2026年9月10日

Krisis pasar saham “mengguncang” pekerjaan — CEO Bursa Efek Indonesia mundur!

(Jakarta, 30 Januari)CEO Bursa Efek Indonesia (IDX), Iman Rachman, menyatakan akan mengundurkan diri...

(Jakarta, 30 Januari)
CEO Bursa Efek Indonesia (IDX), Iman Rachman, menyatakan akan mengundurkan diri setelah pasar saham Indonesia anjlok selama dua hari berturut-turut menyusul peringatan dari MSCI yang membuka kemungkinan penurunan klasifikasi pasar.

Di saat yang sama, investor masih khawatir apakah langkah regulasi di Indonesia mampu memenuhi standar yang ditetapkan penyusun indeks. Pada Jumat (30 Januari), pasar mencoba pulih, dengan kenaikan intraday sempat mencapai 2,2%.

Pada Rabu (28 Januari), MSCI mempertanyakan tingkat “investability” pasar saham Indonesia dan memperingatkan bahwa Indonesia berisiko diturunkan statusnya dari “Emerging Market” menjadi “Frontier Market,” yang memicu aksi jual selama dua hari.

Dalam pernyataannya, MSCI menyoroti masalah struktural yang sudah lama ada, seperti porsi saham free float yang rendah, kepemilikan yang terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham, serta likuiditas yang terbatas. Karena kekhawatiran yang terus berlanjut terkait jumlah free float dan akses pasar secara keseluruhan, MSCI menyatakan akan membekukan sementara penyesuaian terhadap Jakarta Composite Index, serta memperingatkan bahwa bila tidak ada perbaikan sebelum Mei, Indonesia dapat diturunkan dari indeks Emerging Markets.

Setelah peringatan MSCI dirilis, pasar saham Indonesia turun tajam dan memicu mekanisme penghentian perdagangan (circuit breaker) selama dua sesi berturut-turut. Namun pada Jumat, indeks kembali menguat; hingga pukul 12.00, Jakarta Composite Index naik 89,071 poin atau 1,08% ke level 8.321,274.

接著讀