2026年9月10日

Guan Chenchen Buka Suara soal Saling Sindir dengan Wu Liufang: “Saya Jadi Sasaran Perundungan Siber” — Hapus 1.000 Teman, Enggan Keluar Rumah, dan Ibunya Ikut Diteror

Pada 31 Januari waktu Beijing, juara Olimpiade cabang senam, Guan Chenchen, berbicara kepada media d...

Pada 31 Januari waktu Beijing, juara Olimpiade cabang senam, Guan Chenchen, berbicara kepada media dan kembali menyinggung kisah perseteruannya di dunia maya dengan juara Piala Dunia Senam, Wu Liufang.

Menjelang akhir 2024, Wu Liufang mengunggah sebuah video tarian di media sosial. Guan kemudian menuliskan komentar di kolom unggahan tersebut, menyampaikan penolakannya terhadap tindakan Wu menampilkan jenis tarian itu dengan membawa identitas sebagai atlet senam. Pernyataan itu sontak memantik perhatian besar dan memicu perbincangan luas.

Tak lama berselang, warganet menemukan kembali video tarian Guan sendiri yang pernah beredar. Hal ini memunculkan gelombang pertanyaan dan kritik, karena sebagian pihak menilai sikap Guan bertentangan dengan jejak konten yang ia miliki.

Guan mengenang momen ketika ia mulai menyadari situasi kian membesar. Ia mengaku menerima telepon dari seorang wartawan saat sedang berlibur di Yunnan. “Waktu itu saya sedang jalan-jalan di Yunnan. Pukul sembilan lewat pagi, saya bahkan belum benar-benar bangun, tapi telepon sudah masuk,” ujarnya. Dalam percakapan tersebut, Guan meminta maaf atas reaksinya yang impulsif, namun tetap menegaskan kembali pendiriannya.

Dampak peristiwa itu, menurut Guan, tidak berhenti di ruang komentar. Ia mengatakan toko hewan peliharaan milik ibunya mulai menerima telepon-telepon bernada mengganggu. Di toko tersebut ada seorang pegawai dengan gangguan pendengaran, dan situasinya menjadi begitu menekan hingga pada malam hari pegawai itu terpaksa melepas alat bantu dengarnya demi mendapatkan ketenangan.

Sejak saat itu, Guan memilih untuk tidak lagi mengangkat panggilan dari nomor tak dikenal. Ia juga menghapus lebih dari 1.000 kontak dari WeChat, sebagai upaya mengurangi gangguan dan melindungi ruang pribadinya.

Guan mengakui pengalaman tersebut meninggalkan dampak emosional yang mendalam. Pada periode itu, ia merasa sama sekali tidak bersemangat untuk keluar rumah, mulai enggan berinteraksi dengan orang asing, dan perlahan menarik diri dari media sosial. Ia menyembunyikan banyak unggahan lama, berhenti membagikan keseharian, dan jarang menonton video pendek.

Lebih dari setahun kemudian, Guan mengungkapkan penyesalannya saat kembali diwawancarai. “Saya berharap diri saya yang berusia 16 tahun tidak pernah masuk ke internet,” katanya. “Kalau bisa mengulang, saya ingin menjalani hidup yang lebih tenang dan sederhana.”

接著讀