2026年9月10日

Flying Fairy Moutai Naik Tiga Hari Berturut-turut, Harga Ritel Tembus RMB 1.860 per Botol—Berapa Lama Tren Kenaikan Ini Akan Bertahan?

Pada 30 Januari, harga grosir pasar Flying Fairy Moutai kembali menguat untuk hari ketiga berturut-t...

Pada 30 Januari, harga grosir pasar Flying Fairy Moutai kembali menguat untuk hari ketiga berturut-turut. Berdasarkan data dari platform harga pihak ketiga, harga per botol dalam kemasan segel resmi (original case) menembus RMB 1.700, dengan kenaikan harian sekitar RMB 100 per botol—menjadi lonjakan harian tertinggi sepanjang tahun ini. Di tingkat ritel, harga ikut bergerak naik. Salah satu jaringan ritel minuman beralkohol besar di Chengdu mematok harga RMB 1.860 per botol pada hari yang sama, naik RMB 160 dibandingkan dua hari sebelumnya.

Banyak distributor mengakui bahwa pemulihan permintaan saat ini jauh melampaui ekspektasi. Sejumlah pedagang bahkan menilai kondisi pasar “di luar perkiraan”, menyebut daya beli saat ini “sangat besar”. Seiring semakin mendalamnya musim puncak Tahun Baru Imlek, sebagian distributor telah menghabiskan kuota Januari dan Februari. Situasi ini membuka kemungkinan terjadinya ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan, yang pada gilirannya mendorong harga grosir terus naik secara stabil.

Analisis pasar menilai bahwa selain faktor musiman khas Tahun Baru Imlek, kenaikan ini juga berkaitan dengan peningkatan pasokan Flying Fairy Moutai berharga resmi melalui platform i Maotai, serta peluncuran terkoordinasi berbagai produk utama. Strategi ini menjangkau konsumen di luar jalur distribusi tradisional dan secara objektif merangsang permintaan. Pada saat yang sama, kekhawatiran industri sebelumnya bahwa peningkatan pasokan i Maotai akan mengganggu sistem penjualan konvensional mulai mereda.

Pertanyaan kunci kini adalah: sampai kapan tren kenaikan harga ini akan bertahan? Dan setelah musim puncak berlalu, mampukah harga Flying Fairy Moutai tetap stabil?

Harga bahkan mengalami beberapa kali penyesuaian dalam satu hari, dengan harga ritel mencapai RMB 1.860 per botol.

“Dalam dua hari terakhir harganya benar-benar melonjak. Kemarin saja naik empat kali, dan hari ini sudah naik dua kali,” ujar seorang staf penjualan di jaringan distribusi minuman beralkohol di Chengdu pada pagi 30 Januari. Menjelang hari raya, permintaan konsumsi meningkat tajam sementara pasokan relatif terbatas. Saat ini, Flying Fairy Moutai dijual sekitar RMB 1.840 per botol untuk botol lepas dan RMB 1.860 per botol untuk kemasan segel—sekitar RMB 160 lebih tinggi dibandingkan dua hari sebelumnya.

Lonjakan harga yang beruntun dan cepat ini melampaui perkiraan banyak pelaku usaha.

“Secara logika, periode sebelum Tahun Baru Imlek memang selalu menjadi musim penjualan yang kuat—permintaan hadiah tinggi dan frekuensi konsumsi meningkat. Namun, kami tidak menyangka harga akan naik beberapa hari berturut-turut, apalagi dengan kenaikan sebesar ini,” ujar seorang distributor. Pada 29 Januari, pedagang lain juga menyoroti bahwa sebelumnya pasar secara umum beranggapan pasokan berkelanjutan dari i Maotai akan menahan harga grosir. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.

Pada awal tahun ini, hampir 20 produk Moutai diluncurkan secara intensif di platform i Maotai, sekaligus membentuk sebuah “kerangka harga pasar Moutai” baru berbasis harga ritel. Distributor sempat khawatir kerangka ini akan mengunci ekspektasi konsumen, sehingga di masa depan mereka kurang menerima penyesuaian harga Moutai mengikuti mekanisme pasar.

Menurut seorang distributor di wilayah utara, sentimen pasar pada pertengahan Januari masih didominasi sikap menunggu dan melihat, dengan harga yang berfluktuasi. Pada titik terendah, harga grosir lokal berada di kisaran RMB 1.510–1.520 per botol, bahkan sebagian pasokan lintas daerah bisa diperoleh sekitar RMB 1.500 per botol.

Pergerakan harga saat ini tampaknya menjadi jawaban paling langsung atas kekhawatiran tersebut. Berdasarkan perbandingan data dari berbagai platform pihak ketiga, pada 30 Januari harga grosir Flying Fairy Moutai dalam kemasan segel umumnya berada di kisaran RMB 1.710–1.770 per botol, sementara botol lepas berkisar RMB 1.650–1.700. Kenaikan harian masing-masing mencapai sekitar RMB 100–160 untuk kemasan segel dan RMB 80–130 untuk botol lepas.

Sejumlah analis menilai lonjakan permintaan ini juga erat kaitannya dengan i Maotai. Sejak 1 Januari, jumlah pengguna i Maotai meningkat pesat. Berdasarkan profil pengguna baru yang dirilis oleh Moutai, sebagian besar bukan pelanggan inti dari saluran tradisional, melainkan konsumen yang sebelumnya belum terjangkau secara efektif.

Seorang distributor Moutai menyebutkan bahwa dari sisi implementasi, i Maotai berhasil menarik banyak konsumen baru dan kelompok long-tail melalui citra produk asli, harga resmi, dan jaminan keaslian. Saat ini, sebagian pelanggan baru yang dilayani oleh saluran offline justru berasal dari konversi pengguna platform i Maotai, dan mayoritas dari mereka bukan pelanggan lama jalur distribusi tradisional.

Pakar industri minuman keras, Xiao Zhuxing, menilai bahwa kembalinya harga ke tingkat yang lebih “normal” telah menurunkan ambang konsumsi Moutai. Pelaku usaha kecil dan konsumen individu yang baru masuk cenderung lebih sensitif terhadap harga. Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga yang cepat dan signifikan kali ini tidak menutup kemungkinan diperkuat oleh aktivitas spekulatif, di mana pedagang perantara menyebarkan ekspektasi kenaikan harga dan mendorong lebih banyak konsumen untuk segera membeli.

Apakah tren ini bisa berlanjut? Pandangan pasar masih terbelah.

Dibandingkan fokus pada kenaikan jangka pendek, pasar kini lebih memperhatikan apakah Flying Fairy Moutai mampu membangun level harga yang solid setelah Tahun Baru Imlek. Dari berbagai masukan, ekspektasi optimistis saat ini cenderung mendominasi, dengan logika utama bertumpu pada hubungan fundamental antara pasokan dan permintaan.

Seorang distributor menyampaikan bahwa banyak kuota Januari dan Februari telah terjual habis, sehingga pasar berpotensi mengalami kekurangan pasokan. Jika Moutai mempercepat alokasi Maret atau menambah pasokan pra-liburan melalui i Maotai, tekanan penjualan pada 2026 akan jauh berkurang, dan kekhawatiran penurunan harga pasca-liburan dapat diredam. Dari sudut pandangnya, harga RMB 1.499 merupakan level dukungan yang kuat. Kinerja Januari menunjukkan bahwa pasokan i Maotai dengan harga langsung RMB 1.499 telah membantu mengimbangi penurunan harga produk Moutai non-standar, sehingga kinerja penjualan kuartal pertama diperkirakan sangat solid.

Optimisme ini berakar pada kendali ketat Moutai terhadap total pasokan.

Dibatasi oleh wilayah produksi, proses tradisional, daya dukung ekologi, serta siklus pembinaan perajin, volume produksi tahunan Moutai secara alami bersifat terbatas.

Manajemen Moutai sebelumnya juga menegaskan bahwa operasional i Maotai tidak menambah total pasokan, melainkan memecah lingkaran distribusi yang relatif tertutup. Melalui pengaturan ritme penyaluran yang lebih rasional, produk dapat secara berkelanjutan dan stabil menjangkau konsumen nyata, sehingga lebih kondusif bagi stabilitas pasar jangka panjang.

“Dengan total pasokan yang tidak berubah, ketersediaan barang kemungkinan tetap ketat bahkan setelah Tahun Baru Imlek,” ujar seorang pedagang. Menurutnya, optimalisasi berkelanjutan pada mekanisme penyaluran i Maotai dalam beberapa waktu terakhir turut menguatkan pandangan tersebut.

Namun, pandangan yang lebih berhati-hati menilai bahwa kenaikan harga kali ini sebagian didorong oleh permintaan jangka pendek seperti hadiah hari raya. Tingkat pembelian ulang jangka panjang dari konsumen baru masih perlu diuji, sehingga koreksi harga pasca-liburan dinilai cukup mungkin terjadi.

Seorang distributor di wilayah utara mengungkapkan bahwa volume pembelian korporat turun lebih dari 30% secara tahunan, dengan sebagian besar pembelian terbatas pada paket hadiah dua atau empat botol, yang daya belinya tidak berkelanjutan. Sementara itu, pelanggan inti yang sebelumnya membeli dalam jumlah satu dus juga menunjukkan penurunan kemampuan pembelian ulang.

Dalam pandangannya, tingkat konsumsi secara keseluruhan masih relatif lemah. Seiring memudarnya permintaan musiman, harga berpotensi mengalami penyesuaian turun setelah liburan. Selain itu, ritme dan skala pasokan i Maotai ke depan masih menjadi variabel yang tidak pasti dan akan memengaruhi ekspektasi harga.

Meski demikian, bahkan distributor yang bersikap hati-hati mengakui bahwa sentimen pasar telah membaik dibandingkan awal tahun. Mereka menilai ekspektasi harga saat ini tidak lagi sepesimistis sebelumnya. Kebijakan Moutai seperti penghapusan lapisan distribusi tertentu dan upaya meringankan beban distributor dinilai telah memperbaiki ekosistem saluran. Selama pasokan i Maotai tetap terkendali, harga Flying Fairy Moutai diperkirakan akan memasuki fase yang lebih stabil dan teratur.

接著讀