2026年9月10日

Italia Tunjuk Gennaro Gattuso Jadi Pelatih: Perjudian Berisiko atau Kebangkitan Emosional?

“Here we go!” Dikonfirmasi oleh jurnalis kenamaan Fabrizio Romano, Gennaro Gattuso resmi ditunjuk sebagai pelatih timnas Italia yang baru di usia 47 tahun.

Setelah performa buruk di bawah Luciano Spalletti, federasi sepak bola Italia bergerak cepat mengganti pelatih — namun keputusan menunjuk Gattuso, yang dikenal lebih karena emosinya daripada taktiknya, memicu kehebohan dan keraguan di kalangan publik.

Kenapa Gattuso?

Awalnya, federasi membidik pelatih veteran Claudio Ranieri (73 tahun), namun ia menolak karena fokus pada proyek di Roma. Gattuso yang sedang menganggur menerima tawaran dengan antusias. Direktur tim nasional Gianluigi Buffon bahkan menghubunginya langsung dan menyatakan dukungannya: “Dia akan membawa semangat membara ke Italia.”

Ini bukan sekadar pergantian pelatih — ini seperti reuni penuh nostalgia.
Beberapa pahlawan Piala Dunia 2006, seperti Buffon, Bonucci, dan kemungkinan Zambrotta, akan masuk dalam tim pelatih.

Tapi apakah nostalgia bisa menggantikan strategi?

Rekam jejak kepelatihan Gattuso jauh dari kata memuaskan. Mulai dari AC Milan, Napoli, Valencia, Marseille, hingga Hajduk Split (di mana ia baru saja dipecat), Gattuso dikenal karena pendekatan taktik yang kacau, kurang adaptif, dan sering bentrok dengan pemain.

Reaksi fans sangat pesimistis:

  • “Tamatlah kita. Tiga Piala Dunia berturut-turut bakal kita lewatkan.”
  • “Dari Spalletti ke petarung jalanan? Serius ini?”
  • “Apakah federasi sudah menyerah?”
  • “Kita butuh ahli taktik, bukan orator emosi.”

Gattuso memang punya kharisma dan semangat juang, tapi timnas Italia — apalagi setelah absen di Piala Dunia 2022 — lebih butuh kestabilan, sistem permainan modern, dan otak sepak bola yang strategis.

Bisakah Gattuso membuktikan dirinya dan membalikkan semua keraguan?
Atau Italia justru semakin terpuruk?

Penunjukan ini mungkin menjadi yang paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Italia modern — sekaligus ujian terbesar antara emosi vs profesionalisme.

接著讀