2026年9月10日

Ganti rugi 2,01 juta yuan! BYD menang gugatan terhadap influencer otomotif besar—praktik “PR hitam” memang sudah saatnya mereda.

BYD Menang Gugatan terhadap Blogger Otomotif, Ganti Rugi Rp2,01 Juta Yuan Pada 22 Januari, divisi hu...

BYD Menang Gugatan terhadap Blogger Otomotif, Ganti Rugi Rp2,01 Juta Yuan

Pada 22 Januari, divisi hukum BYD mengumumkan bahwa mereka telah menerima putusan pengadilan tingkat pertama dalam gugatan terhadap blogger otomotif Yao Mouqiang (akun Douyin “Daqin Jun Shaanxi Group”).

Pengadilan menyatakan bahwa terdakwa membuat dan menyebarkan informasi palsu tentang kendaraan Fangchengbao, yang merusak reputasi komersial dan citra produk BYD serta Fangchengbao. Tindakan tersebut dikategorikan sebagai pencemaran nama baik secara komersial, dan terdakwa diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 2,01 juta yuan. BYD menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap pengawasan publik, namun internet bukanlah wilayah tanpa hukum.

Kasus ini bermula pada tahun 2023, ketika sang blogger mengunggah video uji coba yang mengklaim konsumsi bahan bakar Fangchengbao Bao 5 di jalan tol mencapai 18 liter per 100 km—jauh lebih tinggi dari angka resmi. Video tersebut langsung memicu kontroversi, dengan banyak netizen mempertanyakan metode dan kondisi pengujian.

Seiring polemik yang terus berkembang, BYD mengajukan gugatan pada 2024, menuntut penghapusan konten, permintaan maaf terbuka, dan kompensasi. Meski nilai ganti rugi akhir lebih rendah dari ekspektasi sebagian pihak, putusan ini menyampaikan pesan yang jelas: kritik yang wajar dilindungi, tetapi penyebaran informasi tidak benar akan menghadapi konsekuensi hukum.

Dari sudut pandang industri, kasus ini juga menjadi peringatan bagi para kreator konten otomotif. Ulasan bukanlah masalah—yang penting adalah transparansi terkait kondisi pengujian, skenario berkendara, dan sumber data. Ketika sengketa masuk ke ranah hukum, kemampuan membuktikan kebenaran menjadi penentu.

Di tengah persaingan ketat kendaraan energi baru, perdebatan soal data performa semakin intens. Menentukan batas antara evaluasi objektif dan pencemaran nama baik kini menjadi tantangan bersama bagi produsen, platform, dan kreator.

Singkatnya: mencari trafik boleh saja, tapi melanggar batas tidak—fakta selalu lebih penting daripada opini.

接著讀