2026年9月10日

Pemodal di Balik Arc’teryx Resmi Mengakuisisi Merek Acar Legendaris asal Sichuan

Sebagai salah satu provinsi dengan industri bumbu dan penyedap paling kuat di Tiongkok, Sichuan berp...

Sebagai salah satu provinsi dengan industri bumbu dan penyedap paling kuat di Tiongkok, Sichuan berpeluang segera melahirkan perusahaan publik berikutnya.

Pada 20 Januari, situs resmi Otoritas Pengawas Pasar Chongqing mempublikasikan pengumuman kasus konsentrasi usaha sederhana yang mengungkap sebuah transaksi penting. FountainVest Capital Partners GP4 Ltd., entitas di bawah naungan FountainVest Capital, akan memperoleh kendali atas Jixiangju Food Co., Ltd. melalui anak usaha yang sepenuhnya dikendalikan secara tidak langsung, Chuanxiang Siyi (Shanghai) Food Co., Ltd. Berdasarkan perjanjian pembelian saham, Chuanxiang Siyi akan mengakuisisi total 92% saham Jixiangju dari para pemegang saham eksisting.

Dokumen pengumuman menunjukkan bahwa sebelum transaksi, satu individu memegang 31,24% saham Jixiangju dan memiliki kendali tunggal atas perusahaan. Setelah transaksi rampung, FountainVest GP4 akan secara tidak langsung menguasai 92% saham Jixiangju, sekaligus memperoleh hak kendali penuh.

Didirikan pada 2007, FountainVest Capital dikenal sebagai firma private equity ternama. Keempat mitra pendirinya—Tang Kui, Hu Yongmin, Zhuang Jian, dan Zhao Chenning—pernah berkarier di dana kekayaan negara Singapura, Temasek, yang membekali FountainVest dengan pengalaman mendalam dalam investasi lintas negara dan pengelolaan modal.

Di sektor konsumsi, investasi FountainVest yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah Amer Sports, induk merek outdoor premium Arc’teryx. Pada 2018, Anta Sports menggandeng FountainVest Capital, Tencent, serta pendiri lululemon Chip Wilson untuk mengakuisisi Amer Sports senilai €4,6 miliar, atau sekitar RMB 36 miliar saat itu. Transaksi ini mencatatkan rekor sebagai akuisisi luar negeri terbesar oleh modal Tiongkok pada tahun tersebut. Pada 2024, Amer Sports sukses melantai di Bursa Efek New York, memberikan imbal hasil signifikan bagi FountainVest.

Target akuisisi kali ini, Jixiangju, merupakan salah satu pemain terkemuka di industri acar dan makanan awetan di Tiongkok. Didirikan pada tahun 2000 di Meishan, Sichuan, perusahaan ini mengelola sejumlah merek populer, mulai dari acar bermerek Jixiangju, saus pendamping makanan “Bao Xia Fan”, saus daging sapi “Jiang Niu Bafang”, hingga rangkaian bumbu campuran “Chuanzhimei”.

Menurut laporan media, pendiri Jixiangju, Ding Wenjun, berasal dari pedesaan Meishan. Pada 2001, setelah menyaksikan hasil panen sayuran di kampung halamannya sulit terjual, ia melihat peluang besar di industri acar. Dengan menginvestasikan seluruh tabungannya lebih dari RMB 1,5 juta, Ding mendirikan Jixiangju dan mulai membawa tradisi pengawetan lokal ke skala industri.

Data dari pemerintah daerah menyebutkan bahwa penjualan produk acar Jixiangju telah melampaui RMB 800 juta pada 2018. Laporan People’s Daily mencatat penjualan domestik perusahaan mencapai RMB 1,3 miliar pada 2023. Sementara itu, lembaga pemantau ritel offline Mashangying menunjukkan bahwa pada tiga kuartal pertama 2025, Jixiangju menempati peringkat kedua pangsa pasar di segmen acar, hanya berada di bawah Fuling Zhacai, yang membukukan pendapatan RMB 1,999 miliar pada periode yang sama.

Ambisi Jixiangju terhadap pasar modal sudah terlihat sejak lama. Pada Oktober 2020, perusahaan menandatangani perjanjian pendampingan IPO dengan Huaxing Securities dengan rencana melantai di papan ChiNext. Pada Februari 2021, penjamin emisi kemudian diganti menjadi Minsheng Securities. Memasuki 2023, Jixiangju kembali memperkuat struktur permodalannya dengan masuknya investasi dari Sequoia Capital China, Tencent Investment, serta 517 Fund di bawah Juewei Food.

Dengan berpindahnya kendali ke tangan FountainVest Capital, Jixiangju diperkirakan akan mempercepat langkah menuju pasar modal.

Jika menilik peta perusahaan bumbu yang telah tercatat di bursa, Sichuan sebelumnya telah melahirkan sejumlah nama besar seperti Qianhe Condiment, Yihai International, dan Teway Food, yang menegaskan posisi provinsi ini sebagai basis industri penyedap utama.

Namun demikian, tantangan yang dihadapi Jixiangju juga semakin jelas.

Bisnis intinya di segmen acar hanya menyumbang sekitar 10% dari total pasar bumbu, sehingga ruang pertumbuhannya relatif terbatas. Meski berada di posisi kedua, jarak dengan pemimpin pasar masih cukup lebar. Data Mashangying menunjukkan bahwa pada 2024, pangsa pasar Fuling Zhacai mencapai 15,98%, sementara Jixiangju berada di angka 9,25%.

Yang lebih krusial, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, kategori acar secara keseluruhan mengalami tekanan pertumbuhan. Pada tiga kuartal pertama 2025, pangsa pasar segmen ini terus menyusut. Kinerja antar pemain pun semakin terpolarisasi: pemimpin pasar terus memperbesar dominasinya, sementara pangsa Jixiangju justru melemah.

Untuk menjawab tren tersebut, Jixiangju dalam beberapa tahun terakhir meluncurkan produk rendah garam, tanpa bahan tambahan, serta acar probiotik yang diklaim “tidak terdeteksi nitrit”. Ke depan, setelah masuknya FountainVest Capital, kunci terobosan Jixiangju kemungkinan terletak pada peningkatan pangsa pasar sekaligus penciptaan sumber pertumbuhan baru di luar bisnis tradisionalnya.

接著讀