2026年9月12日

Taktik Manchester United vs Fulham: Cunha Gantikan Dorgu, Mount Jadi Senjata Rahasia, Carrick Taklukkan Roy Keane

Michael Carrick mengawali masa jabatannya sebagai pelatih Manchester United dengan dua kemenangan be...

Michael Carrick mengawali masa jabatannya sebagai pelatih Manchester United dengan dua kemenangan beruntun. Namun, tantangan berbeda menanti pada Minggu ini di Old Trafford saat United menghadapi Fulham, tim yang dikenal dengan pertahanan rendah yang disiplin. Carrick dituntut menjaga efektivitas lini serang yang mencetak lima gol dalam dua laga sebelumnya.

Di bawah asuhan Marco Silva, Fulham tidak selalu bertahan total, tetapi ketika sudah mapan, formasi 4-4-2 mereka sangat rapat. Di area tengah, empat pemain lini tengah dan belakang membentuk blok kompak untuk memutus jalur kreatif pemain nomor 10 lawan.

Dalam situasi ini, peran bek tengah United menjadi krusial. Jika Harry Maguire atau Lisandro Martínez berani membawa bola ke depan, mereka dapat menarik gelandang Fulham keluar dari posisinya dan membuka ruang bagi lini depan. Struktur United pun bisa berubah menjadi formasi menyerang 3-2-4-1.

Cedera Patrick Dorgu memaksa perubahan rencana, namun Matheus Cunha dinilai sebagai pengganti paling ideal. Penyerang Brasil senilai £62,5 juta ini belum menjadi starter di bawah Carrick, tetapi tampil efektif dalam dua kesempatan sebagai pemain pengganti di posisi striker. Meski bukan pemain kidal murni, Cunha mampu menusuk ke dalam dan bekerja sama dengan Bruno Fernandes secara efektif.

Dengan demikian, pola serangan yang sukses saat melawan Manchester City dan Arsenal masih bisa dipertahankan. Carrick menekankan kombinasi umpan pendek berbentuk segitiga dan pergerakan konstan di sepertiga akhir—sesuatu yang sangat cocok dengan karakter Cunha. Sementara itu, striker €85 juta kemungkinan kembali memulai laga dari bangku cadangan.

Opsi lain yang tak kalah penting adalah Mason Mount. Saat menghadapi pertahanan rapat, United kerap kesulitan menembus lini lawan dan hanya mengalirkan bola ke samping. Mount menawarkan solusi melalui lari vertikal tanpa bola, terutama jika masuk di babak kedua dengan kondisi fisik yang masih segar. Golnya ke gawang City yang dianulir tetap menunjukkan potensi besarnya.

Laga melawan Fulham akan menjadi ujian taktik berikutnya bagi Carrick. Jika United terus mampu menciptakan ruang dengan baik, tren kemenangan diyakini dapat berlanjut. Carrick yang berusia 44 tahun kini bukan hanya mendapat kepercayaan tim, tetapi juga mulai mendapat dukungan dari Roy Keane yang sebelumnya sangat kritis.

Meski demikian, Keane tetap mengingatkan para penggemar untuk tidak terlalu cepat berpuas diri. Dua pertandingan belum cukup menjadi tolok ukur. Perkembangan memang terlihat, terutama di lini serang, namun konsistensi dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah sebenarnya Manchester United.

接著讀