2026年9月12日

Kekhawatiran soal bisnis AI kembali mencuat, nilai pasar Microsoft mendadak susut lebih dari satu triliun dan jadi sorotan.

(Redmond, 30)Microsoft mengalami tekanan jual besar pada Kamis (29 waktu setempat). Sahamnya anjlok ...

(Redmond, 30)
Microsoft mengalami tekanan jual besar pada Kamis (29 waktu setempat). Sahamnya anjlok dan membuat kapitalisasi pasar perusahaan menyusut sekitar US$357 miliar (sekitar RM1,4075 triliun). Penurunan ini tercatat sebagai kerugian nilai pasar harian terbesar kedua dalam sejarah bursa saham AS.

Menurut sejumlah laporan media asing, penurunan tajam tersebut berkaitan dengan rilis laporan keuangan Microsoft setelah penutupan perdagangan pada Rabu (28). Pada penutupan Kamis, saham Microsoft turun sekitar 10%, menjadi penurunan harian terdalam sejak Maret 2020. Laporan keuangan itu menunjukkan belanja Microsoft untuk kecerdasan buatan (AI) mencapai rekor tertinggi, sementara pertumbuhan unit cloud—yang sangat diperhatikan investor—terlihat melambat.

Laporan juga menyebut rekor kerugian nilai pasar harian terbesar terjadi setelah DeepSeek meluncurkan model AI berbiaya rendah, yang memicu evaluasi ulang di sektor ini dan membuat Nvidia sempat turun sekitar US$593 miliar dalam satu hari. Data yang dihimpun Bloomberg menyatakan, nilai kapitalisasi pasar yang “hilang” dari Microsoft kali ini bahkan melampaui total kapitalisasi lebih dari 90% perusahaan anggota indeks S&P 500.

Sejumlah analis menilai gelombang aksi jual ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor: apakah investasi raksasa perusahaan teknologi—yang nilainya mencapai ratusan miliar dolar—akan benar-benar menghasilkan imbal balik yang sepadan. Dalam laporan kuartal terbaru, belanja modal (capex) Microsoft naik 66% menjadi rekor US$37,5 miliar, sementara laju pertumbuhan cloud melambat dibanding kuartal sebelumnya.

Dampaknya juga merembet ke raksasa teknologi lain. Alphabet dan Nvidia termasuk yang sempat mengalami penurunan nilai pasar lebih dari US$100 miliar pada perdagangan Kamis. Namun Alphabet kemudian berbalik menguat dan ditutup naik 0,7%, sedangkan Amazon turun 0,5%.

Matthew Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak + Co., mengatakan pasar semakin ragu Microsoft bisa mendapatkan ROI (tingkat balik modal/keuntungan investasi) yang kuat dari belanja AI yang sangat besar, sehingga valuasi sahamnya mungkin perlu disesuaikan mendekati “nilai wajar” historis.

Kamis itu disebut sebagai salah satu penurunan paling besar dalam sejarah Microsoft. Sejak IPO pada 1986, penurunan yang lebih parah tergolong jarang dan biasanya terjadi pada momen ekstrem seperti crash 1987, era gelembung dot-com, serta puncak aksi jual saat pandemi 2020.

接著讀