2026年9月10日

88% Pasokan Bitcoin Cuan, Harga Siap Melonjak?

Sebagian besar investor BTC kini menikmati keuntungan, berpotensi mendorong harga ke level lebih tinggi.

Analisa Pasar Terbaru: Data Glassnode Tunjukkan Tren Optimis

Data on-chain dari Glassnode mengindikasikan bahwa sekitar 88% dari total pasokan Bitcoin (BTC) kini berada dalam posisi profit. Saat ini, harga BTC berkisar antara US$75.000–US$95.000, yang menurut beberapa analis diperkirakan membentuk level dasar baru pasar. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) tercatat di angka 1,74. Angka ini menunjukkan zona dukungan historis dan pendinginan pada keuntungan yang belum direalisasi para pemilik BTC. Tekanan jual mulai mereda, tercermin dari rasio arus dana masuk ke bursa yang menurun sekitar 1,5 kali sejak puncak terakhir. CoinDesk melaporkan bahwa aksi jual besar dari investor jangka panjang menurun tajam, menandakan kepercayaan pasar terhadap kelanjutan tren bullish.

Fundamental dan Sentimen Investor Terus Menguat

Sentimen investor terhadap aset kripto terutama Bitcoin mengalami perbaikan cukup signifikan. Dengan stabilisasi arus keluar-masuk BTC di bursa, volatilitas harga cenderung menurun dari level sebelumnya. Bloomberg menyampaikan bahwa jika harga emas berhasil menembus level US$5.000, maka harga Bitcoin bisa terangkat lebih tinggi. Sejumlah analis memperkirakan potensi kenaikan harga BTC hingga mencapai US$150.000–US$285.000 dalam skenario bullish. Namun, risiko dan volatilitas masih harus diwaspadai, seperti yang dicatat oleh para analis di Reuters, karena aksi profit-taking mendadak dapat terjadi seiring dengan pergerakan harga yang agresif.

Pentingnya Momen Fundamental bagi Ekosistem Kripto

Perkembangan terbaru ini sangat krusial bagi ekosistem kripto dan investor institusional. Angka profit 88% dalam pasokan Bitcoin mencerminkan semakin matangnya pasar dan meningkatnya adopsi oleh pelaku industri keuangan. Selain itu, indikator MVRV yang stabil memberikan sinyal bahwa pasar telah melalui fase euforia dan kini masuk ke periode konsolidasi. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung lebih rasional dalam mengambil keputusan. Faktor makroekonomi, seperti harga emas global, juga memperluas minat investor pada aset digital sebagai alternatif lindung nilai terhadap inflasi dan risiko sistemik. Perkembangan ini menegaskan pentingnya pemantauan data on-chain dan analisa makro untuk memahami potensi tren harga di masa mendatang.

接著讀