2026年9月10日

Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO

Pada 22 Januari 2026, Amerika Serikat secara resmi memberitahukan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengena...

Pada 22 Januari 2026, Amerika Serikat secara resmi memberitahukan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai keputusannya untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menandai satu tahun setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif pada 20 Januari 2025. Menurut aturan WHO, sebuah negara anggota dapat secara resmi keluar satu tahun setelah mengajukan pemberitahuan, dan saat ini syarat tersebut telah terpenuhi.

Meski prosedur telah lengkap, tantangan praktis tetap ada. Juru bicara WHO Lindmeier menekankan bahwa AS memiliki hak untuk keluar, tetapi harus melunasi semua iuran yang tertunggak. Saat ini, AS belum membayar iuran tahun 2024 dan 2025, total sekitar 260 juta dolar AS. Masalah ini telah dijadwalkan untuk dibahas dalam pertemuan Dewan Eksekutif WHO yang akan datang. Dengan kata lain, keluar tidak menghapus kewajiban; mekanisme multilateral tetap berjalan meski ada keputusan politik.

Faktor keuangan menjadi alasan utama penarikan diri AS. Pemerintahan Trump berpendapat bahwa kontribusi ke lembaga multilateral tidak lagi sejalan dengan “kepentingan AS,” sehingga keluar dari WHO dianggap sebagai langkah untuk menegaskan kebijakan “America First.” Analisis menunjukkan bahwa pendekatan ini mencerminkan tren yang lebih luas: AS mengurangi keterlibatan dalam mekanisme multilateral dan menempatkan kepentingan nasional langsung sebagai satu-satunya ukuran.

Faktor politik domestik juga signifikan. Menjelang Pemilu Tengah Tahun 2026, di tengah inflasi tinggi dan tekanan sosial, serangkaian tindakan “keluar” digunakan untuk memperkuat narasi politik “kedaulatan terlebih dahulu” dan “tidak lagi membayar untuk dunia.” Sementara langkah ini terlihat efektif secara politik, logika kesehatan masyarakat tidak mengikuti siklus politik. WHO berulang kali menekankan bahwa sistem pemantauan penyakit global, pertukaran informasi, dan respons darurat bersifat tak tergantikan.

Penyakit menular tidak mengenal batas negara; menarik diri dari mekanisme ini menciptakan celah struktural dalam sistem kesehatan masyarakat. Ini bukan hanya soal keuangan, tetapi juga merupakan masalah keamanan jangka panjang. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa keputusan AS dapat memengaruhi tata kelola kesehatan global dan, pada gilirannya, keamanan AS sendiri. Ketika “alarm asap” kesehatan masyarakat global diputus, konsekuensi pertama kemungkinan muncul dari melemahnya sistem peringatan dini.

接著讀