2026年9月10日

Kereta Cepat Amerika Serikat Resmi Beroperasi — Tempuh 700 Km dalam 7 Jam

Setelah bertahun-tahun mengalami penundaan berulang, kereta cepat generasi terbaru Amerika Serikat a...

Setelah bertahun-tahun mengalami penundaan berulang, kereta cepat generasi terbaru Amerika Serikat akhirnya mulai beroperasi. Namun, ada fakta yang cukup memalukan: kecepatan maksimalnya hanya meningkat kurang dari 20 km/jam dibanding pendahulunya, dan waktu tempuh tetap sama — menempuh jarak 700 km tetap memakan waktu sekitar 7 jam.

1. Peluncuran Resmi Kereta Cepat Baru

Bagi dunia perkeretaapian penumpang di AS, Kamis lalu menjadi momen bersejarah. Kereta cepat generasi baru “Next-Generation Acela” resmi melayani penumpang di jalur tersibuk Northeast Corridor (NEC) yang menghubungkan Boston – New York – Washington D.C.

Kereta Acela terbaru ini beroperasi dua kali perjalanan pulang-pergi setiap hari antara Boston dan Washington. Berangkat pagi hari, tiba sekitar pukul 13.00 — dengan waktu tempuh total tetap sekitar 7 jam. Setibanya di Washington Union Station, Amtrak menggelar acara khusus untuk merayakan perjalanan perdana kereta yang disebut-sebut membawa masa depan perkeretaapian cepat di AS.

Namun, perjalanan menuju peluncuran ini panjang — lebih dari 9 tahun sejak proyek pertama kali diumumkan. Rencana awalnya, kereta mulai beroperasi pada 2021, tetapi tertunda berulang kali akibat masalah produksi, pembaruan jalur, dan uji coba.

Meski begitu, antusiasme pejabat AS tidak surut. Menteri Perhubungan Sean Duffy menyebut ini sebagai “langkah berikutnya dalam percepatan di Koridor Timur,” sekaligus mengumumkan bahwa Departemen Perhubungan akan mengambil alih langsung pengelolaan Union Station di Washington dan menginvestasikan USD 43 juta untuk peningkatan Stasiun Penn di New York.

Chief Commercial Officer Amtrak, Elliot Hamlisch, bahkan menyatakan kereta ini sebagai “salah satu kereta cepat paling canggih di dunia,” dengan teknologi yang banyak terinspirasi dari Eropa.

Meski demikian, tidak ada yang membahas soal peningkatan kecepatan atau penghematan waktu perjalanan. Alasannya jelas: di kondisi saat ini, perjalanan Boston–Washington dengan Acela baru tidak lebih cepat — bahkan bisa lebih lama 10 menit dibanding versi lama.

2. Disebut “Kereta Cepat”, Tapi Belum Setara Standar Global

Meski membawa label “kereta cepat Amerika”, Acela baru ini dirancang oleh Alstom dari Prancis, berbasis teknologi TGV, dan diproduksi di pabrik Alstom di New York. Amerika Serikat — meskipun negara dengan ekonomi terbesar di dunia — tidak memiliki teknologi kereta cepat sendiri.

Sejarahnya, sistem kereta AS pernah menjadi yang terdepan di dunia. Pada abad ke-19, jalur kereta menjadi tulang punggung ekspansi ke barat dan industrialisasi. Namun, pasca Perang Dunia II, investasi besar-besaran pemerintah pada jaringan jalan raya antarnegara bagian dan pesatnya pertumbuhan industri penerbangan membuat kereta penumpang meredup.

Amtrak dibentuk pada 1971 untuk menyelamatkan layanan penumpang, namun sejak awal dibebani masalah finansial dan terbatasnya kemampuan untuk berinovasi, apalagi membangun sistem kereta cepat.

Secara global, kereta dengan desain kecepatan di atas 250 km/jam — seperti Shinkansen Jepang, CRH Tiongkok, TGV Prancis, atau ICE Jerman — dikategorikan sebagai kereta cepat sejati. Acela baru memang didesain untuk 300 km/jam, tapi kondisi infrastruktur NEC hanya memungkinkan kecepatan maksimal 260 km/jam — nyaris sama dengan versi lama.

Penyebabnya, jalur NEC sudah berusia lebih dari seabad, berkelok-kelok, dan dipakai bersama kereta komuter serta barang. Tidak ada jalur khusus seperti di Eropa atau Asia.

Untuk menyesuaikan, Alstom memasang teknologi kemiringan (tilting) agar kereta bisa melaju lebih cepat di tikungan, serta sistem anti-anjlok untuk mencegah tragedi seperti kecelakaan di Philadelphia tahun 2015, yang menewaskan 8 orang.

Namun, meskipun sudah dimodifikasi, performa Acela baru masih jauh di bawah TGV Prancis, yang dalam operasi reguler bisa mencapai 320 km/jam dan pernah mencatat rekor 575 km/jam pada pengujian.

3. Jalur Tersibuk, Tapi Potensi Masih Terkunci

Koridor Timur AS — rumah bagi hampir 60 juta orang di Boston, New York, Newark, Philadelphia, Baltimore, dan Washington — adalah jalur penumpang tersibuk di negara itu, sekaligus kandidat terbaik untuk pembangunan jalur cepat sejati karena kepadatan penduduknya 10 kali rata-rata nasional.

Namun, perjalanan Boston–Washington tetap memakan waktu sekitar 7 jam. Banyaknya pemberhentian dan jalur bersama membuat kecepatan puncak jarang tercapai. Dalam kondisi terbaik, Acela baru hanya memangkas waktu 20 menit dibanding model lama.

Dibandingkan dengan pesawat terbang, penerbangan langsung hanya memakan waktu 1 jam 40 menit, dan meski dihitung perjalanan ke/dari bandara serta waktu tunggu, totalnya sekitar 5 jam. Harga tiket pun mirip dengan Acela, sehingga bagi banyak orang, pesawat tetap pilihan utama.

Keunggulan utama Acela baru adalah kenyamanan: perjalanan lebih mulus, kursi lebih lega, jendela lebih besar, serta fasilitas modern seperti Wi-Fi 5G gratis dan colokan di setiap kursi, memungkinkan penumpang bekerja sepanjang perjalanan.

Amtrak akan mengganti 15 set kereta Acela lama dengan 28 set baru dalam dua tahun ke depan, sebagai bagian dari program modernisasi NEC senilai USD 2,45 miliar, yang juga mencakup peningkatan kapasitas jalur dan renovasi stasiun besar.

4. Mimpi Kereta Cepat di California Masih Jauh

Di luar Koridor Timur, kecepatan kereta penumpang AS jauh tertinggal. California, dengan 40 juta penduduk, sudah lama membutuhkan koneksi cepat antara San Francisco Bay Area dan Los Angeles. Jarak 500 km itu saat ini ditempuh kereta dalam 9–10 jam — jelas tidak kompetitif.

Proyek California High-Speed Rail yang disetujui pada 2008 terus terganjal masalah pembengkakan biaya, perdebatan politik, dan penundaan. Dari anggaran awal USD 33 miliar, kini estimasinya mencapai USD 89–128 miliar. Segmen pertama yang dibangun justru berada di Central Valley yang jarang penduduk, bukan di kota besar yang ingin dihubungkan.

Kekurangan dana besar masih menjadi hambatan, dan dukungan federal belakangan juga goyah. Jalur penuh San Francisco–Los Angeles bisa jadi masih puluhan tahun lagi terwujud — jika pun berhasil dibangun.

Sementara itu, Florida sudah mengoperasikan Brightline, yang kerap disebut “kereta cepat pertama AS,” menghubungkan Miami–Orlando. Namun dengan kecepatan rata-rata hanya 110 km/jam, waktunya nyaris sama dengan mobil pribadi.

Kesimpulan

Peluncuran Acela baru adalah kemenangan simbolis bagi kereta penumpang Amerika — membuktikan bahwa modernisasi bisa dilakukan. Namun, ini juga menjadi pengingat bahwa AS masih jauh tertinggal dalam hal kereta cepat sejati.

Tanpa jalur khusus, potensi kecepatannya akan tetap terkunci. Untuk saat ini, pemenang terbesarnya adalah penumpang yang menghargai kenyamanan, konektivitas, dan pengalaman perjalanan lebih daripada kecepatan.

接著讀