton di Guangdong, khususnya di Guangzhou.

Surat kabar tersebut menilai bahwa pencantuman perlindungan bahasa Kanton dalam laporan resmi mencerminkan pengakuan pemerintah atas nilai budaya bahasa tersebut.

Sementara itu, media mandiri Guangdong “Jianye Blog” menulis bahwa wawancara jalanan sebelumnya terhadap pelajar dari berbagai kelompok usia menunjukkan banyak siswa lokal Guangzhou tidak mampu berbicara bahasa Kanton dengan baik, atau bahkan sama sekali tidak bisa. Artikel tersebut menekankan bahwa sikap resmi pemerintah kali ini sangat penting, dan menyerukan kerja sama erat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, serta organisasi masyarakat untuk menciptakan suasana sosial yang mendukung pelestarian bahasa Kanton.

Anggota CPPCC Guangzhou, Shuai Yiwen, juga menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk pengakuan resmi terhadap bahasa Kanton. Ia menambahkan bahwa bahasa Kanton широко digunakan di Hong Kong, Makau, Asia Tenggara, serta komunitas Tionghoa di Eropa dan Amerika. Bahasa ini berperan penting dalam kehidupan sosial, hiburan, perdagangan, pendidikan, media, dan pariwisata, serta menjadi penghubung utama dalam pertukaran ekonomi dan budaya lintas wilayah Guangdong.

Ia menegaskan, “Melihat luasnya pengaruh dan penggunaan bahasa Kanton, anggapan bahwa bahasa ini sedang dilemahkan sebenarnya tidak sepenuhnya logis.”

接著讀