‘Kembali ke China!’ Insiden Memalukan di Australian Open: Ibu dan Anak Tionghoa Jadi Sasaran Ujaran Rasis Pasangan Kulit Putih akibat Pemicu yang Terlalu Absurd
Baru-baru ini, seorang perempuan keturunan Tionghoa bernama Joanne membagikan pengalamannya saat men...
Baru-baru ini, seorang perempuan keturunan Tionghoa bernama Joanne membagikan pengalamannya saat menonton pertandingan Australian Open bersama putranya yang berusia 12 tahun. Dalam unggahannya, Joanne menyebut bahwa mereka menjadi sasaran perlakuan rasis dari sepasang suami-istri berkulit putih di tribun penonton.
Australian Open selama ini dikenal sebagai “Happy Slam”, bahkan di area venue terpampang pesan bahwa ini adalah “tempat yang menyambut semua orang.” Namun, menurut Joanne, apa yang ia alami di tribun justru memperlihatkan sisi yang sangat kontras dan memprihatinkan.
Joanne menjelaskan, insiden itu terjadi pada sesi siang hari di hari kedelapan turnamen. Ia dan putranya duduk di Section 7, Row J, untuk menyaksikan pertandingan pertama pada hari itu. Ia tidak menyebutkan secara rinci laga yang ditonton, namun berdasarkan jadwal, kemungkinan merupakan pertandingan babak keempat tunggal putri.
Setelah duduk, Joanne merasa sedikit kepanasan karena berjalan, lalu beberapa kali merapikan rambutnya dengan menyibakkannya ke belakang. Saat itulah, seorang pria berkulit putih yang duduk di belakangnya menegur dengan cara yang kasar. Pria tersebut mengklaim rambut Joanne menyentuh tangannya dan menuntut agar Joanne mengikat rambutnya.
Joanne menanggapi dengan tenang bahwa penonton tidak dilarang melakukan gerakan wajar seperti merapikan rambut, dan menyarankan pria itu untuk memeriksa aturan penonton bila perlu. Meski demikian, demi mencegah konflik semakin membesar, Joanne memilih pindah ke kursi kosong di dekatnya.
Situasi kemudian disebut semakin buruk ketika istri pria tersebut melontarkan ujaran bernada rasis kepada Joanne dan putranya, seperti “kembali ke negaramu” dan “kembali ke China.” Bagi Joanne, ini jelas merupakan tindakan diskriminatif yang sangat menghina dan tidak dapat dibenarkan.
Joanne juga menuding pasangan itu melakukan gestur tidak senonoh, diam-diam mengambil foto dirinya, dan menolak menghapus foto tersebut ketika diminta.
Joanne menegaskan alasan ia memilih bersuara adalah karena ia percaya “diam hanya akan membiarkan prasangka terus tumbuh.” Ia juga menyampaikan bahwa kejadian ini telah menarik perhatian dan diberitakan oleh media lokal Australia maupun media di Inggris, sehingga memicu sorotan lebih luas terhadap pentingnya sikap inklusif dan perlindungan bagi semua penonton di ajang olahraga besar.
Bisakah Kingsoft Office Mengalahkan Microsoft Office Berkat AI?
Sejak kemunculan model AI berskala besar, peningkatan efisiensi kerja menjadi salah satu skenario ap...
Resmi! Sergio Busquets Umumkan Pensiun: Legenda Barca, Ikon Spanyol, dan Sang Pemenang Sejati
Sepak bola dunia kembali melepas salah satu sosok ikoniknya. Pada usia 37 tahun, Sergio Busquets sec...
"Mengapa Perusahaan Sulit Mempertahankan Talenta? Analisis Mendalam tentang Akar Masalah Tingginya Perputaran Karyawan"
Dalam persaingan dunia kerja yang semakin ketat, talenta menjadi salah satu aset paling berharga bag...
Apple Lakukan PHK Langka, Pangkas Puluhan Posisi
CUPERTINO, 25 Nov — Apple dilaporkan memangkas puluhan posisi penjualan dan merestrukturisasi divisi...
Gejolak Pasar Keuangan Global 2026: Waspadai Satu “Badak Abu-abu” dan Dua “Bom Waktu”
(Kuala Lumpur, 29) Menjelang berakhirnya 2025, analis menilai pasar saham Malaysia (Bursa Malaysia) ...
iQOO Z11 Turbo Resmi Diperkenalkan, Siap Meluncur Januari Tahun Depan
IT Home melaporkan pada 30 Desember bahwa iQOO secara resmi memperlihatkan desain iQOO Z11 Turbo dal...
Dolar AS tak lagi andal? Dana pensiun Kanada melirik tiga alternatif.
(Toronto, 30 Januari)Seiring status dolar AS sebagai aset safe haven mulai dipertanyakan, Investment...
Zhang Shuai Melaju ke 16 Besar Merida, Akan Hadapi Juara Bertahan Navarro
Di turnamen WTA500 Merida, Zhang Shuai yang lolos dari kualifikasi menunjukkan performa impresif, me...
Siapa yang akan menggantikan Gennaro Gattuso sebagai pelatih? Sejumlah pelatih top masuk dalam daftar kandidat dan memicu perbincangan luas. Empat nama besar disebut-sebut, dengan banyak penggemar mendukung Massimiliano Allegri, sementara kemungkinan kembalinya Roberto Mancini juga menjadi sorotan.
Pada hari Jumat, Federasi Sepak Bola Italia resmi mengumumkan pengunduran diri Gennaro Gattuso sebag...
Foto terbaru Chen Jiping (54) terungkap: kuasai lima bahasa, kini jadi pembawa acara papan atas
(Hong Kong, 5 April) Mantan artis TVB berusia 54 tahun, Chan Kai-ping, dalam beberapa tahun terakhir...
Liburan di Eropa, Gigi Lai Pamer Baju Renang High-Cut, Penampilannya di Usia 54 Tahun Bak Gadis Muda
(Hong Kong, 28 Juli) Aktris Hong Kong Gigi Lai, yang kini dikenal sebagai Lai Ka-yi, kembali mencuri...