2026年9月12日

Pahami empat titik buta finansial sejak dini — agar masa pensiun lebih nyaman

(Washington, 30 Januari)Banyak orang mengira bahwa saat memasuki usia 80 tahun, seseorang sudah pens...

(Washington, 30 Januari)
Banyak orang mengira bahwa saat memasuki usia 80 tahun, seseorang sudah pensiun dan menikmati hidup. Namun kenyataannya, hampir 550.000 warga Amerika berusia di atas 80 tahun masih bekerja. Sebagian bekerja untuk tetap terhubung dengan masyarakat atau agar hidup punya tujuan, tetapi tidak sedikit yang terpaksa bekerja karena biaya hidup, biaya medis, dan tabungan pensiun yang minim. Moneywise merangkum empat kesalahan finansial yang paling disesali para pekerja lansia—serta cara menghindarinya.

1) Tidak merencanakan pensiun sejak muda

Sharon Albrecht, 84 tahun, pensiun dari pekerjaan perawat lebih dari 10 tahun lalu, tetapi kini menjadi sopir Uber untuk mencukupi kebutuhan hidup. Ia mengaku tidak pernah membayangkan harus tetap bekerja di usia setua ini. Saat muda, ia lebih memilih “menikmati hari ini” dan merasa semuanya akan berjalan dengan sendirinya.
Karena tanggung jawab pensiun kini lebih banyak ditanggung individu, para ahli menyarankan menabung sedini mungkin. Bahkan jumlah kecil pun bisa bertumbuh besar dalam jangka panjang lewat bunga majemuk.

2) Menjual investasi saat ekonomi turun

David Hugo Barrett, 82 tahun, pernah menjadi wakil presiden perusahaan telekomunikasi dengan penghasilan tinggi. Namun PHK membuatnya menarik dana pensiun lebih awal. Ketika pasar melemah pada era 1990-an, ia panik dan menjual investasinya. Kini ia bertahan hidup dari pekerjaan paruh waktu sebagai guru pengganti; satu kali gaji terlambat saja bisa membuat anggarannya berantakan.
Menjual aset karena panik saat pasar turun adalah salah satu kesalahan finansial paling fatal. Pekerja muda perlu memahami bahwa volatilitas itu normal, dan rekening pensiun memang dibuat untuk investasi jangka panjang.

3) Tidak membangun tabungan secara konsisten

Sebagian lansia bukan tidak mau menabung, melainkan pendapatannya tidak stabil atau terlalu kecil untuk disisihkan. Luis Bautista, 82 tahun, mantan drummer profesional dan terapis penyembuhan, tidak pernah memiliki tabungan pensiun. Ditambah biaya perjalanan dan tekanan inflasi, kondisi keuangannya makin terpuruk.
Para ahli menyarankan menabung otomatis dan rutin (misalnya autodebet) agar persiapan pensiun lebih disiplin.

4) Penghasilan tidak mengejar kenaikan biaya hidup

Kathy Curtis, 81 tahun, mulai bekerja sejak sekitar usia 15 tahun. Ia membesarkan anak seorang diri dan pernah menjalani empat pekerjaan sekaligus. Namun inflasi dan gaji yang stagnan membuat daya belinya terus menurun. Ia menilai biaya hidup kini “sudah keterlaluan,” dan banyak lansia merasa tidak punya perlindungan. Jaminan sosial hanya cukup untuk cicilan rumah dan asuransi, sedangkan kebutuhan lain ditutup dari pekerjaannya sebagai asisten administrasi dengan upah sekitar US$18 per jam.
Jika hanya mengandalkan gaji, lansia akan rentan terhadap inflasi. Membangun beberapa sumber pemasukan—melalui tabungan, investasi, kerja paruh waktu, atau memonetisasi keterampilan—bisa membantu menghadapi biaya yang terus naik.

接著讀