Raksasa berlian global tak lagi berkilau, namun negara-negara Afrika justru berlomba-lomba.
(London, 10 Februari) — Raksasa industri berlian global De Beers tengah menghadapi perubahan kepemil...
(London, 10 Februari) — Raksasa industri berlian global De Beers tengah menghadapi perubahan kepemilikan bersejarah, seiring pemegang saham mayoritasnya, Anglo American, mempercepat rencana penjualan di tengah melemahnya permintaan dan meningkatnya persaingan dari berlian buatan laboratorium.
Menurut laporan Financial Times pada 9 Februari, CEO Anglo American Duncan Wanblad mengatakan bahwa perusahaan masih menargetkan penyelesaian penjualan De Beers tahun ini, meskipun kondisi pasar terus memburuk. Ia menyebut proses penjualan berjalan “relatif lancar” dan hampir dapat dipastikan pemerintah Botswana akan meningkatkan kepemilikan sahamnya.
Transaksi tersebut kini mendekati tahap akhir putaran penawaran kedua, dengan calon pembeli yang “kemungkinan besar merupakan sebuah konsorsium” yang terdiri dari pemerintah dan investor swasta. Selain Botswana, pemerintah Angola menyatakan minat untuk membeli 20% hingga 30% saham, sementara Namibia masih mempertimbangkan pembelian saham minoritas.
Anglo American bulan ini juga memperingatkan kemungkinan penurunan nilai aset De Beers untuk tahun ketiga berturut-turut, dipicu oleh tekanan dari berlian sintetis serta tarif impor AS terhadap berlian yang dipoles di India. Meski sejumlah analis menilai penjualan di titik terendah pasar berisiko menggerus nilai, manajemen menegaskan bahwa melepas bisnis berlian adalah langkah terbaik demi melindungi imbal hasil pemegang saham.
Botswana, yang saat ini memiliki 15% saham De Beers, memegang peranan kunci dalam proses ini. Presiden Duma Boko sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk meningkatkan kepemilikan negara tersebut, dan setiap kesepakatan pada akhirnya harus mendapatkan persetujuan pemerintah Botswana.
Para analis menilai meningkatnya keterlibatan negara-negara Afrika mencerminkan pergeseran kepemilikan De Beers kembali ke benua tersebut — sekaligus menegaskan tantangan besar yang sedang dihadapi industri berlian alami secara global.
63 Dokumen Rahasia Diduga Dipindahkan, Apple Gugat Mantan Insinyur dan Pusat R&D OPPO di AS
Menurut laporan AppleInsider, Apple minggu ini mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik California U...
Kereta Cepat Amerika Serikat Resmi Beroperasi — Tempuh 700 Km dalam 7 Jam
Setelah bertahun-tahun mengalami penundaan berulang, kereta cepat generasi terbaru Amerika Serikat a...
Helikopter tak berawak “Meiyujian” varian dataran tinggi buatan Tiongkok berhasil menyelesaikan uji tembak langsung pertamanya.
IT Home, 28 November — Menurut laporan militer CCTV, beberapa jenis drone dipamerkan pada Pameran Pe...
Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 Picu Gelombang Kritik karena Nuansa “Janggal”, Sorotan Penonton Tertuju pada Gerak Bibir Penyanyi Kelas Dunia
Seorang penyanyi kelas dunia yang tampil di upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano–Cor...
Alibaba menambah investasi pada Taobao Flash Sale: siap menanggung kerugian selama tiga tahun, serangan balik dimulai lebih awal
Pada 11 Februari, menurut laporan LatePost, jajaran manajemen inti Alibaba dalam rapat internal awal...
Logika investasi baru muncul di Wall Street: saham perusahaan yang berpotensi digantikan AI, jual dulu baru pikirkan
Kekhawatiran di Wall Street terhadap kecerdasan buatan (AI) terus meningkat. Investor mulai menjual ...
Los Angeles Lakers harus mengakui keunggulan Boston Celtics dengan skor 89-111 dalam laga musim reguler NBA
Permasalahan utama Lakers terletak pada efektivitas serangan, terutama setelah kuarter pertama, di mana mereka terus ditekan hingga akhir pertandingan.
Influencer asing bikin salah paham saat wisata di China — mengira pemakaman adalah restoran dan orang berbaju putih adalah koki
Sebuah video bersepeda dari pedesaan Hunan tiba-tiba viral di luar negeri. Video ini dibuat oleh Lud...
Patrick Tse Dikabarkan Gunakan Perhiasan Jennifer Tse untuk Mengejar Cinta — Mantan Kekasih Coco Kenang Pertemuan Pertama: “Jantungnya Berdebar Kencang”
(Hong Kong, 26) Patrick Tse atau “Empat Saudara”, yang kini berusia 89 tahun, pernah menjalin hubung...